Headline
H. Dwi Sugianto : Kami " Dwi Normal " Didorong maju untuk menang
NURANI RAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Koalisi 4 Parpol yang memiliki 7 kursi di DPRD Loteng akan mengusung paket bakal calon Bupati dan wakil Bupati Lombok Tengah Ir. H Dwi Sugianto MM dan Drs HL. Normal Suzana. Kesepakatan ini telah dilakukan di kediaman HL. Wiraatmaja atau akrab dipanggil Mamik Ngoh di Prapen Rabu (25/03/2020). Dari pantauan wartawan nampak terlihat Mamik Ngoh, (mantan Bupati Lombok Tengah) HL. Suprayatno alias Gde Drip (mantan wakil Bupati) kemudian ada Ir.H. Dwi Sugianto MM (mantan Kadis PU NTB) , Drs. HL. Normal Suzana (mantan Wakil Bupati) , Yasir Amrillah pengurus PAN Loteng (anggota DPRD aktif ) Samsul Qomar politis Demokrat (mantan Anggota DPRD Loteng 2 periode), Suhaimi SH Ketua DPC PDIP Loteng (anggota DPRD Aktif 2 periode dapil Jonggat Pringgarata) kemudian para perwakilan ke 4 parpol pengusung paket Dwi Normal dari Nasdem (3 kursi) , Hanura (2 kursi), PAN (1 kursi) dan PDIP (1 kursi) hadir juga.
Menurut Suhaimi selaku juru bicara 4 parpol tersebut, ia mengatakan, dari sekian kali pertemuan kami kembali untuk melakukan rapat konsolidasi partai dan mendapatkan beberapa kesepakatan ditengah situasi politik yang serba menggantung, serba sumir dan serba tidak jelas ini, akhirnya kami telah bersepakat dan documentnya telah dipersiapkan untuk menegaskan, meneguhkan komitmen guna mengusung bakal calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Ir. H. Dwi Sugianto MM dan Drs. HL. Normal Suzana.
Ada 4 parpol yang kursinya menjadi 7 kursi bersepakat mencari sisa kursi guna mencukupi jumlah kursi parpol yang telah diatur oleh KPU untuk mengusung pasangan calon Bupati dan wakil Bupati, dan diakui secara formal kami masih kekurangan 3 kursi. Dalam waktu dekat ini kami akan mencari tambahan kursi, inshaa Allah sudah ada komunikasi dengan parpol parpol tersebut," kata Suhaimi.
Semoga dalam waktu tidak terlalu lama pasangan ini akan menjadi pasangan pertama yang akan mendeklarasikan diri secara lahir bathin,” kata Suhaimi. Ditanya mengenai parpol parpol yang telah melakukan komunikasi intens dengan pihaknya," semua Partai sudah dilakukan komunikasi dan partai partai lainnya, kata Suhaimi. Diakui masih banyak parpol yang belum mengambil keputusan, seperti Gerindra, Golkar, PKS, ada PBB dan PPP sampai hari ini kami belum temukan fakta formil yang konkrit dengan para calon yang akan mereka usung. Jadi saya kira mereka masih terbuka secara formil untuk melakukan komunikasi dengan parpol parpol tersebut.
Ditegaskannya, kami nantinya ingin segera memfinalkan apabila sudah mendapat kelengkapan tambahan kursi dan kami tidak ingin mengantung," kata Suhaimi. Lombok Tengah adalah kabupaten terakhir yang belum mengeluarkan rekomendasi pasangan calon sedangkan Kabupaten lain di Propinsi NTB ini sudah selesai semuanya," tandas Suhaimi.
Ditempat yang sama dikatakan juga oleh Ir. H. Dwi Sugianto MM bahwa pasangan Dwi Normal ini sebelumnya sudah melakukan pendekatan komunikasi intens jauh jauh hari yakni mulai pada bulan Oktober tahun 2019, kami sudah melakukan komunikasi dan kami menemukan kecocokan, baik visi misi maupun karakter face masing masing individu untuk Lombok Tengah dengan harapkan bisa membawa perubahan kedepan membangun Lombok Tengah dengan sejuk aman, kepala dingin untuk membuat perubahan," kata Dwi Sugianto.
