24 C
id

Lobar Siap Tangani CORONA


Photo :  Drg. H Arbain Ishak Direktur RSUD Tripat Lobar
NURANI RAKYAT NEWS. Lombok Barat. Isu wabah virus Corona atau COVID-19 mulai merambah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebagian warga jadi resah. Ditambah isu, ada pasien suspect COVID-19 di Kabupaten Lombok Timur. Beredar pula kabar, ada pasien asal India yang ditangani  serius oleh Rumah Sakit Umum Provinsi NTB.

Di Kabupaten Lombok Barat, virus yang menghebohkan dunia ini, dipastikan belum ada satupun pasien suspect COVID-19. Hal ini dipastikan oleh Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, dr. H. Ahmad Taufik Fathony saat dihubungi melalui telpon, Rabu (4/3/2020).

“Sampai sekarang di Lombok Barat tidak ada yang terindikasi ke arah terkena virus Corona atau Covid-19,” terang Fathoni.
Namun demikian, dokter Toni sapaan akrabnya, telah meminta agar Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju (RSUD Tripat) dan RSUD Awet Muda Narmada, menyiapkan sarana prasarana berupa ruang isolasi. Selain itu diminta ada tim yang secara khusus memberikan penanganan bila ditemukan ada pasien terjangkit virus mematikan itu.

Terpisah, Direktur RSUD Tripat, drg. H. Arbain Ishaq membenarkan, pihaknya telah menyiapkan ruang khusus yang dimaksud. Kata dia, memang tidak memiliki ruang isolasi. Tetapi akan menyiapkan satu ruang besar dengan mengorbankan 3 - 4 bed
untuk ruang isoloasi. Tim pun sudah siapkan. “Kalaupun ada pasien yang suspect Corona, pasti segera akan kita rujuk ke RSUP yang sudah ditunjuk oleh Pemerintah,” terang Arbain.

Baik Arbain maupun Toni, meminta agar masyarakat tidak panik terhadap wabah tersebut. Diharapkan, aspek pencegahan dini bisa dilakukan. Masyarakat bisa mencegah berbagai jenis virus, termasuk Covid-19 dengan mencuci tangan dengan sabun secara benar.
Sebisa mungkin menghindari kontak langsung dengan orang lain yang terindikasi sakit. Hindari kontak dengan binatang pembawa virus seperti kelelawar atau ular. Hindari makan daging mentah, dan hindari terlalu sering menggosok-gosok mulut, hidung, dan mata.
“Bila menderita demam lebih dari 38,5 derajat celcius, disertai batuk pilek dan sesak nafas, agar segera memeriksakan diri ke dokter, puskesmas atau rumah sakit,” pinta dr. Toni.

Khusus kepada penderita batuk, Toni mewanti-wanti agar menerapkan tata cara dan etika batuk. Supaya tidak batuk berhadap-hadapan langsung dengan orang lain yang membuat air liur atau dahaknya mengenai orang lain. Terutama kepada para penderita batuk dan pilek, agar memakai masker untuk menghindari penularan ke orang lain.

Masalah masker, dipastikan stock masker khusus untuk tenaga medis, para medis, dan pasien di Kabupaten Lombok Barat masih aman untuk 2 - 3 bulan ke depan. Saat ini, di RSUD Tripati, dari ratusan pasien yang memeriksakan diri di BLUD milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat itu, penyakit terbanyak yang diderita pasien adalah hipertensi dan diabetes mellitus (NRNews 007)
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4