Lombok Barat
NURANI RAKYAT NEWS. LOMBOK BARAT.-NTB. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar), memastikan harga bahan pokok masih stabil. Demikian juga dengan ketersedian bahan pokok aman di tengah wabah virus corona (covid-19).
Sebagai langkah antisipasi menghadapi covid-19 ini, dilakukan melalui pengecekan ketersediaan pasokan di wilayah Kab. Lobar.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Hj. Lale Prayatni menyatakan, komoditas yang dinyatakan aman di antaranya beras, gula, bawang merah, bawang putih dan bahan pokok lainnya.
"Kami akan monitor terus masalah ketersediaan bahan pokok dan harga. Hanya saja, dari bahan pokok tersebut harga yang masih tinggi adalah cabai rawit," ungkapnya saat Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), Kamis, (19/3) di ruang Rapat Jayangrana, Kantor Bupati Lobar, Giri Menang, Gerung.
Untuk bahan pokok seperti beras kata Lale, ketersediaan di Perum (Bulog) masih aman. Bulog sendiri mengalokasikan tiap tahun sekitar 100 ton untuk Lobar. Begitu juga ketersediaan padi relatif masih aman dengan stok sekitar 30 ton.
“Perum Bulog sampai saat ini masih tetap mensuplay beras ke toko-toko modern sekitar satu ton per hari,” sambung Lale.
Dari pantauan yang dilakukan Gudang Jembatan Baru (JB), ketersediaan pasokan gula masih kurang, karena terlambatnya pengiriman dari luar. Tapi Lale memastikan, ketersediaan gula tetap aman. Sedangkan di gudang Indomarko, dua bulan ke depan masih ada stok.
Untuk menjaga ketersediaan pangan, Pemkab Lobar akan membuat surat edaran. Isinya adalah terkait stok bahan pokok tetap ada dengan membatasi pembelian bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, mie instan dan bahan pokok lainnya.
Sebelumnya satgas pangan nasional membatasi pembelian beras maksimal 10 kg per pembeli, gula maksimal 2 kg, minyak 4 liter. Hal itu dilakukan agar ketersediaan bahan pokok tetap stabil.
Di tempat yang sama, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menyampaikan, stok untuk saat ini memang relatif aman dan harga masih stabil. Namun kata bupati, yang perlu diperhatikan adalah, masyarakat berpenghasilan rendah.
“Tidak apa-apa kalau situasi mendesak, kita akan berikan masyarakat yang tidak mampu sesuai stok yang kita punya. Perindag secara aktif memantau terus harga pasar,” imbuhnya. (NRNews/007)
Di Tengah Corona, Pemkab Lobar Jamin Harga dan Pasokan Bahan Pokok Aman
![]() |
| Photo : Bupati Kabupaten Lombok Barat Propinsi Nusa Tenggara Barat H. Fauzan Khalid |
Sebagai langkah antisipasi menghadapi covid-19 ini, dilakukan melalui pengecekan ketersediaan pasokan di wilayah Kab. Lobar.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Hj. Lale Prayatni menyatakan, komoditas yang dinyatakan aman di antaranya beras, gula, bawang merah, bawang putih dan bahan pokok lainnya.
"Kami akan monitor terus masalah ketersediaan bahan pokok dan harga. Hanya saja, dari bahan pokok tersebut harga yang masih tinggi adalah cabai rawit," ungkapnya saat Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), Kamis, (19/3) di ruang Rapat Jayangrana, Kantor Bupati Lobar, Giri Menang, Gerung.
Untuk bahan pokok seperti beras kata Lale, ketersediaan di Perum (Bulog) masih aman. Bulog sendiri mengalokasikan tiap tahun sekitar 100 ton untuk Lobar. Begitu juga ketersediaan padi relatif masih aman dengan stok sekitar 30 ton.
“Perum Bulog sampai saat ini masih tetap mensuplay beras ke toko-toko modern sekitar satu ton per hari,” sambung Lale.
Dari pantauan yang dilakukan Gudang Jembatan Baru (JB), ketersediaan pasokan gula masih kurang, karena terlambatnya pengiriman dari luar. Tapi Lale memastikan, ketersediaan gula tetap aman. Sedangkan di gudang Indomarko, dua bulan ke depan masih ada stok.
Untuk menjaga ketersediaan pangan, Pemkab Lobar akan membuat surat edaran. Isinya adalah terkait stok bahan pokok tetap ada dengan membatasi pembelian bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, mie instan dan bahan pokok lainnya.
Sebelumnya satgas pangan nasional membatasi pembelian beras maksimal 10 kg per pembeli, gula maksimal 2 kg, minyak 4 liter. Hal itu dilakukan agar ketersediaan bahan pokok tetap stabil.
Di tempat yang sama, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menyampaikan, stok untuk saat ini memang relatif aman dan harga masih stabil. Namun kata bupati, yang perlu diperhatikan adalah, masyarakat berpenghasilan rendah.
“Tidak apa-apa kalau situasi mendesak, kita akan berikan masyarakat yang tidak mampu sesuai stok yang kita punya. Perindag secara aktif memantau terus harga pasar,” imbuhnya. (NRNews/007)

Posting Komentar