pendidikan
NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Di ruang Amphiteather Gedung Rektorat, Poltekpar Lombok bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat menggelar kompetisi bisnis inkubator pada hari Sabtu (21/12). Ini adalah salah satu bagian dari empat rangkaian acara yang dilaksanakan selama 3 hari, mulai dari 20 Desember sampai dengan 22 Desember. Peserta yang hadir dari perwakilan SMK dan MAN Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Timur. Dan juga perwakilan dari mahasiswa Poltekpar Lombok sendiri ungkap Dr. Farid Said, M.Pd (Wakil Direktur Poltekpar).
Bisa dikatakan lomba ini sudah bertarap nasional karena juri yang diundang
merupakan salah satu pejabat aselon 2 LIPI Pusat Dr. Sri Sunarti Purwaningsih, MA (Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan), Yuvencia Yunita perwakilan dari Sustainable Tourism Education Development (STED) Swisscontact Lombok, dan beberapa juri lainnya dari industri pariwisata.
Para peserta menuangkan ide kreatifnya yang kemudian dipresentasikan di depan juri. Lomba ini juga mengajak peserta untuk berpikir kreatif dan berinovasi dalam menciptakan sebuah bentuk bisnis masa depan yang menjanjikan. Mereka bahkan dapat membuat sebuah ide bisnis yang melebihi espektasi juri," kata Sri Sunarti dari LIPI.
Kekompakan dan kreatifitas dalam team work sangat menentukan. Setiap tim diberikan waktu selama 5 menit untuk
menjelaskan projeknya. 6 tim terbaik kemudian melakukan presentasi di depan para juri dan menjawab pertanyaan selama 10 menit. Dari sesi ini terpilihlah Bismillah Group, Monelt Kreatif MAN 1 Lotim, S Group, Vegabon Mantul Poll, O2 dan Ex NIC Group. Dari keenam tim, Bismillah Group berhasil menduduki peringkat pertama yaitu bisnis berbasis paket tur untuk anak-anak. Lalu diikuti oleh MAN 1 Lotim yang mendapatkan juara ke-2 dengan ide kreatifnya yaitu makanan zipang yang berasal dari singkong.
Lomba seperti ini sangat bagus untuk diadakan," kata Dr.H. Hamsu Hanafi MM.
selaku Direktur Poltekpar Lombok, karena selain memotivasi siswa didik lewat kompetisi, juga membangun kerjasama yang baik dalam tim bagaimana menciptakan sebuah gagasan bisnis yang kreatif sesuai tuntutan jaman. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita bisa mengukur potensi mahasiswa dalam membuat sebuah konsep bisnis. Kami juga dituntut untuk menciptakan 10 persen dari lulusan Poltekpar Lombok menjadi enterpreneurship," imbuhnya. (NRNews/29)
Poltekpar Lombok dan LIPI Gelar Kompetisi Bisnis Inkubator Level Nasional
![]() |
| Photo : Agustin Sasongkowati, Lukman Ahmadi, ( juri dari industri pariwisata ) Surayyal Hizmi ( pemandu acara ) |
Bisa dikatakan lomba ini sudah bertarap nasional karena juri yang diundang
merupakan salah satu pejabat aselon 2 LIPI Pusat Dr. Sri Sunarti Purwaningsih, MA (Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan), Yuvencia Yunita perwakilan dari Sustainable Tourism Education Development (STED) Swisscontact Lombok, dan beberapa juri lainnya dari industri pariwisata.
Para peserta menuangkan ide kreatifnya yang kemudian dipresentasikan di depan juri. Lomba ini juga mengajak peserta untuk berpikir kreatif dan berinovasi dalam menciptakan sebuah bentuk bisnis masa depan yang menjanjikan. Mereka bahkan dapat membuat sebuah ide bisnis yang melebihi espektasi juri," kata Sri Sunarti dari LIPI.
Kekompakan dan kreatifitas dalam team work sangat menentukan. Setiap tim diberikan waktu selama 5 menit untuk
menjelaskan projeknya. 6 tim terbaik kemudian melakukan presentasi di depan para juri dan menjawab pertanyaan selama 10 menit. Dari sesi ini terpilihlah Bismillah Group, Monelt Kreatif MAN 1 Lotim, S Group, Vegabon Mantul Poll, O2 dan Ex NIC Group. Dari keenam tim, Bismillah Group berhasil menduduki peringkat pertama yaitu bisnis berbasis paket tur untuk anak-anak. Lalu diikuti oleh MAN 1 Lotim yang mendapatkan juara ke-2 dengan ide kreatifnya yaitu makanan zipang yang berasal dari singkong.
Lomba seperti ini sangat bagus untuk diadakan," kata Dr.H. Hamsu Hanafi MM.
selaku Direktur Poltekpar Lombok, karena selain memotivasi siswa didik lewat kompetisi, juga membangun kerjasama yang baik dalam tim bagaimana menciptakan sebuah gagasan bisnis yang kreatif sesuai tuntutan jaman. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita bisa mengukur potensi mahasiswa dalam membuat sebuah konsep bisnis. Kami juga dituntut untuk menciptakan 10 persen dari lulusan Poltekpar Lombok menjadi enterpreneurship," imbuhnya. (NRNews/29)





Posting Komentar