Ditanya hasil survei, Dwi Sugianto optimis penuh dipercaya diri kalau dirinya dan pak Normal pasti kuat, karena kami berkeyakinan, kami didorong maju untuk menang," kata Dwi Penuh semangat.
Mamik Ngoh juga menambahkan," kami mendorong mereka berdua karena saya telah mengenai mereka sudah lama, baik secara formil maupun informal dan untuk jadi Bupati/wakil Bupati kedua orang ini sangat serasi," katanya. Waktu beliau jadi camat dan saya jadi Bupati dulu, kami bersama sama mengurus BIL," kata Mamik Ngoh.
Kalau kedekatan dengan pak Dwi perlu saya jelaskan tentang upaya kami, terkait Embung / Dam Mujur itu sampai diberikan SK oleh Menteri dan malah Wapres yang menyetujui, nah ini adalah usaha yang sudah dilakukan dan sekarang tinggal melanjutkan apa yang belum selesai jika sudah menjadi Bupati.
Hanya dia yang saya dipercaya untuk melanjutkan apa yang saya rintis bersama dulu, untuk kita warisi kepada anak cucu dan cicit kita nanti. Apa yang kita rintis dulunya seperti BIL, PPN Awang. IPDN dan inshaa Allah bisa membawa kemaslahatan. Untuk visi misinya kedepan yakni untuk membangun Dam Mujur inshaa Allah akan bisa diwujudkan, karena 10 ribu Ha sawah tadah hujan akan diberikan menjadi lahan Irigasi tekhnis," kata Mamik Ngoh.(NRNews/29)
Pilkada Loteng, Para Mantan Dan 4 parpol Usung DWI NORMAL Dirumah Mamik Ngoh
![]() |
| Photo : para tokoh pengusung pasangan bakal calon Bupati dan wakil Bupati paket " Dwi Nomal " pada Pilkada Lombok Tengah mendatang |
NURANI RAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Koalisi 4 Parpol yang memiliki 7 kursi di DPRD Loteng akan mengusung paket bakal calon Bupati dan wakil Bupati Lombok Tengah Ir. H Dwi Sugianto MM dan Drs HL. Normal Suzana. Kesepakatan ini telah dilakukan di kediaman HL. Wiraatmaja atau akrab dipanggil Mamik Ngoh di Prapen Rabu (25/03/2020). Dari pantauan wartawan nampak terlihat Mamik Ngoh, (mantan Bupati Lombok Tengah) HL. Suprayatno alias Gde Drip (mantan wakil Bupati) kemudian ada Ir.H. Dwi Sugianto MM (mantan Kadis PU NTB) , Drs. HL. Normal Suzana (mantan Wakil Bupati) , Yasir Amrillah pengurus PAN Loteng (anggota DPRD aktif ) Samsul Qomar politis Demokrat (mantan Anggota DPRD Loteng 2 periode), Suhaimi SH Ketua DPC PDIP Loteng (anggota DPRD Aktif 2 periode dapil Jonggat Pringgarata) kemudian para perwakilan ke 4 parpol pengusung paket Dwi Normal dari Nasdem (3 kursi) , Hanura (2 kursi), PAN (1 kursi) dan PDIP (1 kursi) hadir juga.
Menurut Suhaimi selaku juru bicara 4 parpol tersebut, ia mengatakan, dari sekian kali pertemuan kami kembali untuk melakukan rapat konsolidasi partai dan mendapatkan beberapa kesepakatan ditengah situasi politik yang serba menggantung, serba sumir dan serba tidak jelas ini, akhirnya kami telah bersepakat dan documentnya telah dipersiapkan untuk menegaskan, meneguhkan komitmen guna mengusung bakal calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Ir. H. Dwi Sugianto MM dan Drs. HL. Normal Suzana.
