24 C
id

POLTEKPAR LOMBOK Gelar Sosialisasi Sadar Wisata bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha di KEK Mandalika



Sekda Lombok Tengah HM. Nursiah S.Sos M.Si dan Doktor Hamsu Hanafi Direktur Poltekpar Lombok Photo bersama dengan peserta pelatihan
NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Politeknik Pariwisata Lombok menggelar acara sosialisasi sadar wisata bagi masyarakat dan para pelaku usaha pariwisata di kawasan penyangga destinasi super prioritas KEK Mandalika
Acara yang dilaksanakan selama satu hari di DMAX Hotel Selasa (26/11) tersebut dihadiri oleh Doktor Hamsu Hanafi Direktur Poltekpar Lombok, HM. Nursiah S.Sos M.Si Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Narasumber serta sekitar 50 orang para pelaku usaha serta masyarakat di kawasan penyangga KEK Kuta Mandalika dan Lingkar Bandara Internasional Lombok.

Dalam sambutannya Sekda mengatakan,” kegiatan sosialisasi ini sangat relevan
dengan kebutuhan kita di Lombok Tengah dalam rangka mendukung dan mengembangkan pariwisata. Selain itu  kegiatan ini berguna untuk meningkatkan pengembangan SDM dalam konteks dimana kita harus memiliki wawasan pengalaman dan ilmu sebagai masyarakat Lombok Tengah dalam menyambut dan mengisi kegiatan kegiatan pariwisata.

Dikatakan Nursiah," untuk kebijakan pengembangan pariwisata yang paling dekat dengan pengembangan ruang pariwisata yang obyeknya adalah destinasi wisata kita yakni Perda No : 7 tahun 2011 terkait rencana tentang ruang wilayah. Kalau KEK Mandalika sudah mempunyai master plan itu ada RTRW yang mengatur. Dicontohkan Sekda sebelumnya seperti tambang emas di Desa Prabu itu sudah ditutup karena dianggap ilegal, karena pemilik tanah tidak mengizinkan penggarapnya untuk melakukan eksploitasi tambang.

Namun setelah itu kesadaran mereka sudah mulai tumbuh dengan baik begitu juga SDM nya, disana ada kata sadar wisata, tapi kalau kita
mau merusak mungkin akan terjadi sebaliknya, jika kata sadar itu tidak dimiliki, lalu bagaiman kita bisa menumbuhkan kesadaran sehingga kita punya hati pikiran ucapan tindakan untuk mendukung pariwisata Lombok Tengah," ujarnya. Kalau kita ditanya siap mendukung dijawab mendukung
 Jika ditanya siap ya dijawab siap. Ditanya sadar ya sadar kata Sekda mencontohkan. Namun untuk menjaga kesadaran, menurut saya adalah harus menjadi orang Lombok Tengah yang merasa memiliki Lombok Tengah dengan segala potensi pariwisatanya. Tetapi kalau tidak merasa seperti itu maka kata sadar tidak akan pernah terwujud untuk mendukung pariwisata,”tegas Nursiah.

Nursiah mengungkapkan, sebelumnya saya pernah diundang oleh Direktur Poltekpar, yakni pada salah satu moment saat prakteknya siswa dalam mengelola restauran, ternyata mereka bisa mengaktualisasikan diri dengan baik, mulai dari penampilan sikapnya
makanannya dan juga etika penyajiannya sangat baik, beda halnya ketika saya pernah masuk ke salah satu restaurant, tiba tiba pelayannya langsung bertanya,” pesan apa pak, kopi, teh. Itu salah satunya sikap yang sudah salah, nanyanya salah, lalu bagaimana tamu mau nyaman kalau kurang memiliki etika yang simpatik dalam melayani tamu. Itu harus kita perbaiki,” terang Nursiah.

