pendidikan
NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK BARAT-NTB. Adanya dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan di SMKN 1 Kuripan Kabupaten Lombok Barat beberapa waktu lalu telah mencuat ke permukaan, di dibenarkan oleh L Tajudin S.Pd selaku Kepala Sekolah SMKN 1 Kuripan kepada wartawan baru baru ini. Dikatakan Tajudin itu dilakukan karena kami tidak
punya sumber anggaran yang cukup untuk menggaji 29 orang Pegawai tidak tetap (PTT) dengan besaran honor mereka sejumlah 18 jutaan setiap bulannya. Kami
lakukan itu atas kesepakatan komite dengan wali murid penerima bantuan dengan jumlah pungutan telah disepakati sebesar Rp 70. 000 persiswa. Namun setelah adanya teguran dari Kepala dinas Dikbud Provinsi NTB,
kami tidak lagi melakukan pungutan tersebut,” sambung Tajudin.Walau kami tidak lagi melakukannya. dikhawatirkan masalah baru akan muncul, kami terpaksa harus merumahkan para PTT tersebut, karena tidak ada sumber penganggaran untuk menggaji mereka, padahal keberadaan mereka juga sangat kami butuhkan. Saya gak bisa bayangkan kalau kami tidak punya penjaga malam disekolah ini, maka ancaman keamanan sekolah sangat kami khawatirkan, kalau itu terjadi maka proses belajar mengajar pasti akan terganggu,”ungkap Tajudin.
Sementara menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB H. Rusman SH. MH membenarkan kalau dirinya telah mendapatkan laporan tentang adanya dugaan pungutan liar di SMKN 1 Kuripan, memang kami telah mendapatkan laporan dan kamipun telah melakukan teguran supaya praktek pungli itu dihentikan. Kami telah mewanti wanti semua sekolah untuk tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun terhadap siswa penerima bantuan beasiswa ( KIP ) dan bantuan lainnya kami akan memberikan sanksi tegas. Meskipun ada kesepakatan antara komite dengan wali murid itu tidak akan menggugurkan aturan yang sudah ada. Kalau praktek itu dilakukan lagi maka pasti kami akan memberikan sanksi sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku,” tegas H.Rusman.
( NRNews/ FTH)
Penghentian Pungli di SMKN 1 Kuripan Menimbulkan Masalah Baru
NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK BARAT-NTB. Adanya dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan di SMKN 1 Kuripan Kabupaten Lombok Barat beberapa waktu lalu telah mencuat ke permukaan, di dibenarkan oleh L Tajudin S.Pd selaku Kepala Sekolah SMKN 1 Kuripan kepada wartawan baru baru ini. Dikatakan Tajudin itu dilakukan karena kami tidak
![]() |
| H.Rusman |
kami tidak lagi melakukan pungutan tersebut,” sambung Tajudin.Walau kami tidak lagi melakukannya. dikhawatirkan masalah baru akan muncul, kami terpaksa harus merumahkan para PTT tersebut, karena tidak ada sumber penganggaran untuk menggaji mereka, padahal keberadaan mereka juga sangat kami butuhkan. Saya gak bisa bayangkan kalau kami tidak punya penjaga malam disekolah ini, maka ancaman keamanan sekolah sangat kami khawatirkan, kalau itu terjadi maka proses belajar mengajar pasti akan terganggu,”ungkap Tajudin.
![]() |
| L. Tajudin |
( NRNews/ FTH)


Posting Komentar