Lombok Barat
NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK BARAT-NTB. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidoarjo-Jawa Timur dan Forkopimda Lombok Barat, Jumat (26/12/2019) menggelar pertemuan. Pertemuan bertajuk Rapat Kerja Terpadu ini membahas seputar keamanan dan kenyamanan kedua daerah.
Bupati Sidoarjo, H.Saiful Illah dalam kata perkenalannya menyatakan, kehadirannya di Lombok Barat, selain bersilaturahmi dan bersilaturahim, pihaknya bersama seluruh anggota Forkopimda, ingin membagi informasi terkait keamanan dan kenyamanan daerah.
“Saya kira masyarakat Kabupaten Lombok Barat dan Sidoarjo sama, hampir tidak pernah terjadi komplikasi. Karena itu kami terkesan dengan Lombok Barat terutama di pantai Senggigi yang rada-rada romantis,” puji Saiful Illah sebelum memperkenalkan seluruh anggota Forkopimda, Wakil Bupati, Ketua DPRD dan perangkat lingkup Bakesbangpol Sidoarjo.
Menurut Saiful Illah, anggota Forkopimda Sidoarjo seluruhnya hadir. Demikian pula jajaran Badan Kesbangpol dari Kepala Badan, sekretaris, Kabid dan Kasubbit dinyatakan hadir semua. Namun bagi Saiful, ingin berlama-lama di Senggigi, tapi karena banyak kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, pada hari itu juga Bupati harus kembali ke Sidoarjo, sementara Forkopimda dan jajaran Bakesbangpol akan menikmati kenyamanan Hotel Seraton di Senggigi sampai 2-3 hari ke depan.
Di tempat yang sama, Bupati Lombok Barat, H.Fauzan Khalid dalam kata penerimaannya mengungkapkan, atas nama pemerintah kabupaten Lombok Barat menyampaikan terima kasih atas kunjungan silaturahim dan silaturahmi ini. Bupati juga menyatakan bangga, karena seluruh anggota forkopimda lengkap hadir, termasuk Bupati, Wakil Bupati, ketua DPRD.
“Ini sebenarnya cerminan dan pelajaran yang patut dipetik. Namun pada pertemuan ini anggota forkopimda Lombok Barat tidak semua bisa hadir karena tugas yang tidak bisa ditinggalkan,” sebut Bupati seraya menceritakan musibah yang dialami Dandim Lombok Barat yang jatuh saat bersepeda.
“Kalau pak Dandim dua kali jatuh dari sepeda, saya belum jenguk beliau, katanya dibagian wajah ada luka dan dijahit,” sambung Bupati sekaligus memperkenalkan masing-masing angota forkopimda Lombok Barat.
Ditambahkan, masyarakat Lombok Barat dan Sidoarjo sebenarnya sama, perlu membutuhkan fluralitas. Tetapi prikehiduan sehari-hari masyarakat sangat damai. Secara khusus di Lombok Barat, secara komposisi agama mayoritas Islam, hampir 92 persen. Hindu seitar 6 persen dan sisanya agama lain.
“Di Lombok Barat tidak ada gereja, kalaupun ada umat nasrani, mereka melakukan kebaktian ke Mataram, namun terlepas dari itu, semua suasana damai sangat terasa, kalaupun ada itu cuma karena ketidakpuasan, tapi tidak menjurus ke komplik komplik besar seperti di China” kata Bupati.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Lombok Barat, Hj.Nurhidayah menyebut, sebagai mitra kerja antara eksekutif-legislatif diakui sangat harmonis. Ini karena saling mengisi kebutuhan masing-masing.
“Kalau eksekutif butuh kita setujui demikian juga jika kami (legislatif) butuh, ya harus ada win-win solution,” kata Nurhidayah.
