24 C
id

BPS NTB; IPM Lotim 2019 Urutan Sembilan

Photo :  Bupati Lotim HM Sukiman Azmy. Sekdakab  Lotim HM Juaini Taofik. Kepala BPS Prop NTB Suntono saat Rakor pengendalian IPM ( indeks Pembangunan Manusia Kab.Lotim di rupatama Bupati
NURANI RAKYAT NEWS–LOMBOK TIMUR, NTB. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Suntono merilis capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lombok Timur tahun 2019 tetap berada pada level sedang dengan urutan ke 9 se-NTB.
Hal tersebut disampaikan Suntono di hadapan Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy, Sekda Lotim, HM Juaini Taofik serta seluruh OPD dan Camat se - Lotim yang menghadiri rapat koordinasi pengendalian Indeks Pembangunan Manusia Lombok Timur di Rupatama I kantor Bupati, Senin (2/3/2020).
Secara detail Suntono memaparkan, dimensi pendidikan, kesehatan dan ekonomi menjadi indikator dan penyebab rendahnya IPM Lotim. Usia harapan hidup (UHH) di Lotim 65,74, harapan lama sekolah (HLS) 13,51, pengeluaran perkapita 9,64. Meskipun Lotim urutan 9 IPM, namun gerak pertumbuhannya 1,35% berada pada posisi ke-2 setelah Lombok Tengah (Loteng) dengan speed 1,35% dan Dompu posisi ke-3 dengan gerak pertumbuhan 1,28% pertahun. Sejak 2010 hingga 2019 speed pertumbuhan IPM Lotim rata-rata pertahun 1,23%.
“Pada bidang kesehatan, usia harapan hidup di Lotim terendah se-NTB hanya 65,75. Tertinggi UHH ditempati Kota Mataram sebesar 71,59 menyusul Kota Bima, KSB, Sumbawa, KLU, Lobar, Dompu, Bima, Loteng,” paparnya.
Padahal di Lotim, lanjut Suntono, dari jumlah ASN Lotim, 15% lebih adalah personil Dinas Kesehatan dan RSUD. Namun masih terbentur dengan rasio jumlah dokter dan penduduk yang belum sebanding. Jumlah dokter di Lotim hanya 184 dokter dan 1 dokter melayani 6,5 ribu penduduk. Padahal, idealnya 1 dokter melayani max 2,5 penduduk. Jumlah perawat 1.322 orang dan 1 perawat masih melayani 908 penduduk. Selain kurangnya tenaga medis, juga penyebaran tenaga medis yang tidak merata. Tenaga medis lebih banyak tinggal di perkotaan.
“Bicara soal anggaran kesehatan di Lotim juga belum sepadan dengan jumlah penduduk terbesar di NTB. Realisasi anggaran kesehatan hanya 568 juta. Per jiwa penduduk hanya merasakan dana kesehatan Rp 473. Kalah dengan Lobar dengan anggaran Rp.3.1 Miliar atau KLU yang penduduknya terendah namun realisasi anggaran kesehatan mencapai Rp. 4,9 Miliar, ujarnya sembari menjelaskan, bidang pendidikan Lotim masuk 5 besar dalam kemajuannya. Hal ini terlihat dari harapan lama sekolah (HLS), Lotim berada pada urut ke-4 setelah paling atas Kota Mataram, Kota Bima, dan posisi ke-3 di tempati KSB. Lotim hanya 1 digit di atas Loteng. Terbukti pula angkatan kerja Lotim 75% berpendidikan SD dan SLTP.
Sedangkan soal ekonomi, kata Suntono, Lotim masih menyimpan banyak kantong kemiskinan yakni 16,15% penduduk masih miskin atau 430.727 penduduk GK (garis kemiskinan_red). Sehingga menurut BPS NTB, angkat kemiskinan Provinsi NTB sangat tergantung pada Lotim, sebab 24% penduduk NTB ada di Lotim.
“Lambatnya menekan angka kemiskinan di Lotim disebabkan banyak faktor, misalnya masih ada penduduk kategori mampu menerima manfaat BPNT. Dengan demikian, angka perkembangan IPM NTB sangat tergantung dari pertumbuhan IPM Lotim,” tandasnya.(NRNews/ FJ)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4