Religi
NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Makam Astana memang sarat misteri. Namun belakangan muncul wacana, makam peninggalan kerajaan yang ada di Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang-Lombok Tengah ini, segera menemukan happy ending. Titik terang segera muncul, tidak lagi menjadi buah bibir yang penuh misteri dan cerita hoax.
Untuk mengungkap semua misteri ini, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kopang Rembiga melalui Kopang Rinjani Shelter (KRS), akan mendokumentasikannya melalui sebuah film dokumenter. Launching dimulainya pembuatan film berjudul
Makam Astana ini, digelar melalui syukuran sederhana di halaman komplek KRS,
Jl.Purbaya, Sempur, Jumat (13/9/2019). Hadir dalam gelaran syukuran ini, wakil bupati Lombok Tengah melalui Asisten III, Ketua DPRD, M.Tauhid, Ketua BPD dan Kepala Desa Kopang Rembiga, Babinsa, Toga-Toma serta seluruh anggota KRS hingga perwakilan Forum Desa Wisata “ DEWI “ Tastura Lombok Tengah.
Ketua Pokdarwis KRS, Lalu Sapta Setiawan dalam kata sambutannya mengatakan, “dalam rangka pembuatan film dokumenter ini, memang melalui jalan yang cukup melelahkan. Namun mengacu pada nawacita, kami bersama seluruh divisi yang ada, berusaha dan berinisiatif menggali segala potensi kearifan lokal yang ada, termasuk segala bukti monumentasi. Salah satu potensi itu kata Sapta adalah, Makam Astana.
“Kami ingin mengangkat Makam Astana sebagai bahan edukasi, pengurusan sejarah dan khasanah budaya, baik untuk masyarakat Kopang Rembige, maupun Lombok Tengah secara umum,” papar Sapta.
Sapta menceritaan awal mula pembutan film dokmenter Makam Astana ini. Bermula dari adanya keinginan Kemenpar RI bahwa, daerah diberikan peluang kepada semua komunitas yang konsen pada kesejarahan.
“Akhirnya kami sepakat untuk konsen pada Makam Astana ini. Dan alhamdulilah hari ini, kita gelar acara syukuran sebagai tanda dimulainya pembuatan film Makam Astana ini,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten III Pemkab Lombok Tengah, Idham Khalid, S.Pd, M.Pd mengemukakan, dirinya merasa bangga memiliki masyarakat yang sangat peduli untuk perkembangan dan kemajuan daerah. Salah satu kepedulian itu kata Idham adalah, pembuatan film dokumenter berjudul Makam Astana.
“Semoga semua menjadi tambahan motivasi untuk mempersembahkan yang terbaik bagi bumi Tastura,”tegas Idham.
Idham mengaku, kegiatan pembuatan film dokumenter ini, bertujuan untuk mengoptimalkan peran serta masyarakat dan pemerintah untuk menjadikan film sebagai media audio visual. Media visual ini, diharapkan sebagai wadah dalam mempromosian pariwisata dan seni budaya kepada masyarakat nasional maupun internasional.
Senada dengan Idham Khalid, Ketua DPRD Lombok Tengah, M.Tauhid, S,IP mengemukakan, selaku politisi yang bercokol dilembaga legislatif, pihaknya sangat apresiatif dan bangga khususnya kepada seluruh keluarga besar Pokdarwis KRS. Beralasan, karena mereka sudah turut berkiprah untuk mengangkat harkat desa Kopang Rembige sebagai desa wisata alternatif.
“Sudah saatnya kita sebagai warga Kopang Rembige untuk memajukan dunia pariwisata berkelanjutan,”aku politisi yang pernah melibatkan diri meramaikan pariwisata Senggigi ini. Menurut kader Partai Gerinda ini, sejatinya, pariwisata Senggigi dulu diramaikan dan dikembangkan oleh sebagian warga Kopang Rembige.
“Pak Asisten, saya juga dulu pelaku dari pariwisata yang ada di Senggigi, tapi ini sudah berlangsung lama, dan sekarang, Alhamdulillah, berkat SDM yang handal, sudah saatnya untuk mengemas satu produksi film dokumenter Makam Astana ini,” pinta Tauhid.
