24 C
id

Menggali Potensi Desa Wisata Sejarah Bonjeruk, UNRAM Bekerjasama Dengan Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat.





Dokumentasi/peserta KKN Unram di Bonjeruk saat diberikan arahan oleh L. Adi Permadi dari Unram dan L. Zulfahalim mewakili Disbudpar Lombok Tengah di salah satu spot kawasan Agrowisata terpadu persiapan Pokdarwis WPJ
Ahmad Zulhairi : Kami Akan Mengadakan Workshop Atau Sosialisasi Kepariwisataan di Heritage Building Gdeng Beleq Tanggal 10 Maret Mendatang


NURANI RAKYAT NEWS. Setelah ditetapkan sebagai Desa Wisata Sejarah oleh Bupati Lombok Tengah dengan SK No : 167 A. 2018, Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat Lombok Tengah, tak henti hentinya mengundang ketertarikan pihak luar untuk mengunjungi desa tersebut dengan berbagai kepentingan masing masing. Salah satunya adalah dari pihak Universitas Mataram yang telah mendelegasikan mahasiswanya sejumlah 10 orang untuk KKN di Desa Bonjeruk guna membantu desa tersebut mengidentifikasi dan memetakan potensi wisata sejarah secara akademik dengan menggali potensi potensi spot spot kesejarahan bekerjasama dengan Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat (Pokdarwis WPJ). Menurut Ahmad Zulhairi sebagai ketua kelompok dari pihak UNRAM tersebut kepada wartawan ia mengatakan,” ia bersama teman temannya melaksanakan Kuliah Kerja Nyata ( KKN) di desa Bonjeruk yang dijadualkan selama 6 minggu.
Mereka ditugaskan untuk menginput potensi potensi wisata desa Bonjeruk yang dikenal sebagai Desa Wisata Sejarah. Saat ini mereka sudah satu bulan lebih tinggal di Bonjeruk, mereka beradaptasi dengan masyarakat sekitar kemudian melakukan kegiatan memetakan potensi atau spot spot sejarah desa Bonjeruk dan membuat tugu diantaranya di Heritage Building Gdeng Beleq, Gdeng Beleg ini adalah salah satu rumah bersejarah peninggalan Raden Wiresaid yang juga merupakan ayahandanya HL. Srinata atau Raden Obris yang dikenal sebagai Kepala Daerah atau Bupati pertama Kabupaten Lombok Tengah. Kemudian tugu berikutnya di Masjid Raden Nune Umas merupakan Masjid Raya Desa Bonjeruk, tugu ketiga di makam Beleq tempat makam Datu Jonggat kemudian rencananya menyusul di Kantor Desa Bonjeruk yang dulunya digunakan sebagai Kantor Pemerintahan Kedistrikan Jonggat di era kolonial Belanda.
Ahmad Zulhairi juga mengatakan,"selain Heritage Building seperti Gdeng Beleq, Kantor Desa Bonjeruk, Masjid Raden Nune Umas dan lainnya, mereka juga melakukan identifikasi ke sejumlah sumur sumur bersejarah didesa tersebut. Salah satunya sebagai cikal bakal nama desa seperti sumur yang dikenal dengan nama Buwun Jeruk yang dulunya berlokasi sekitar 200 meter keutara Kantor Desa Bonjeruk. Rencananya hari minggu tanggal 10 Maret ini kami akan melakukan workshop atau sosialisasi kepariwisataan di Heritage Building Gdeng Beleq dengan mengundang masyarakat sekitar dan pihak pihak terkait. Dalam sosialisasi itu nantinya kami akan bekerjasama dengan Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat yang diketuai oleh Lalu. Adi Permadi SE. Diketahui Pokdarwis WPJ ini adalah salah satu Pokdarwis yang eksis memprioritaskan Kesejarahan Desa Bonjeruk sesuai dengan penetapan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah yang menjadikan Desa Bonjeruk sebagai Desa Wisata Sejarah.(NR02)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4