24 C
id

Pelatihan Desa Wisata Angkatan XI 2019 Oleh Balilatfo Denpasar Berlangsung Sukses


Dahlan SE : Peningkatan SDM pegiat Desa Wisata Akan Terus Diupayakan Melalui Pelatihan berbasis kemasyarakatan

NURANI RAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Pelatihan Desa Wisata Angkatan XI tahun 2019 untuk 4 desa wisata yaitu Desa Bilebante Kecamatan Pringgarata, Desa Bonjeruk, Sukarare dan desa Puyung yang dilaksanakan di Desa Sukarare Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Propinsi Nusa Tenggara Barat oleh Balai Latihan Masyarakat Region Denpasar Nusa Tenggara, berlangsung sukses. Dalam penutupan pelatihan tersebut dihadiri oleh L.Saleh selaku Kabid SDM Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah mewakili Kepala Dinas. Seperti yang disampaikan oleh Arin Husnayain S.Psi.”yang melatarbelakangi Pelatihan ini adalah sesuai dengan amanat Undang Undang No: 6 tahun 2014 tentang desa tercermin dalam salah satu Nawa Cita Presiden yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah daerah dan desa.
Arin Husnayain S.Psi
Upaya untuk memperkuat daerah dan desa diantaranya adalah pembangunan partisipatif yang merupakan suatu sistem pengelolalaan pembangunan didesa dan kawasan pedesaan, salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis masyarakat yaitu Desa Wisata yang dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat desa,”kata Arin Husnayain. Dikatakannya,” Dasar pelaksanaan Pelatihan Desa Wisata Angkatan XI yang telah dilaksanakan mulai tanggal 23 sd 27 Jui 2019 didasarkan pada Program kerja Balai Pelatihan Masyarakat Denpasar tahun Anggaran 2019. Rencana Pelaksanaan Kegiatan ( RENLAKGIAT) Balai Latihan Masyarakat Denpasar Tahun Anggaran 2019 dengan petunjuk pelaksanaan DIPA Balai Latihan Masyarakat Denpasar tahun 2019.
Adapun tujuan dan sasaran setelah mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan dapat dan mampu memahami materi materi terkait desa wisata, Mengimplementasikan materi pembelajaran desa wisata didaerahnya masing masing, melakukan identifikasi dan analisa potensi wisata  yang ada didaerah masing masing. Menerapkan desa wisata yang berbasis komunitas masyarakat. Adapun sasaran pelatihan ini adalah meningkatkan peran dan fungsi para pegiat desa wisata dalam mengembangkan konsep desa wisata yang berbasis komunitas masyarakat. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pengembangan perekonomian desa melalui pengembangan desa wisata. Pada pelatihan tersebut peserta pelatihan Desa Wisata ini sebanyak 30 orang yang berasal dari Desa Sukarare, Bonjeruk, Bilebante dan Desa Puyung.
Hasil yang dicapai mereka harus mampu memahami materi materi pembelajaran terkait desa wisata, mampu mengimplementasikan materi pembelajaran desa wisata diwilayahnya, mampu melakukan identifikasi dan analisa potensi wilayah yang ada didaerah masing masing dan mampu menerapkan desa wisata berbasis komunitas masyarakat,”terang Arin Husnayain.S.Psi. Kemudian dalam kesempatan tersebut. Disampaikan L. Saleh Kabid SDM Disparbud Loteng. Ia
L.Saleh Kab
mengatakan akan pentingnya kesadaran generasi muda untuk memahami dan menghindari bahayanya narkoba yang tidak mengenal usia strata sosial ditengah masyarakat apalagi dalam pengembangan desa wisata, Narkoba harus diperangi bersama seluruh komponen generasi muda dan masyarakat karena sangat merusak tatanan kehidupan ditengah masyarakat. Oleh karena itu diharapkan peran serta para penggiat desa wisata agar selalu memahami hal itu untuk melaksanakan konsep sapta pesona.
Sedangkan menurut Dahlan SE. pelatihan ini diberikan kepada peserta agar dapat memahami bagaimana rohnya desa wisata dan sesuai dengan amanat Undang Undang, begitu juga output dari pelatihan ini akan terintegrasi dalam Bumdes masing masing desa secara ekonomi untuk peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat karena Bumdes itu milik semua masyarakat desa, nanti di Bumdes itu ada pengurus, pengelola, sehingga pada pelatihan ini kita bisa mengintegrasi di Lombok Tengah, baik itu melalui program pusat, Propinsi, Kabupaten maupun sampai didesa,” kata Dahlan.
Dahlan SE
Jadi kalau integrasinya bagus dengan masyarakat maka komitmen kita dengan adanya pelatihan ini, akan tetap menjadi skala prioritas Balilatfo.
Adapun skala prioritas yang akan kita lakukan adalah memberikan pelatihan tata kelola bagaimana agar bisa meningkatkan pendapatan asli desa dan masyarakat desa melalui unit usaha desa dengan potensi masing, bukan saja dari unit usaha desa wisata tapi juga dan unit unit lain yang mendukung usaha masyarakat,”kata Dahlan. Hal itu bisa diatur dengan perdes dan seperti yang tertuang dalam keputusan Menteri Desa No : 4 tahun 2015 tentang pembentukan dan pembubaran Bumdes, dari situ pemdes bersama BPD dan masyarakat bisa membentuk Bumdes dengan peraturan desa untuk membentuk ADRT.
Salah satunya kita mau membentuk kegiatan ekonomi yang selama ini bentuknya hanya individualisme, konsumtif, kreativitas dan hasil  kreativitas masyarakat itu bisa diberdayakan oleh Bumdes, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Adapun harapan kami kepada para peserta sesuai rencana kerja, kita tindaklanjuti segera lakukan konsolidasi dengan pemerintah desa apabila dari ke 4 desa wisata yang mengikuti pelatihan ini belum memiliki perdes, segera membuat perdesnya dengan membuat peraturan tentang penetapan desa wisata berikut langkah langkah yang akan dilakukan kedepan,”intinya peningkatan SDM pegiat desa wisata terus diupayakan melalui pelatihan berbasis kemasyarakatan,”ungkap Dahlan.(nr29)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

2 komentar

  1. Desa wisata dapat terintegrasi dgn BUMDESA/BUMDESA BERSAMA, dan potensi2 desa perlu dikelolah dan diberdayakan agar berdayaguna bagi ekonomi masyarakat desa dan peningkatan pendapatan masyarakat desa..salam perdesa..

    BalasHapus
  2. Semoga potensi desa bisa dikembangkan salah satunya dengan desa wisata ini, banyak yang bisa diintegrasikan ketikan desa wisata ini bisa berkembang, jaya Desa Wisata di Indonesia

    BalasHapus
Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4