Hal lain yang diungkap Tauhid, pada bulan Oktober mendatang, ground breaking pembangunan Moto GP yang ada di Lombok Tengah, rencannya akan dihadiri Presiden Jokowi. Terhadap hal ini, Tauhid ingin tahu, sejauh mana kesiapan seluruh warga khususnya warga Lombok Tengah untuk menghadapi even internasional ini. Dapat dibayangkan, 150 ribu wisatawan yang akan datang. Namun dari sisi akomodasi, pihak hotel hanya mampu menampung sebanyak 40 ribu saja.
“Artinya, ada sisa yang cukup banyak yang belum terkamomodir untuk penginapan,” keluh Tauhid. Namun diakui, banyak kampung dan desa yang tengah membangun sektor pariwisata. Tujuan mereka adalah untuk menampung pengunjung yang secara khusus untuk menyaksikan Moto GP ini. Keluhan seperti itulah, Tauhid ingin menantang Pokdarwis KRS, bagaimana mengemas wisata desa Kopang Rembiga ini untuk menampung wisatawan yang datang.
Terkait dengan produksi film dokumenter Makam Astana, Tauhid mengaku, ini bukan pekerjaan main-main. Dengan kata dokumenter, berarti butuh legalitas, realitas, aktivitas serta bukti-bukti monumental dari segala sumber pendukung.
“Harus melalui perjalanan nyata, bukan cerita fiksi atau hal yang dibuat buat, sehingga produksi nyata ini bisa dijual dan bermanfaat bagi orang lain,” harap Tauhid seraya berpesan, bupati Lombok Tengah segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait penggarapan film documenter Makam Astana ini.
“Masak semua harus melalui DPRD, kalau SK itu urusan pemda. Yang jelas SK ini saya terima dari tangan Pak Asisten,” pinta Tauhid yang disambut aplaus meriah seluruh hadirin. Terpisah, Asisten III Idham Khalid menyatakan, akan berusaha mengurus SK yang dimaksud Taudid. Gunanya untuk melegitimasi
Hal yang sama, Kepala Desa (kades) Kopang Rembiga, Widianto menyatakan, respon dari Kemenpar untuk mendokumentasikan Makam Astana ini sangat prioritas. Hasil ini merupakan buah dari pembangunan pariwisata di Lombok Tengah yang gencar-gencarnya dibangun. Hal ini, berdampak dan Desa Kopang Rembige pun kena prioritas.
“Rasa lelah teman-teman Pokdarwis terbayar sudah, sedikit demi sedikit ada hasil, Alhamdulillah,” kata kades yang piawai berbahasa Jepang ini.
Usai acara seremoni, dilanjutkan dengan syukuran dalam bentuk potong nasi tumpeng. Diawali, tumpeng oleh Ketua Pokdarwis KRS diberikan kepada Asisten III, Idham Khalid. Dilanjutkan dengan potogan tumpeng dari Ketua Divisi Paiwisata kepada Kades Kopang Rembige dan terakhir, tumpeng dari Ketua DPRD, M.Tauhid diberikan kepada sutradara film dokumenter Makam Astana, Ahmada Siladandi.(NRNews/LPA)
Makam Astana Didokumentasikan Melalui Film Dokumenter
![]() |
| Photo : Situs Sejarah lokal/Makam Astana Kopang Rembiga Lombok Tengah |
Untuk mengungkap semua misteri ini, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kopang Rembiga melalui Kopang Rinjani Shelter (KRS), akan mendokumentasikannya melalui sebuah film dokumenter. Launching dimulainya pembuatan film berjudul
Makam Astana ini, digelar melalui syukuran sederhana di halaman komplek KRS,
![]() |
| M. Tauhid (baju Merah) Ketua DPRD Loteng |
Ketua Pokdarwis KRS, Lalu Sapta Setiawan dalam kata sambutannya mengatakan, “dalam rangka pembuatan film dokumenter ini, memang melalui jalan yang cukup melelahkan. Namun mengacu pada nawacita, kami bersama seluruh divisi yang ada, berusaha dan berinisiatif menggali segala potensi kearifan lokal yang ada, termasuk segala bukti monumentasi. Salah satu potensi itu kata Sapta adalah, Makam Astana.
“Kami ingin mengangkat Makam Astana sebagai bahan edukasi, pengurusan sejarah dan khasanah budaya, baik untuk masyarakat Kopang Rembige, maupun Lombok Tengah secara umum,” papar Sapta.
