24 C
id

Majukan Desa Wisata, Balilatfo Kemendes PDTT Adakan Pelatihan Desa Wisata Angkatan XV di Masbagik Lotim 2019

Dokumentasi : Photo bersama para peserta pelatihan do Gedung Serbaguna Desa Masbagik Timur Kabupaten Lotim Propinsi NTB
NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TIMUR-NTB. Guna meningkatkan kapasitas dan kemajuan Desa Wisata, Badan Penelitian Pengembangan Pendidikan Pelatihan dan Informasi (BALILATFO) Region Denpasar Nusa Tenggara Kementrian Desa PDTT, mengadakan pelatihan di Desa Masbagik Timur Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur Propinsi Nusa Tenggara Barat. Instruktur pelatihan Balilatfo Dahlan SE mengatakan,”Pelatihan yang diikuti peserta dari 4 desa ini dimulai pada hari Rabu (3/9/2019) hadir kadis DPMD, Kadis Pariwisata Lotim beserta jajarannya. Adapun harapan kadis DPMD bahwa melalui pelatihan ini potensi yang ada di masing masing desa harus di diberdayakan untuk meningkatkan perekonomian desa khusus dibidang pariwisata berikut potensi potensi lainnya. Pemerintah Pusat, Propinsi, dan Kabupaten khususnya siap untuk melakukan pendampingan penataan dan untuk pengembangan, baik secara kebijakan maupun penganggaran,”kata Dahlan.
Dahlan SE
Salah satu program unggulan Kemendes PDTT yaitu Bumdes merupakan program unggulan dari Kementrian Desa, mengenai desa wisata pengelolaannya akan diserahkan ke Bumdes masing masing desa tentu harus didampingi dengan memberikan pelatihan dan program lainnya. Harapan kami pokdarwis yang baru terbentuk dimasing masing desa bisa berafiliasi diunit usaha pariwisatanya untuk menggerakkan ekonomi desa, meningkatkan PAD dan pendapatan masyarakat desa, itu semua dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat,”cetus Dahlan. jadi kementrian desa melalui balilatfo saat ini sedang gencar gencarnya melakukan pelatihan pendampingan, penyuluhan dan pembinaan pembinaan kepada tiga Propinsi untuk bisa memberdayakan potensi SDM dan SDA nya, itu harapan kita sehingga tahun 2020 dana desa oleh Kemendes PDTT akan dinaikkan atau ditambahkan lagi sebesar 400 trilyun untuk menggerakkan ekonomi desa
diseluruh Indonesia dan yang penting desa itu bisa berubah dari yang lambat pergerakannya menjadi maju dan mandiri.
Adapun materi yang sudah kita sampaikan adalah materi pelajaran meliputi konsep desa wisata, potensi, analisa desa wisata, kearifan lokal, hospitality, pemasaran produk desa wisata, sekarang ini adalah perencanaan desa yang berkaitan dengan RPJMDes, RKPDes RKA dan APBDes. Kemudian dari narasumber yang dilibatkan DPMD, Dinas Pariwisata, dan juga pelatih dari Balilatfo. Dahlan mengungkapkan,”desa desa yang dilibatkan pada pelatihan ini adalah desa Masbagik timur, Danger, Bidas dan desa Tetebatu dengan kuota 30 orang, 1 desa ada yang mengirim pesertanya 7 dan 8 orang, mengenai progres kami selama 3 hari masyarakat siap mengelola potensi desa itu dan siap untuk menggandeng seluruh stake holder. Dengan adanya program pemerintah ini kita juga siap membantu mendampingi masyarakat desa dan mengelola spot spot itu, dan yang paling kita tekankan adalah partisipasi masyarakat, sebab kalau tanpa partisipasi masyarakat, perencanaan itu tidak ada gunanya itu,”tegas Dahlan.
Dikatakannya,”Potensi yang dikembangkan terhadap ke empat desa tersebut saat ini mereka sedang mengembangkan potensi berupa Agrowisata, homestay pasar desa, kerajinan perdagangan perdagangan umum, hingga kerajinan gerabah. Dahlan mengatakan,”kita juga nanti akan menciptakan satu model home industri dari hasil kreativitas masyarakat, namun mereka kurang pendampingan saja. Dalam pelatihan ini yang dilakukan adalah penekanan yang intensif dan partisipatif dalam penyusunan perencanaan desa karena dari diskusi yang berkembang ini adalah kurangnya partisipasi masyarakat karena mungkin salah satu penyebab adalah ego sektoral,”terangnya. Banyak kebutuhan kebutuhan masyarakat yang tidak terakomodir karena kepentingan ini harus kita pangkas jangan sampai ada kepentingan kepentingan itu lagi karena kita memikirkan kebutuhan masyarakat secara umum
Artinya kalau bicara tentang kebutuhan masyarakat umum, semua hasil pengelolaan itu untuk kepentingan masyarakat. Kami dari Balilatfo siap membantu,”kami hanya tinggal menunggu data saja. Adapun jenis jenis bantuan selain pelatihan itu berupa infrastruktur, homestay bantuan modal untuk Bumdes dan juga unit unit usaha untuk kebutuhan masyarakat. Harapan kami,”pelatihan ini bisa segera ditindaklanjuti oleh Kabupaten dalam arti bahwa pendampingan untuk 4 desa ini harus dimasukkan dalam perencanaan perencanaan daerah, dalam hal ini untuk peningkatan kapasitas terhadap Pokdarwis Pokdarwis yang sudah terbentuk sehingga untuk keberlanjutannya kita dari pusat hanya membantu apa yang belum bisa dilakukan oleh Pemerintah daerah. Terkait dengan Propinsi mereka juga ikut membantu dan mereka juga menganggarkan untuk Desa Wisata jika mengacu kepada Kepmendesa PDTT No : 126/tahun 2017 tentang pembangunan pedesaan itu ada 17 ribu desa salah satunya itu ditiga Propinsi termasuk di Propinsi NTB. Untuk Kabupaten Lombok timur baru 25 desa yang ditetapkan menjadi Desa wisata dari sekian banyak Desa Wisata yang di SK kan di Propinsi NTB. Pelatihan yang diadakan Balilatfo di Lombok Timur terkonsentrasi di dua desa yakni Desa Masbagik Timur Kecamatan Masbagik yang ditangani oleh Tejo Pamungkas SE dan Saya sendiri sedangkan di Desa Tanjung Luar Kecamatan Jerowaru ditangani oleh Muhamad Arkan SE dan Luh Okariansi SE. Pelatihan yang digelar selama 4 hari ini akan berakhir hari Sabtu (hari ini-red),”imbuh Dahlan.(ADV/nr9)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4