Politik
Ketua DPC Hanura : 3 Koalisi Parpol Ini Tidak Boleh saling salip ditengah jalan atau dipengkolan
NURANIRAKYATNEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Ingin menang pada Pilkada Loteng mendatang, koalisi tiga parpol yakni Partai Hanura Nasdem dan PDIP yang diinisiasi oleh M. Samsul Qomar salah seorang mantan anggota DPRD Loteng yang juga sebagai kader Partai Demokrat, telah merapatkan barisan. Hal ini mereka wujudkan dengan melaksanakan langkah pemantapan yang dilakukan di Lesehan D’Bagren Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah, pada hari Rabu 8 Januari. Dengan tema jumpa pers bersama Wartawan Lombok Tengah
Hadir ditempat itu ketua Partai Hanura Muh. Fihirudin. S.Pd. kemudian Ketua PDIP Suhaimi SH sekaligus anggota DPRD Lombok Tengah 2 periode, kemudian hadir juga Sekretaris Partai Nasdem Akhmad Samsul Hadi dan Samsul Qomar dengan kapasitas sebagai ketua organisasi pemuda.
Dalam kesempatan tersebut mereka telah berikrar untuk menggalang kekuatan bersama yang dicetuskan melalui kesepakatan mereka membentuk koalisi tiga parpol untuk menyatukan persepsi guna memenangkan Pilkada Loteng mendatang.
Dikatakan Suhaimi, sebelumnya kami sudah melakukan pertemuan dengan ketua Nasdem, ketua Partai Hanura dan juga beberapa petinggi partai lainnya," terang Suhaimi. Dijelaskannya kesepakatan koalisi tersebut sudah dituangkan dalam bentuk kesepahaman bersama yang ditandatangani langsung oleh ketua Partai koalisi.
Dikatakan Suhaimi," Kami sadar segala keruwetan dan kerumitan terkait mimpi kami tentang bagaimana Lombok Tengah kedepan, siapa yang pantas membina dan merajut mimpi kami, hal itu sudah kami diskusikan secara panjang lebar pada seri pertemuan sebelumnya,” kata Suhaimi.
Pada surat kesepakatan koalisi yang ditandatangani diatas materai 6000 tersebut Dibacakan suhaimi, yang bertanda tangan dibawah ini kami atas nama DPC Partai Hati Nurani Rakyat, DPC Partai Nasionalis Demokrat ( Nasdem ) dan DPC PDIP dengan ini menyatakan bersepaham dan bersepakat untuk membangun koalisi bersama dalam menghadapi pemilihan kepala daerah serentak Lombok Tengah tahun 2020
Adapun kesepakatan dan kesepahaman ini melingkupi hal hal sebagai berikut Melakukan koordinasi dan konsolidasi terpimpin dalam proses rekrutment dan pengusungan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Lombok Tengah periode 2020 sd 2024. Kemudian mengedepankan prinsip keterbukaan dan kesantunan politik untuk menuju Lombok Tengah yang lebih baik.
Ditempat yang sama Fihirudin Ketua DPC Partai Hanura mengatakan, dalam rangka menyongsong Pilkada Lombok Tengah dimana partai partai besar sekarang ini sedang melakukan penjajakan, kami dari tiga partai koalisi, hari ini terakhir batas pendaftaran dan PDIP sudah selesai dari Nasdem juga sudah selesai tinggal menunggu hasil survei dan hari ini kita juga sudah bersepakat untuk bersama sama mengusung salah satu kandidat yang akan bertarung pada Pilkada mendatang
Ini menunjukkan keseriusan kita bersama bahwa kita menginginkan perubahan terhadap Lombok Tengah yang merupakan gerbang NTB agar betul betul menjadi daerah yang maju, bukan seperti sekarang ini yang masih menjadi nomor tiga dari bawah dari semua Kabupaten kota di NTB," kata Fihir.
Kepemimpinan saat ini kami menilai kurang berhasil dalam memajukan Lombok Tengah, bahkan 2 periode kepemimpinan Suhaili kami nilai kurang berhasil sehingga kita dari Partai Hanura membuka komunikasi terhadap semua kandidat khususnya Hanura bahwa kita akan bertarung, perlu diketahui koalisi ini bukan koalisi" sorak sorai bergembira atau Cherleader tapi ini adalah koalisi ingin menang
Harapan kedepan kita tetap solid tetap bersama, karena dalam kita kesepahaman ini sudah tertuang bahwa apapun Yang kita lakukan harus mengedepankan prinsip keterbukaan tidak ada yang saling salip ditengah jalan atau dipengkolan, satu keputusan kita ambil bersama sesuai dengan musyawarah dan mufakat," tandas Fihirudin Pria asal timur Desa Ganti perbatasan Dusun Sepakat Kecamatan Praya Timur ini
Dalam sesi tanya jawab bersama wartawan. Ketika mereka ditanya mengenai calon yang akan mendaftar pada koalisi itu apakah akan mengusung calon internal atau eksternal karena diketahui dari jumlah gabungan kursi ketiga koalisi parpol tersebut masih kurang memenuhi persyaratan jumlah kursi untuk mengusung calon ( Nasdem 3 kursi Hanura 3 kursi dan PDIP 1 Kursi ) atau hanya memiliki modal 7 kursi atau masih kurang 3 kursi untuk mencukupi persyaratan mengusung calon bupati dan wakil bupati.
