Ekonomi
Lombok Tengah
Pembangunan Dam Mujur Masih Teka-Teki
NURANIRAKYATNEWS
(LOMBOK NTB) —
Realisasi pembangunan pembangunan DAM Mujur di wilayah Kecamatan Praya Timur
sampai dengan saat ini masih misteri, karena memang antara Pemerintah Daerah
(Pemda) dan Pemprov NTB seolah-olah masih saling lempar tanggung jawab.
Pasalnya, oleh Pemprov sendiri mengklaim pembangunan tergantung kesiapan Pemda
setempat.
![]() |
| Gubernur NTB |
Hal
itu disampaikan langsung oleh Gubernur NTB, Zulkiflimansyah, disampaikan bahwa
pembangunan Dam Mujur akan bisa terealisasi tergantung dari Pemda apakah mampu
menyelesaikan persyaratan- persyaratan yang diajukan oleh pemerintah pusat, mengingat
saat ini memang permasalahan tersendatnya rencana pembangunan tersebut karena
banyak faktor seperti masih adanya penolakan dari pemilik lahan.
“Ini
tergantung kesiapan daerah untuk mempersiapkan persyaratan sosialnya, karena
kendalanya bukan dipusat. Kalau dipusat uang ada dan kemauan ada, tinggal
kemampuan daerah untuk menyelesaikan masalah sosial yang terjadi saat
ini,”ungkap Gubernur NTB, Zulkiflimansyah saat ditemui usai menghadiri acara
pisah sambut GM Angkasa Pura di hotel Lombok Raya, Selasa malam (9/1)
Mengingat
saat ini penolakan warga sangat mempengaruhi dalam merealisasikan harapan
rakyat dalam pembangunan Dam Mujur
sebagai solusi mengatasi kekeringan itu. “Kalau alasanya untuk
menyelesaikan masalah irigasi maka kita akan mencoba menyelesaikan masalah
bendungan meninting. Karena itu akan sampai wilayah selatan juga,”tambahnya.
Kalau
untuk komitmen Pemprov sendiri sebenarnya sangat tinggi dan tidak ada
permasalahan. Hanya saja yang menjadi keraguan dari pihak Pemprov NTB karena
memang komitmen dari Pemda dan masyarakat Lombok Tengah yang masih berat untuk
melakukan itu, terbukti dalam penyelesaian larap juga sampai dengan saat ini
masih ada penolakan seperti yang terjadi di wilayah Desa Kelebuh Kecamatan
Praya Tengah itu.
“Kalau
kami dari provinsi dan pusat sangat siap termasuk dari sering anggaranya, tapi
yang menjadi keraguan kan ada di Daerah sendiri. Jadi masalahnya dengan Lombok
Tengah sehingga saya akan segera bertemu dengan pak bupati (Suhaili,red) untuk
membicarakan permasalahan ini,”tegasnya.
Sebelumnya
Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lombok Tengah,
Amir Ali, mengaku selama ini kendala terbesar yang dihadapi pemerintah
dalam merealisasikan pembangunan Dam Mujur itu, karena memang belum maksimalnya
dukungan dari warga, hal itu dibuktikan dengan masih adanya penolakan atas
rencana itu.
“Kendala
memang belum maksimalnya dukungan warga, khususnya di lokasi pembangunan dam
Mujur. Sehingga sampai dengan saat ini pembangunan dam mujur masih
tersendat. Namun kita dari pemerintah akan terus berupaya agar
pembangunan dam mujur ini bisa segera dibangun,”ungkap Amir Ali.
Lebih
jauh disampaikan, adanya penolakan dari masyarakat terhadap pembangunan dam
mujur ini karena beberapa alasan, seperti mengenai harga lahan, pertanggung
jawaban pembayaran lahan hingga tempat relokasi. Selain itu, adanya
kekhawatiran warga mengenai besaran harga lahan, menurutnya sangat tidak
mendasar. Terlebih, bisa jadi jumlah hasil kajian tim aprecial dan larap
justeru lebih besar dari yang diharapkan warga.
“Untuk
itu kami akan melakukan pendataan terhadap pemilik lahan ini agar jelas.
Saya tidak menginginkan ada oknum yang mengaku-ngaku adalah pemilik lahan, dan
kita berharap semua bisa diselesaikan dengan baik agar pembangunan bisa direalisasikan,
”tambahnya.
Pihaknya
mengaku, sebelumnya juga sudah beberapa tahapan yang sudah di laksanakan
salah satunya LARAP pembangunan dam mujur yang dilakukan oleh PT. Indra
Karya dan yang sudah dilakukan terhadap empat desa. Namun untuk persoalan
hanya di Desa Kelebuh menolak berlangsungnya larap itu. “ Bagaimana bisa
berjalan mulus larapnya, kalau masyarakat menolak untuk pembangunan dam
mujur,”tambahnya.
Padahal,
kalau melihat manpaat pembangunan dam mujur ini masyarakat sangat
membutuhkannya. Tapi pada hasil terakhir pelaksanaan sosialisasi hanya
rekomendasi dan relokasi persetujuan yang belum di dapatkan dari masyarakat.
Dan hasil yang ingin di dapatkan dari masyarakat yakni bagaimana
pihak Pemkab memberikan pemahaman dan solusi kepada masyarakat agar rela
untuk membebaskan tanah mereka agar bisa dilaksanakan pembangunan.
“Karena
pada intinya, lahan harus siap terlebih dahulu dalam persiapan pembangunan. Itu
merupakan perintah langsung dari pemerintah pusat. Jika lahan tidak tersedia
pembangunan juga pasti akan terhambat, tapi kalau masalah lahan sudah tuntas
maka dipastikan juga akan bisa berjalan,”tambahnya.(nr05)

Posting Komentar