Headline
Lalu Sungkul : Kita Bersyukur Kecamatan Pujut Aman Covid 19
NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Mengantisipasi serangan wabah virus Corona yang dikenal dengan nama Covid 19 di NTB Khususnya Kabupaten Lombok Tengah terutama Kecamatan Pujut.
Alhamdulillah Kecamatan Pujut masih warna hijau alias aman kata L. Sungkul selaku Camat Kecamatan Pujut kepada NRNews baru baru ini. Dikatakannya, untuk mengambil langkah antisipatif disetiap desa kita sudah membentuk satgas dan tugas saya sebagai camat Pujut adalah memberikan edukasi kepada masyarakat.
Dijelaskannya, berdasarkan himbauan Pemerintah, semua fasilitas layanan umum termasuk pasar, masjid dan lainnya yang ditutup sementara, bahkan arena Judi juga kita tutup baik yang terselubung maupun terang terangan tanpa ada perlawanan yang berarti. Itu harus dipahami masyarakat. permasalahannya mereka harus paham dan jangan sampai mereka miskomunikasi bahwa kita tutup pasar atau masjid, itu bukan aktivitas pasar maupun aktivitas ibadahnya yang kita cegah tapi itu untuk menghindari kontak fisik, dan bertemu langsung antara satu dengan yang lainnya agar tidak berpotensi tertular dan menularkan virus Corona.
Nah ini yang harus benar benar kita beri edukasi penjelasan atau pemahaman kepada masyarakat agar pada saat mengisolasi diri itu atas kepentingan dan kesadarann pribadi bukan lagi atas kepentingan pemerintah. Namun sekarang kita bersyukur hal itu tidak terlalu sulit dilakukan masyarakat, mereka sudah bisa melek sekarang, awalnya kita merasa agak kesulitan, kenapa tempat ibadah, pasar dan tempat tempat fasilitas layanan dan sarana umum ditutup, bukan ibadahnya yang kita stressing pelarangannya tapi pertemuannya itu yang menjadi stressing kita," tegas Sungkul.
Saya analogikan begini, jika hujan ya sedia payung kalau tidak ada payung ya bisa gunakan daun pisang atau apapun yang bisa digunakan sebagai pengaman. Seperti yang dihimbaukan Bupati, masyarakat harus menggunakan masker untuk menutup hidung/ mulut, kalau tidak ada masker bisa menggunakan selendang, capuknya atau yang lainnya ketika mereka bepergian jadi mereka sudah well privat istilahnya," Kata Lalu Sungkul.
Ini yang perlu kita lakukan, namun sekarang kita justru mendapat serangan balik dari masyarakat, misalnya ketika ada orang luar datang melapor kita juga tidak siap harus dibawa kemana mereka itu untuk diisolasi, ini kondisi, namun kita bersyukur khususnya kalau di Desa Rambitan ini kita sudah menampung 18 orang di rumah yang dibuatkan Dinas Perkim yang ada di depan SMK 2 Pujut atau samping kantor Desa Rambitan itu," kata Camat.
Seperti yang kami lakukan sebelumnya kami himbau kades kades jika ada fasilitas rumah yang kosong silahkan dipakai untuk warga yang perlu dikarantina, karena kalau melakukan karantina mandiri mereka tidak paham dan itu sulit dilakukannya. Terkait dengan kekhawatiran mengenai sembako untuk bahan atau cadangan logistik masyarakat, di Kecamatan Pujut kita nyatakan aman dengan sembako karena rata rata masyarakat mayoritas bertani, jadi hasil panen itu mereka simpan untuk bekal kebutuhan 1 tahun kedepan sehingga tidak ada korelasi antara sembako dengan penyebaran corona.
Dijelaskan sungkul, sebelumnya kita sudah rapat didesa mengenai kewenangan desa dalam mengalokasikan penganggaran untuk penanganan Covid 19 ini, disana saya tegaskan sebagai Camat Pujut hal itu tidak dalam kontak bagi bagi sembako dan bagi uang karena itu lebih ditekankan untuk biaya antisipatif seperti melakukan penyemprotan, karantina dan lain sebagainya.
Hal itu kami kemukakan, karena kalau sekarang pemahaman di desa ini masih liar mereka berpikir tentang dampak Corona dan yang perlu kita pikirkan sekarang adalah langkah antisipatif atau memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona itu yang harus kita lakukan, perkara orang yang tidak bisa makan itu nantilah kita pikirkan karena itu tidak bisa kita pikirkan dalam waktu bersamaan," kata Sungkul.