Ada 4 parpol yang kursinya menjadi 7 kursi bersepakat mencari sisa kursi guna mencukupi jumlah kursi parpol yang telah diatur oleh KPU untuk mengusung pasangan calon Bupati dan wakil Bupati, dan diakui secara formal kami masih kekurangan 3 kursi. Dalam waktu dekat ini kami akan mencari tambahan kursi, inshaa Allah sudah ada komunikasi dengan parpol parpol tersebut," kata Suhaimi.
Semoga dalam waktu tidak terlalu lama pasangan ini akan menjadi pasangan pertama yang akan mendeklarasikan diri secara lahir bathin,” kata Suhaimi. Ditanya mengenai parpol parpol yang telah melakukan komunikasi intens dengan pihaknya," semua Partai sudah dilakukan komunikasi dan partai partai lainnya, kata Suhaimi. Diakui masih banyak parpol yang belum mengambil keputusan, seperti Gerindra, Golkar, PKS, ada PBB dan PPP sampai hari ini kami belum temukan fakta formil yang konkrit dengan para calon yang akan mereka usung. Jadi saya kira mereka masih terbuka secara formil untuk melakukan komunikasi dengan parpol parpol tersebut.
Ditegaskannya, kami nantinya ingin segera memfinalkan apabila sudah mendapat kelengkapan tambahan kursi dan kami tidak ingin mengantung," kata Suhaimi. Lombok Tengah adalah kabupaten terakhir yang belum mengeluarkan rekomendasi pasangan calon sedangkan Kabupaten lain di Propinsi NTB ini sudah selesai semuanya," tandas Suhaimi.
Ditempat yang sama dikatakan juga oleh Ir. H. Dwi Sugianto MM bahwa pasangan Dwi Normal ini sebelumnya sudah melakukan pendekatan komunikasi intens jauh jauh hari yakni mulai pada bulan Oktober tahun 2019, kami sudah melakukan komunikasi dan kami menemukan kecocokan, baik visi misi maupun karakter face masing masing individu untuk Lombok Tengah dengan harapkan bisa membawa perubahan kedepan membangun Lombok Tengah dengan sejuk aman, kepala dingin untuk membuat perubahan," kata Dwi Sugianto.
Ditanya hasil survei, Dwi Sugianto optimis penuh dipercaya diri kalau dirinya dan pak Normal pasti kuat, karena kami berkeyakinan, kami didorong maju untuk menang," kata Dwi Penuh semangat.
Mamik Ngoh juga menambahkan," kami mendorong mereka berdua karena saya telah mengenai mereka sudah lama, baik secara formil maupun informal dan untuk jadi Bupati/wakil Bupati kedua orang ini sangat serasi," katanya. Waktu beliau jadi camat dan saya jadi Bupati dulu, kami bersama sama mengurus BIL," kata Mamik Ngoh.
Kalau kedekatan dengan pak Dwi perlu saya jelaskan tentang upaya kami, terkait Embung / Dam Mujur itu sampai diberikan SK oleh Menteri dan malah Wapres yang menyetujui, nah ini adalah usaha yang sudah dilakukan dan sekarang tinggal melanjutkan apa yang belum selesai jika sudah menjadi Bupati.
Hanya dia yang saya dipercaya untuk melanjutkan apa yang saya rintis bersama dulu, untuk kita warisi kepada anak cucu dan cicit kita nanti. Apa yang kita rintis dulunya seperti BIL, PPN Awang. IPDN dan inshaa Allah bisa membawa kemaslahatan. Untuk visi misinya kedepan yakni untuk membangun Dam Mujur inshaa Allah akan bisa diwujudkan, karena 10 ribu Ha sawah tadah hujan akan diberikan menjadi lahan Irigasi tekhnis," kata Mamik Ngoh.(NRNews/29)

Posting Komentar