 |
| Pelatihan Pariwisata yang dibuka Wabup Loteng |
H. Nursiah S.Sos. M.Si (Sekda) : Kedepan Bidang SDM Dispar Loteng dan kasi Kasinya Akan Kita Evaluasi
NURANI RAKYAT NEWS.LOMBOK TENGAH. NTB. Kegiatan Workshoop atau Pelatihan Pemandu Wisata Outbond Park yang diadakan pada hari Senin (1/7/2019) oleh Bidang SDM Dinas Pariwisata Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah yang dibuka oleh Wakil Bupati HL.
Fathul Bahri S.IP, dipertanyakan sejumlah pegiat pariwisata. Pasalnya pelatihan itu dinilai dilaksanakan asal asalan, amatiran dan terkesan tergesa gesa. Dari informasi yang dihimpun wartawan dari sejumlah pegiat pariwisata, mereka mengatakan pelatihan itu tidak transparan, terkesan asal asalan, tidak profesional dan dinilai amatiran “masa saya diundang dengan alasan halal bihalal pegiat desa wisata dengan cara ditelpon jam 12 malam oleh pak Sapar salah satu kasi dibidang SDM tapi di lokasi acara di Dispar saya tiba tiba langsung disuruh registrasi absensi pelatihan, tentu saya kaget juga kata,”Lalu Sapta Setiawan, salah seorang peserta pelatihan.
 |
| H. Nursiah S.Sos. M.Si Sekda Loteng |
Tidak itu saja dia heran para peserta tidak begitu banyak yang ia kenal, artinya mereka mereka itu darimana dan mewakili pokdarwis atau desa wisata mana saja, padahal saya sebagai wakil ketua Forum Desa Wisata Tastura tidak begitu mengenal mereka.
Nah berangkat dari ketidak jelasan itu mestinya pihak Dispar terutama Bidang SDM harus profesional dan lebih obyektif dong melakukan sosialisasi atau pemberitahuan terlebih dahulu dengan melibatkan pihak pihak terkait sebagai peserta pelatihan, salah satunya ya berkoordinasi dengan Forum Dewi Tastura yang menaungi Pokdarwis didesa desa wisata yang ada di Lombok Tengah, supaya tepat sasaran dan tidak terkesan asal asalan, agar ini tidak terjadi lagi di Bidang SDM memang perlu dikritisi dan jangan alergi kritikan agar bisa bekerja lebih baik lagi dikemudian hari, karena dari dulu sampai sekarang selama saya ikuti pelatihan selalu ada saja persoalan,”tegas Lalu Sapta. Tidak itu saja menurut ketua Forum Desa Wisata Tastura, Lalu Jasmawadi mengatakan,” Dirinya sangat menyesalkan kalau masih saja dalam pelatihan itu pak Sapar atau Pak Amir melibatkan peserta secara sepihak atau suka sukanya dia, artinya yang diundang menurut maunya mereka saja dan bukan berdasarkan kemauan bersama dengan melibatkan Forum Desa Wisata. Tadi saya sudah japri HL. Putria S.Pd M. Pd selaku Kepala Dinas untuk menanyakan hal itu,” kata Jasmawadi.
Amir salah seorang kasi di bidang SDM ketika dirinya ditanya wartawan mengatakan,”dirinya tidak tahu menahu, saya hanya membantu karena yang urus semuanya adalah pak Sapar sebagai pelaksana kegiatan,”katanya. Saparudin selaku Kasi SDM dan sebagai pelaksana kegiatan ketika dikonfirmasi wartawan via Hp Tidak ada jawaban. Terkait hal itu menurut Kabid SDM Disparbud Loteng Lalu Saleh ketika dikonfirmasi wartawan ia mengatakan,” Terkait dengan pelatihan tersebut intinya perwakilan pokdarwis masing masing Kecamatan kita undang. Adapun pendamping desa wisata masing masing yang kita undang tersebut adalah yang memiliki spot wisata buatan di masing masing desa wisata. Mereka kita undang 2 orang perwakilan dari masing masing Pokdarwis. Lalu Saleh juga mengatakan jika ada bawahannya yang bekerja tidak benar itu akan kami jadikan evaluasi kedepan untuk dibenahi karena saya sebagai pimpinan harus mengevaluasi mereka jika tidak bekerja dengan baik.
 |
| Lalu Saleh Kabid SDM Dispar Loteng |
Dikatakan Lalu Saleh,”terkait dengan waktu pelatihan yang seharusnya dilaksanakan bulan Juni namun dikerjakan awal bulan Juli ini alasannya. Walaupun dari kegiatan tersebut ada pembengkakan cost atau anggaran karena kita rangkaikan dengan halal bihalal,”ini kedepan harus kita pertahankan sebagai wahana diskusi dan silaturahmi supaya setiap ada persoalan dan permasalahan bisa kita share dengan rekan rekan lainnya,”katanya. Selain itu berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan dari berbagai sumber,”workshoop/pelatihan yang dianggarkan dari dana pusat hampir sejumlah 1 milyar untuk 8 jenis kegiatan pelatihan itu dicurigai berpotensi rawan penyimpangan yang dilakukan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab. Selain itu seperti informasi yang didapatkan wartawan dari sumber terpercaya sebelumnya,”Ditengarai diakhir tahun 2018 pada saat pelatihan guide dengan melibatkan anggota HPI sebagai peserta, ada oknum kasi di Bidang SDM diduga melakukan pungli terhadap para peserta, padahal sudah didanai APBD 2018 ”bukti kwitansi pungutan itu sudah dipegang,”kata sumber. Ketika ditanyakan mengenai hal itu menurut Lalu Saleh,”sekali lagi saya katakan kalau ada temuan temuan seperti itu, itu akan jadi bahan evaluasi kami untuk bisa lebih baik lagi kedepan”katanya,”dan kalaupun ada yang melaporkan ke pihak yang berwajib silahkan dilaporkan saja dan nanti mereka sendiri (Kasi atau bawahannya di Bidang SDM-red) yang akan menyelesaikan persoalannya dengan memberikan klarifikasi sebagai bentuk tanggung jawabnya,”kata Saleh. Terkait persoalan persoalan yang ada di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah seperti yang dipertanyakan wartawan sebelumnya. Menurut Sekda Lombok Tengah H. Nursiah S. Sos. M.Si seperti disampaikannya kepada wartawan dan didepan pengurus Forum Dewi Tastura beberapa waktu lalu, Beliau mengatakan,”Untuk memajukan pariwisata Lombok Tengah tidak mesti dengan membangun fisik ataupun infrastruktur saja, namun SDM warga masyarakat terutama di wilayah pariwisata atau di desa desa wisata harus ditingkatkan. Dan ini ternyata bersentuhan langsung dengan Dinas terkait terutama bidang SDM di Dispar Loteng, kalaupun ada persoalan persoalan ataupun temuan temuan yang kurang baik silahkan diangkat,” jangan takut “ dan nantinya kedepan bidang SDM Dispar dan kasi Kasinya, tentu akan kita evaluasi,”kata Sekda.(nr/29)
Sepertinya pelatihan semacam ini mendapatkan perhatian lebih.. Pariwisata merupakan sektor andalan pemerintah daerah lombok tengah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.. Segera proses oknum yang mencederai ataupun mengambil keuntungan dari kegiatan yang sdh dibiayai..
BalasHapus