24 C
id

Perlawanan Tiada Henti Masyarakat Lombok Tengah Melawan kesewenang Wenangan Pemprop NTB, " BIL HARGA MATI " !!!

Photo : Warga Lingkar Bandara rapatkan barisan persiapkan aksi besar" Tolak keras pergantian nama Bandara
Lalu Hizi : Semua Desa Lingkar Bandara Rapatkan Barisan Tolak Pergantian Nama BIL Menjadi Bizam

NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Perlawanan masyarakat Lombok Tengah yang menolak pergantian nama BIL menjadi BIZAM semakin bergemuruh.
Bagaimana tidak ? . Ratusan masa terdiri dari tokoh pemuda dan masyarakat wilayah Lingkar Bandara mulai mengadakan musyawarah untuk mengatur strategi. Tokoh pemuda dan masyarakat desa Ketare melebur bersama Gerakan Masyarakat Menolak Pergantian Nama Bandara yang dikoordinir oleh ketua Umum GERAM NTB Lalu Hizi.

Oleh karena itu pada press rellease yang diberikan kepada awak media. Lalu Hizi menyebutkan, bahwa di desa Ketare hari Rabu 12 Februari 2020, sekitar jam 14.30. Wita dihadiri ratusan orang perwakilan Desa L Bandara, Penujak, Tanak Awu, Ketare sendiri, Sengkol, Batujai, bahkan hadir juga tokoh-tokoh dari desa lainnya seperti Rembitan, Kawo, Stanggor,
mangkung, Bonder dll. Dalam pertemuan yang diinisiasi oleh beberapa tokoh di desa Ketare itu antara lain, Mamiq Tajudin, Mamiq Devi, Mamiq Dani dan beberapa tokoh juga dari Desa Rembitan Mamiq Ringgit, Sekdes Rembitan dan tokoh-tokoh muda lainnya dari beberapa perwakilan desa.

Dalam pertemuan itu pula hadir beberapa Tokoh LSM yang selama ini getol menyuarakan penolakan nama perubahan nama bandara, Lalu Hizzi Ketua LSM ALARM-NTB, Ikhsan Ramdani, FORMAPI-NTB, hadir pula beberapa delegasi dari LSM NTB BANGKIT. Mereka bersepakat untuk tetap konsisten menolak pergantian nama bandara, bahkan dalam waktu dekat, selesai acara Event Bau Nyale mereka berencana akan menggelar aksi Akbar yang akan melibatkan desa-desa se Lombok Tengah," jelas Hizi.

Dalam keterangannya, Lalu Hizzi yang ikut juga dalam pertemuan itu menyampaikan, " bahwa tidak benar desa-desa tersebut telah setuju dengan perubahan nama bandara, bahkan mereka berapi-api menyampaikan penolakan dengan teriakan BIL harga mati " dan mereka akan melawan kesewenang wenangan Pemprop atas pergantian nama Bandara. Lalu Hizzi juga menyampaikan bahwa "Akan ada pertemuan lanjutan untuk merumuskan pola pergerakan atau aksi,  agar tidak terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan, kita perlu mempunyai pola pergerakan yang tepat, karena mereka rata-rata ingin mengepung bandara bahkan sampai ada yang ingin menginap disana. Nah hal-hal yang seperti ini kita harus hindari, kecuali memang situasinya yang memaksa harus demikian" tandas Lalu Hizzi

Diakui juga oleh Koordinator umum Geram sekaligus Ketua ALARM-NTB ini, bahwa masyarakat Lombok Tengah khususnya masyarakat desa lingkar bandara masih sangat solid dan kompak mempertahankan nama BIL atau LIA dan menolak nama BIZAM.

" Jadi Pemprov dan pihak Angkasa Pura hendaknya jangan membandel dan memaksakan kehendak merubah nama bandara, karena akan berpotensi konflik yang sangat besar, tentu akan menjadi preseden buruk bagi pemerintah Pemprov NTB," tegas Lalu Hizzi.(NRNews29)
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4