Suhaimi mengatakan, diketahui calon kita dari berbagai Partai yamg mendaftar diketahui mereka mendaftar masih sendiri sendiri artinya mereka belum melakukan pendaftaran dengan cara berpasang pasangan, artinya semua rata rata mendaftar pada posisi bupati dan wakil Bupati. Pada koalisi ini bisa saja mereka akan didaftarkan berpasang pasangan
Mengenai jumlah 7 kursi yang dimiliki dalam koalisi 3 parpol ini diakui masih kurang 3 kursi untuk mencukupi persyaratan 10 kursi. Jumlah kursi kita sebenarnya 13 kursi tapi karena tidak hadir dan duduk bersama kita, parpol yang dimaksud, kami sepakat untuk sementara kami tidak akan memasukkan parpol tersebut pada koalisi ini meskipun dibelakang hari parpol tersebut akan ikut kami tidak mau menyebut karena perwakilan partai tersebut tidak hadir disini dikhawatirkan akan ada klaim nanti dari teman teman," intinya kita sudah miliki modal 13 kursi, kemungkinan bisa bertambah tapi kurang tidak bisa," kata Suhaimi optimis. Mengenai calon yang jelas kami akan mengusung calon dari luar," imbuhnya lagi.
Samsul Qomar yang menginisiasi pertemuan 3 parpol koalisi tersebut tidak banyak komentar ia hanya bersikap pasif dan sedikit umbar senyuman saja dalam pertemuan itu. (NRNews/29)
Kalahkan Lawan di Pilkada 2020 Nasdem Hanura PDIP Bangun Koalisi Permanen
![]() |
| Photo : kiri kanan. Sekretaris Partai Nasdem Akhmad Samsul Hadi, Suhaimi Ketua DPC PDIP, Fihirudin Ketua DPC Hanura dan M. Samsul Qomar Ketua Organisasi Pemuda (Inisiator Koalisi 3 Parpol) |
NURANIRAKYATNEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Ingin menang pada Pilkada Loteng mendatang, koalisi tiga parpol yakni Partai Hanura Nasdem dan PDIP yang diinisiasi oleh M. Samsul Qomar salah seorang mantan anggota DPRD Loteng yang juga sebagai kader Partai Demokrat, telah merapatkan barisan. Hal ini mereka wujudkan dengan melaksanakan langkah pemantapan yang dilakukan di Lesehan D’Bagren Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah, pada hari Rabu 8 Januari. Dengan tema jumpa pers bersama Wartawan Lombok Tengah
Hadir ditempat itu ketua Partai Hanura Muh. Fihirudin. S.Pd. kemudian Ketua PDIP Suhaimi SH sekaligus anggota DPRD Lombok Tengah 2 periode, kemudian hadir juga Sekretaris Partai Nasdem Akhmad Samsul Hadi dan Samsul Qomar dengan kapasitas sebagai ketua organisasi pemuda.
Dalam kesempatan tersebut mereka telah berikrar untuk menggalang kekuatan bersama yang dicetuskan melalui kesepakatan mereka membentuk koalisi tiga parpol untuk menyatukan persepsi guna memenangkan Pilkada Loteng mendatang.
Dikatakan Suhaimi, sebelumnya kami sudah melakukan pertemuan dengan ketua Nasdem, ketua Partai Hanura dan juga beberapa petinggi partai lainnya," terang Suhaimi. Dijelaskannya kesepakatan koalisi tersebut sudah dituangkan dalam bentuk kesepahaman bersama yang ditandatangani langsung oleh ketua Partai koalisi.
Dikatakan Suhaimi," Kami sadar segala keruwetan dan kerumitan terkait mimpi kami tentang bagaimana Lombok Tengah kedepan, siapa yang pantas membina dan merajut mimpi kami, hal itu sudah kami diskusikan secara panjang lebar pada seri pertemuan sebelumnya,” kata Suhaimi.