Diketahui Kecamatan Pujut ini terdiri dari 18 desa dan masing masing desa sudah dibentuk satgas. Sebelumnya kita sudah rapat tingkat Kecamatan bersama Forkompinda dan semua Kepala Desa disana kita membahas tentang kemandirian mereka untuk merelokasikan anggaran dalam perubahan APBDesnya, cuma saya selaku camat Pujut yang melakukan verifikasi tidak mengijinkan untuk pemberian sembako dan pembagian uang karena itu nantinya berpotensi mendapat masalah baru dan mudah mudahan dalam melakukan penanganan langkah antisipasi Covid 19 ini semua bermalam seperti yang kita harapkan," tandas Camat Pujut.(NRNews/*)
![]() |
| Lalu Sungkul Camat Pujut |
Dijelaskannya, berdasarkan himbauan Pemerintah, semua fasilitas layanan umum termasuk pasar, masjid dan lainnya yang ditutup sementara, bahkan arena Judi juga kita tutup baik yang terselubung maupun terang terangan tanpa ada perlawanan yang berarti. Itu harus dipahami masyarakat. permasalahannya mereka harus paham dan jangan sampai mereka miskomunikasi bahwa kita tutup pasar atau masjid, itu bukan aktivitas pasar maupun aktivitas ibadahnya yang kita cegah tapi itu untuk menghindari kontak fisik, dan bertemu langsung antara satu dengan yang lainnya agar tidak berpotensi tertular dan menularkan virus Corona.
Nah ini yang harus benar benar kita beri edukasi penjelasan atau pemahaman kepada masyarakat agar pada saat mengisolasi diri itu atas kepentingan dan kesadarann pribadi bukan lagi atas kepentingan pemerintah. Namun sekarang kita bersyukur hal itu tidak terlalu sulit dilakukan masyarakat, mereka sudah bisa melek sekarang, awalnya kita merasa agak kesulitan, kenapa tempat ibadah, pasar dan tempat tempat fasilitas layanan dan sarana umum ditutup, bukan ibadahnya yang kita stressing pelarangannya tapi pertemuannya itu yang menjadi stressing kita," tegas Sungkul.
Saya analogikan begini, jika hujan ya sedia payung kalau tidak ada payung ya bisa gunakan daun pisang atau apapun yang bisa digunakan sebagai pengaman. Seperti yang dihimbaukan Bupati, masyarakat harus menggunakan masker untuk menutup hidung/ mulut, kalau tidak ada masker bisa menggunakan selendang, capuknya atau yang lainnya ketika mereka bepergian jadi mereka sudah well privat istilahnya," Kata Lalu Sungkul.
Ini yang perlu kita lakukan, namun sekarang kita justru mendapat serangan balik dari masyarakat, misalnya ketika ada orang luar datang melapor kita juga tidak siap harus dibawa kemana mereka itu untuk diisolasi, ini kondisi, namun kita bersyukur khususnya kalau di Desa Rambitan ini kita sudah menampung 18 orang di rumah yang dibuatkan Dinas Perkim yang ada di depan SMK 2 Pujut atau samping kantor Desa Rambitan itu," kata Camat.
Seperti yang kami lakukan sebelumnya kami himbau kades kades jika ada fasilitas rumah yang kosong silahkan dipakai untuk warga yang perlu dikarantina, karena kalau melakukan karantina mandiri mereka tidak paham dan itu sulit dilakukannya. Terkait dengan kekhawatiran mengenai sembako untuk bahan atau cadangan logistik masyarakat, di Kecamatan Pujut kita nyatakan aman dengan sembako karena rata rata masyarakat mayoritas bertani, jadi hasil panen itu mereka simpan untuk bekal kebutuhan 1 tahun kedepan sehingga tidak ada korelasi antara sembako dengan penyebaran corona.
Dijelaskan sungkul, sebelumnya kita sudah rapat didesa mengenai kewenangan desa dalam mengalokasikan penganggaran untuk penanganan Covid 19 ini, disana saya tegaskan sebagai Camat Pujut hal itu tidak dalam kontak bagi bagi sembako dan bagi uang karena itu lebih ditekankan untuk biaya antisipatif seperti melakukan penyemprotan, karantina dan lain sebagainya.
Hal itu kami kemukakan, karena kalau sekarang pemahaman di desa ini masih liar mereka berpikir tentang dampak Corona dan yang perlu kita pikirkan sekarang adalah langkah antisipatif atau memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona itu yang harus kita lakukan, perkara orang yang tidak bisa makan itu nantilah kita pikirkan karena itu tidak bisa kita pikirkan dalam waktu bersamaan," kata Sungkul.
Diketahui Kecamatan Pujut ini terdiri dari 18 desa dan masing masing desa sudah dibentuk satgas. Sebelumnya kita sudah rapat tingkat Kecamatan bersama Forkompinda dan semua Kepala Desa disana kita membahas tentang kemandirian mereka untuk merelokasikan anggaran dalam perubahan APBDesnya, cuma saya selaku camat Pujut yang melakukan verifikasi tidak mengijinkan untuk pemberian sembako dan pembagian uang karena itu nantinya berpotensi mendapat masalah baru dan mudah mudahan dalam melakukan penanganan langkah antisipasi Covid 19 ini semua bermalam seperti yang kita harapkan," tandas Camat Pujut.(NRNews/*)

Posting Komentar