 |
| Photo/Dokumentasi. Kadis Dikbud Propinsi NTB saat membuka Rakor sekolah model/sekolah imbas dan inhouse Trainning Sekolah Rintisan SMK UNGGUL/SMK GEMILANG di SMKN 1 Praya Barat. |
H. Rusman SH MH : SMK GEMILANG, SMK Negeri 1 Praya Barat Memang Kreatif dan Luar Biasa
NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Rakor Sekolah Model/Sekolah Imbas dan Inhouse Trainning Sekolah Rintisan SMK unggul/ SMK Gemilang yang diadakan di SMKN 1 Pariwisata Kecamatan Praya Barat, Rabu (28/8/2019) dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTB H. Rusman SH MH, turut hadir UPT Dikbud Lombok Tengah HM Satar M.Pd, para pengawas Sekolah, Kepala Sekolah SMK selombok tengah dan beberapa tamu undangan lainnya dari pihak swasta dunia usaha atau stake holder pariwisata.
 |
| para peserta rakor di Aula SMKN 1 Praya Barat |
Menurut H. Rusman yang didampingi Kepala SMKN 1 Praya Barat H. Hairul Ahmad S.Pd .M.Pd, saat ditanya terkait dengan acara yang dilaksanakan oleh SMK 1 Praya Barat, ia mengatakan acara ini sangat luar biasa, apa yang diharapkan dan cita cita menciptakan SMK ini menjadikan SMK Gemilang patut diacungkan jempol dan diberikan apresiasi. Dikatakannya,"apa yang disampaikan tadi bagaimana untuk membuat SMP Gemilang dan SMK Gemilang sudah kami jelaskan satu persatu, mudah mudahan Kepala SMKN 1 Praya Barat dan seluruh jajarannya mampu mengimplementasikan 6 misi pendidikan itu didalam Lingkungan sekolah maupun diluar sekolah,”terangnya. Rusman mengatakan,”Saya bersyukur bertemu dengan para pelaku dunia usaha dan dunia industri, kami bersama sama akan
 |
| H.Rusman SH MH didampingi H.Hairul Ahmad |
bersinergi mengoptimalisasikan pemberdayaan anak anak setelah lulus SMK dan mudah mudahan masih banyak lagi dunia usaha dan dunia industri lainnya akan terlibat. Ia mengatakan saat ini sudah ada yang terlibat dan memiliki tempat merekrut mereka menjadi tenaga yang siap pakai. Dikatakan Rusman,”SMK harus mengimplementasikan ke 6 misi tersebut,”salah satunya yakni ketika dibilang tangguh dan kita berharap agar anak anak SMK ini ketika ada gempa misalnya mereka siap dan tahu apa yang harus dilakukan.
Ketika kata bersih dalam melayani maka guru dan kepala sekolah tanpa nepotisme dia melakukan pendidikan. Berikutnya ada misi sehat dan cerdas maka penting bagi anak anak dan guru agar memperhatikan kebersihannya mulai dari membawa diri mulai dari berpakaian yang bersih sebagai refresentasi jiwa sehat dan
 |
| Penandatangan Mou Dengan pihak swasta |
cerdas,”terangnya. Diketahui tidak semua SMK buka jurusan Pariwisata namun hal itu nanti kita coba petakan, kita lihat setelah lulus anak anak itu disuplainya kemana jangan sampai ketika mereka lulus lalu tidak ada pekerjaan, lahannya tidak ada, maka kita ingin data SMK ini memiliki jurusan apa saja yang dibutuhkan itu akan coba kita rapikan, misalnya yang tidak terlalu banyak peminatnya. Terkait dengan pemberdayaan pemuda dan masyarakat untuk desa wisata terintegrasi dengan SMK yang memiliki jurusan pariwisata, itu sebenarnya bisa disinergikan dengan desa wisata,”kata Rusman. Ia juga mengatakan mengenai cikal bakal Desa Wisata sebenarnya saya yang punya ide awal sewaktu saya menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Propinsi NTB.
 |
| Photo Bersama dengan kadis Dikbud NTB |
Saya punya pikiran baik tentang itu tapi belum saya lontarkan,”sambungnya. Saya berharap dari desa wisata itu kita gratiskan 10 anak SMK yang sekolah di SMK jurusan pariwisata, begitu selesai sekolah, mereka bisa hidupkan desanya. Itu secepatnya akan kita mulai, sekarang kita sedang membuat perencanaan matang namun hal itu tentu kita akan bicarakan dengan pihak pihak yang mengurus tentang desa jangan sampai ada ketersinggungan. Kedepan, saya ingin berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengarahkan SMK Pariwisata.” GEMILANG “berintegrasi dengan 99 desa wisata diseluruh Propinsi NTB yang sudah di SK kan Gubernur. Disinggung mengenai 16 Desa wisata Lombok Tengah yang sudah di SK kan Gubernur.
Dikatakannya,”walau saya tidak berdiri sebagai Kepala urusan desa, tapi nanti kita akan coba mengintegrasikannya dengan SMK Pariwisata, sehingga ketika 10 anak dari desa wisata yang kita gratiskan sekolah itu, setelah lulus mereka bisa mengelola desa wisatanya masing masing dengan baik. Saya paling optimis terkait dengan desa wisata asal dikelola dengan baik karena siapapun yang datang didesa itu dia butuh minum, butuh makan, kita tawarkan tentang budaya lalu kita kemas menjadi budaya yang berbayar untuk kesejahteraan dan peningkatan perekonomian masyarakat desa namun dengan memprioritaskan anak anak sekolah SMK yang memiliki skil tentang pariwisata,”jelas Haji Rusman. Setelah itu acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dengan para pengusaha atau stake holder dari para dunia usaha hingga berakhir dengan Isoma. (nr29)
Posting Komentar