Khusus untuk pengelola Homestay dan pedagang asongan, diketahui bahwa dengan kebijakan pusat dan Kabupaten, banyak desa wisata yang dibangunkan homestay oleh kemenpar dan kementrian desa, itu harus dikelola dengan baik, jika manajemen dan servicenya bagus tamu akan datang dengan menyenangkan. Sementara sekarang desa desa seperti berlomba lomba melakukan pencanangan desa wisata, kendati demikian salah satu yang patut diapresiasi adalah mengenai keberadaan Forum Desa Wisata di Lombok Tengah Alhamdulillah, itu menandakan perkembangan yang luar biasa," puji Sekda.

Tetapi yang penting adalah bagaimana kita dalam mendesain desa wisata, tentu dengan variabel variabel yang melekat dengan kondisi desa itu, kita harus siap berubah dan melaksanakan pemberdayaan dan melibatkan partisipasi masyarakat, jangan hanya mau disuapi saja, ibarat kita diberi pancing dan kita harus memancing sendiri ikannya, kata Sekda.

Sementara menurut Direktur Poltekpar
Lombok, Doktor Hamsu Hanafi mengatakan,” maksud dan tujuan diadakannya sosialisasi ini adalah bermula dengan pemberian dukungan terhadap 5 destinasi wisata super prioritas oleh kementrian pariwisata yakni Danau Toba, Borobudur, KEK Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang Minahasa Utara Sulawesi Utara. Karena universitas mendesak maka kita diminta melakukan kegiatan berupa pemberian pelatihan kepada masyarakat disekitar KEK Kuta Mandalika dan desa desa wisata penyangga sekitarnya, hingga bagaimana kita bisa mensosialisasikan pentingnya sadar wisata dan melaksanakan konsep sapta pesona,” kata Hamsu Hanafi.

Selain itu tidak kalah pentingnya yakni bagaimana menambah kemampuan bagi para pegiat wisata misalnya seperti pengelola Homestay, pelaku UKM dan juga stake holder lainnya dalam rangka menyambut Motto GP 2021 mendatang di Sirkuit KEK Kuta Mandalika. Pada pelatihan kali ini hanya bersipat penambahan saja karena sebelumnya kami sudah melakukannya beberapa kali di Mandalika sebelumnya, seperti pelatihan dalam memberikan pelayanan excelent service kepada tamu yang akan berkunjung kesana. Itu semua kita berikan pelatihan terhadap stake holder yang ada di Kuta Mandalika,"jelasnya.

Kembali pada tujuan pelatihan ini adalah memberikan kemampuan pemahaman pada masyarakat yang berdomisili disekitar destinasi super prioritas KEK Mandalika dan kepada pengelola atau pengusaha pariwisata. Adapun upaya
pendampingannya kami akan melakukan pelatihan pelatihan setiap tahunnya. Dan sebelumnya kami sudah bertemu 6 perguruan tinggi dibawah Kementrian Pariwisata guna membicarakan pola pelatihan yang akan diberikan kepada masyarakat disekitar destinasi wisata sebab kalau menunggu para alumni kami, itu memerlukan waktu yang lama dan sangat terbatas.
Makanya tadi sebelum pelatihan kami selektif mengecek pendataan pada registrasi bagi para peserta yang ikut adalah mereka atau masyarakat yang memang sudah diprioritaskan seperti pedagang asongan, pengelola Homestay dan juga bagi para pelaku UKM dan pelaku pelaku usaha jasa pariwisata lainnya, misalnya seperti sopir sopir taxi, kami juga memberikan mereka pelatihan dan sosialisasi sadar wisata. Kami harus selektif melibatkan masyarakat agar benar benar tepat sasaran, kami tidak mau mereka hanya datang, registrasi isi absen lalu duduk duduk saja.
Dan alhamdulillah dalam moment kali ini kami bisa menghadirkan pak Sekda agar beliau mengetahui tentang kegiatan kami dalam melaksanakan program pelatihan sadar wisata kepada masyarakat, agar bisa  bersinergi dengan semua pihak sesuai dengan harapan kita semua,” kata Hamsu Hanafi.( NRNews29)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4