Pada surat kesepakatan koalisi yang ditandatangani diatas materai 6000 tersebut Dibacakan suhaimi, yang bertanda tangan dibawah ini kami atas nama DPC Partai Hati Nurani Rakyat, DPC Partai Nasionalis Demokrat ( Nasdem ) dan DPC PDIP dengan ini menyatakan bersepaham dan bersepakat untuk membangun koalisi bersama dalam menghadapi pemilihan kepala daerah serentak Lombok Tengah tahun 2020
Adapun kesepakatan dan kesepahaman ini melingkupi hal hal sebagai berikut Melakukan koordinasi dan konsolidasi terpimpin dalam proses rekrutment dan pengusungan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Lombok Tengah periode 2020 sd 2024. Kemudian mengedepankan prinsip keterbukaan dan kesantunan politik untuk menuju Lombok Tengah yang lebih baik.
Ditempat yang sama Fihirudin Ketua DPC Partai Hanura mengatakan, dalam rangka menyongsong Pilkada Lombok Tengah dimana partai partai besar sekarang ini sedang melakukan penjajakan, kami dari tiga partai koalisi, hari ini terakhir batas pendaftaran dan PDIP sudah selesai dari Nasdem juga sudah selesai tinggal menunggu hasil survei dan hari ini kita juga sudah bersepakat untuk bersama sama mengusung salah satu kandidat yang akan bertarung pada Pilkada mendatang
Ini menunjukkan keseriusan kita bersama bahwa kita menginginkan perubahan terhadap Lombok Tengah yang merupakan gerbang NTB agar betul betul menjadi daerah yang maju, bukan seperti sekarang ini yang masih menjadi nomor tiga dari bawah dari semua Kabupaten kota di NTB," kata Fihir.
Kepemimpinan saat ini kami menilai kurang berhasil dalam memajukan Lombok Tengah, bahkan 2 periode kepemimpinan Suhaili kami nilai kurang berhasil sehingga kita dari Partai Hanura membuka komunikasi terhadap semua kandidat khususnya Hanura bahwa kita akan bertarung, perlu diketahui koalisi ini bukan koalisi" sorak sorai bergembira atau Cherleader tapi ini adalah koalisi ingin menang
Harapan kedepan kita tetap solid tetap bersama, karena dalam kita kesepahaman ini sudah tertuang bahwa apapun Yang kita lakukan harus mengedepankan prinsip keterbukaan tidak ada yang saling salip ditengah jalan atau dipengkolan, satu keputusan kita ambil bersama sesuai dengan musyawarah dan mufakat," tandas Fihirudin Pria asal timur Desa Ganti perbatasan Dusun Sepakat Kecamatan Praya Timur ini
Dalam sesi tanya jawab bersama wartawan. Ketika mereka ditanya mengenai calon yang akan mendaftar pada koalisi itu apakah akan mengusung calon internal atau eksternal karena diketahui dari jumlah gabungan kursi ketiga koalisi parpol tersebut masih kurang memenuhi persyaratan jumlah kursi untuk mengusung calon ( Nasdem 3 kursi Hanura 3 kursi dan PDIP 1 Kursi ) atau hanya memiliki modal 7 kursi atau masih kurang 3 kursi untuk mencukupi persyaratan mengusung calon bupati dan wakil bupati.
Suhaimi mengatakan, diketahui calon kita dari berbagai Partai yamg mendaftar diketahui mereka mendaftar masih sendiri sendiri artinya mereka belum melakukan pendaftaran dengan cara berpasang pasangan, artinya semua rata rata mendaftar pada posisi bupati dan wakil Bupati. Pada koalisi ini bisa saja mereka akan didaftarkan berpasang pasangan
Mengenai jumlah 7 kursi yang dimiliki dalam koalisi 3 parpol ini diakui masih kurang 3 kursi untuk mencukupi persyaratan 10 kursi. Jumlah kursi kita sebenarnya 13 kursi tapi karena tidak hadir dan duduk bersama kita, parpol yang dimaksud, kami sepakat untuk sementara kami tidak akan memasukkan parpol tersebut pada koalisi ini meskipun dibelakang hari parpol tersebut akan ikut kami tidak mau menyebut karena perwakilan partai tersebut tidak hadir disini dikhawatirkan akan ada klaim nanti dari teman teman," intinya kita sudah miliki modal 13 kursi, kemungkinan bisa bertambah tapi kurang tidak bisa," kata Suhaimi optimis. Mengenai calon yang jelas kami akan mengusung calon dari luar," imbuhnya lagi.
Samsul Qomar yang menginisiasi pertemuan 3 parpol koalisi tersebut tidak banyak komentar ia hanya bersikap pasif dan sedikit umbar senyuman saja dalam pertemuan itu. (NRNews/29)

Posting Komentar