Lombok Barat
NURANIRAKYATNEWS. LOMBOK BARAT-NTB. Anggota DPRD Provinsi NTB dari Partai Gerindra, Nauvar F Farinduan menggelar reses di Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Rabu, (12/02/2020).
Reses ini dihadiri beberapa tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta masyarakat setempat.
Kekeringan masih menjadi problem serius masyarakat di Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Setiap tahun, masyarakat di desa ini selalu kekurangan air, terutama untuk lahan pertanian mereka.
Tahun lalu misalnya, puluhan hektar lahan padi kekurangan air karena tidak ada pasokan air. Akibatnya, banyak petani merugi.
Masyarakat membutuhkan sumur bor untuk mengatasi kebutuhan air terutama para petani,"kata Farin panggilan akrabnya usai melakukan reses.
Keluhan warga, Lanjut Ketua DPC Partai Gerindra ini soal pelayanan PDAM dimana air tidak lancar ditambah dengan biaya bulanan PDAM yang dirasakan sangat mahal. Hal ini
sudah lama terjadi di wilayah itu. Karena air PDAM kerap kali keruh. Bahkan selama musim kemarau, seringkali air tidak ada yang mengalir."ungkapnya.
Bahkan di bulan-bulan tertentu ini praktis tidak ada air mengalir. Namun tagihan air tetap dilakukan PDAM, bahkan ada beberapa warga yang tagihannya membengkak dengan nilai tidak wajar. “Kondisi ini menyebabkan warga tidak nyaman dan aman dalam menggunakan air PDAM,”jelas dia.
keluhan warga soal pelayanan PDAM ini sudah lama terjadi di wilayahnya. Karena air PDAM kerap kali keruh, kadang ada sampah dan pasir. Bahkan selama musim kemarau, sering kali air tidak ada yang mengalir. Bahkan di bulan-bulan tertentu ini praktis tidak ada air mengalir. Namun tagihan air tetap dilakukan PDAM, bahkan ada beberapa warga yang tagihannya membengkak dengan nilai tidak wajar. “Kondisi ini menyebabkan warga tidak nyaman dan aman dalam menggunakan air PDAM,”jelas dia. Keluhan terhadap pelayanan PDAM dimana air tidak lancar di tambah dengan biaya bulanan PDAM yang dirasakan sangat mahal tidak di imbangi dengan pelayanan.
Selain keluhan pelayanan PDAM masyarakat wilayah itu mengeluhkan kondisi sampah yang tidak tertangani oleh pemerintah daerah Lombok Barat, sehingga membutuhkan alternatif pemberdayaan penggelolaan sampah berbasis masyarakat." Sebagian besar masyarakat mengeluh tentang sampah yang belum bisa tertagani dengan dengan baik. Apa yang menjadi aspirasi masyarakat akan di perjuangkan ,"katanya seraya mengatakan masyarakat juga membutuhkan jembatan penghubung untuk akses antar desa. (NRNews/Man)
Farin Gelar Reses di Jembatan Kembar, Warga Keluh Kekeringan Hingga Jembatan Penghubung
![]() |
| Photo : Reses anggota DPR RI Nauvar F Farinduan di Desa Jembatan Kembar Kecamatan Lembar Lombok Barat |
Reses ini dihadiri beberapa tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta masyarakat setempat.
Kekeringan masih menjadi problem serius masyarakat di Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Setiap tahun, masyarakat di desa ini selalu kekurangan air, terutama untuk lahan pertanian mereka.
Tahun lalu misalnya, puluhan hektar lahan padi kekurangan air karena tidak ada pasokan air. Akibatnya, banyak petani merugi.
Masyarakat membutuhkan sumur bor untuk mengatasi kebutuhan air terutama para petani,"kata Farin panggilan akrabnya usai melakukan reses.
Keluhan warga, Lanjut Ketua DPC Partai Gerindra ini soal pelayanan PDAM dimana air tidak lancar ditambah dengan biaya bulanan PDAM yang dirasakan sangat mahal. Hal ini
sudah lama terjadi di wilayah itu. Karena air PDAM kerap kali keruh. Bahkan selama musim kemarau, seringkali air tidak ada yang mengalir."ungkapnya.
Bahkan di bulan-bulan tertentu ini praktis tidak ada air mengalir. Namun tagihan air tetap dilakukan PDAM, bahkan ada beberapa warga yang tagihannya membengkak dengan nilai tidak wajar. “Kondisi ini menyebabkan warga tidak nyaman dan aman dalam menggunakan air PDAM,”jelas dia.
keluhan warga soal pelayanan PDAM ini sudah lama terjadi di wilayahnya. Karena air PDAM kerap kali keruh, kadang ada sampah dan pasir. Bahkan selama musim kemarau, sering kali air tidak ada yang mengalir. Bahkan di bulan-bulan tertentu ini praktis tidak ada air mengalir. Namun tagihan air tetap dilakukan PDAM, bahkan ada beberapa warga yang tagihannya membengkak dengan nilai tidak wajar. “Kondisi ini menyebabkan warga tidak nyaman dan aman dalam menggunakan air PDAM,”jelas dia. Keluhan terhadap pelayanan PDAM dimana air tidak lancar di tambah dengan biaya bulanan PDAM yang dirasakan sangat mahal tidak di imbangi dengan pelayanan.
Selain keluhan pelayanan PDAM masyarakat wilayah itu mengeluhkan kondisi sampah yang tidak tertangani oleh pemerintah daerah Lombok Barat, sehingga membutuhkan alternatif pemberdayaan penggelolaan sampah berbasis masyarakat." Sebagian besar masyarakat mengeluh tentang sampah yang belum bisa tertagani dengan dengan baik. Apa yang menjadi aspirasi masyarakat akan di perjuangkan ,"katanya seraya mengatakan masyarakat juga membutuhkan jembatan penghubung untuk akses antar desa. (NRNews/Man)

Posting Komentar