Dari pertemuan Rapat Kerja Terpadu ini, ada beberapa kesimpulan yang dapat dipetik. Salah satunya adalah, komunikasi dan saling memahami kebutuhan eksekutif dan legislatif. Hal lain permasalahan yang disimpulkan adalah, terkait peminjaman finansial Lombok Barat sebesar Rp 150 M, masalah PJU dan peningkatan status kelas RSUD dari tipe C ke B. (NRNews/LPA)
Forkopimda Sidoarjo - Lobar Bahas Keamanan dan Kenyamanan Daerah
![]() |
| Photo : ertemuan bertajuk rapat kerja terpadu Forkopinda Kabupaten Lobar NTB dan Sidoarjo Jawa Timur |
Bupati Sidoarjo, H.Saiful Illah dalam kata perkenalannya menyatakan, kehadirannya di Lombok Barat, selain bersilaturahmi dan bersilaturahim, pihaknya bersama seluruh anggota Forkopimda, ingin membagi informasi terkait keamanan dan kenyamanan daerah.
“Saya kira masyarakat Kabupaten Lombok Barat dan Sidoarjo sama, hampir tidak pernah terjadi komplikasi. Karena itu kami terkesan dengan Lombok Barat terutama di pantai Senggigi yang rada-rada romantis,” puji Saiful Illah sebelum memperkenalkan seluruh anggota Forkopimda, Wakil Bupati, Ketua DPRD dan perangkat lingkup Bakesbangpol Sidoarjo.
Menurut Saiful Illah, anggota Forkopimda Sidoarjo seluruhnya hadir. Demikian pula jajaran Badan Kesbangpol dari Kepala Badan, sekretaris, Kabid dan Kasubbit dinyatakan hadir semua. Namun bagi Saiful, ingin berlama-lama di Senggigi, tapi karena banyak kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, pada hari itu juga Bupati harus kembali ke Sidoarjo, sementara Forkopimda dan jajaran Bakesbangpol akan menikmati kenyamanan Hotel Seraton di Senggigi sampai 2-3 hari ke depan.
Di tempat yang sama, Bupati Lombok Barat, H.Fauzan Khalid dalam kata penerimaannya mengungkapkan, atas nama pemerintah kabupaten Lombok Barat menyampaikan terima kasih atas kunjungan silaturahim dan silaturahmi ini. Bupati juga menyatakan bangga, karena seluruh anggota forkopimda lengkap hadir, termasuk Bupati, Wakil Bupati, ketua DPRD.
“Ini sebenarnya cerminan dan pelajaran yang patut dipetik. Namun pada pertemuan ini anggota forkopimda Lombok Barat tidak semua bisa hadir karena tugas yang tidak bisa ditinggalkan,” sebut Bupati seraya menceritakan musibah yang dialami Dandim Lombok Barat yang jatuh saat bersepeda.
“Kalau pak Dandim dua kali jatuh dari sepeda, saya belum jenguk beliau, katanya dibagian wajah ada luka dan dijahit,” sambung Bupati sekaligus memperkenalkan masing-masing angota forkopimda Lombok Barat.
Ditambahkan, masyarakat Lombok Barat dan Sidoarjo sebenarnya sama, perlu membutuhkan fluralitas. Tetapi prikehiduan sehari-hari masyarakat sangat damai. Secara khusus di Lombok Barat, secara komposisi agama mayoritas Islam, hampir 92 persen. Hindu seitar 6 persen dan sisanya agama lain.
“Di Lombok Barat tidak ada gereja, kalaupun ada umat nasrani, mereka melakukan kebaktian ke Mataram, namun terlepas dari itu, semua suasana damai sangat terasa, kalaupun ada itu cuma karena ketidakpuasan, tapi tidak menjurus ke komplik komplik besar seperti di China” kata Bupati.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Lombok Barat, Hj.Nurhidayah menyebut, sebagai mitra kerja antara eksekutif-legislatif diakui sangat harmonis. Ini karena saling mengisi kebutuhan masing-masing.
“Kalau eksekutif butuh kita setujui demikian juga jika kami (legislatif) butuh, ya harus ada win-win solution,” kata Nurhidayah.
Dari pertemuan Rapat Kerja Terpadu ini, ada beberapa kesimpulan yang dapat dipetik. Salah satunya adalah, komunikasi dan saling memahami kebutuhan eksekutif dan legislatif. Hal lain permasalahan yang disimpulkan adalah, terkait peminjaman finansial Lombok Barat sebesar Rp 150 M, masalah PJU dan peningkatan status kelas RSUD dari tipe C ke B. (NRNews/LPA)

Posting Komentar