![]() |
| HL.Idham Halid/Asisten 3 |
“Akhirnya kami sepakat untuk konsen pada Makam Astana ini. Dan alhamdulilah hari ini, kita gelar acara syukuran sebagai tanda dimulainya pembuatan film Makam Astana ini,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten III Pemkab Lombok Tengah, Idham Khalid, S.Pd, M.Pd mengemukakan, dirinya merasa bangga memiliki masyarakat yang sangat peduli untuk perkembangan dan kemajuan daerah. Salah satu kepedulian itu kata Idham adalah, pembuatan film dokumenter berjudul Makam Astana.
“Semoga semua menjadi tambahan motivasi untuk mempersembahkan yang terbaik bagi bumi Tastura,”tegas Idham.
Idham mengaku, kegiatan pembuatan film dokumenter ini, bertujuan untuk mengoptimalkan peran serta masyarakat dan pemerintah untuk menjadikan film sebagai media audio visual. Media visual ini, diharapkan sebagai wadah dalam mempromosian pariwisata dan seni budaya kepada masyarakat nasional maupun internasional.
![]() |
| L. Sapta Setiawan/Ketua KRS |
“Sudah saatnya kita sebagai warga Kopang Rembige untuk memajukan dunia pariwisata berkelanjutan,”aku politisi yang pernah melibatkan diri meramaikan pariwisata Senggigi ini. Menurut kader Partai Gerinda ini, sejatinya, pariwisata Senggigi dulu diramaikan dan dikembangkan oleh sebagian warga Kopang Rembige.
“Pak Asisten, saya juga dulu pelaku dari pariwisata yang ada di Senggigi, tapi ini sudah berlangsung lama, dan sekarang, Alhamdulillah, berkat SDM yang handal, sudah saatnya untuk mengemas satu produksi film dokumenter Makam Astana ini,” pinta Tauhid.
![]() |
| Widianto Kades Kopang |
“Artinya, ada sisa yang cukup banyak yang belum terkamomodir untuk penginapan,” keluh Tauhid. Namun diakui, banyak kampung dan desa yang tengah membangun sektor pariwisata. Tujuan mereka adalah untuk menampung pengunjung yang secara khusus untuk menyaksikan Moto GP ini. Keluhan seperti itulah, Tauhid ingin menantang Pokdarwis KRS, bagaimana mengemas wisata desa Kopang Rembiga ini untuk menampung wisatawan yang datang.
Terkait dengan produksi film dokumenter Makam Astana, Tauhid mengaku, ini bukan pekerjaan main-main. Dengan kata dokumenter, berarti butuh legalitas, realitas, aktivitas serta bukti-bukti monumental dari segala sumber pendukung.
“Harus melalui perjalanan nyata, bukan cerita fiksi atau hal yang dibuat buat, sehingga produksi nyata ini bisa dijual dan bermanfaat bagi orang lain,” harap Tauhid seraya berpesan, bupati Lombok Tengah segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait penggarapan film documenter Makam Astana ini.
“Masak semua harus melalui DPRD, kalau SK itu urusan pemda. Yang jelas SK ini saya terima dari tangan Pak Asisten,” pinta Tauhid yang disambut aplaus meriah seluruh hadirin. Terpisah, Asisten III Idham Khalid menyatakan, akan berusaha mengurus SK yang dimaksud Taudid. Gunanya untuk melegitimasi
Hal yang sama, Kepala Desa (kades) Kopang Rembiga, Widianto menyatakan, respon dari Kemenpar untuk mendokumentasikan Makam Astana ini sangat prioritas. Hasil ini merupakan buah dari pembangunan pariwisata di Lombok Tengah yang gencar-gencarnya dibangun. Hal ini, berdampak dan Desa Kopang Rembige pun kena prioritas.
“Rasa lelah teman-teman Pokdarwis terbayar sudah, sedikit demi sedikit ada hasil, Alhamdulillah,” kata kades yang piawai berbahasa Jepang ini.
Usai acara seremoni, dilanjutkan dengan syukuran dalam bentuk potong nasi tumpeng. Diawali, tumpeng oleh Ketua Pokdarwis KRS diberikan kepada Asisten III, Idham Khalid. Dilanjutkan dengan potogan tumpeng dari Ketua Divisi Paiwisata kepada Kades Kopang Rembige dan terakhir, tumpeng dari Ketua DPRD, M.Tauhid diberikan kepada sutradara film dokumenter Makam Astana, Ahmada Siladandi.(NRNews/LPA)





Posting Komentar