Headline
NURANI RAKYAT NEWS - LOMBOK TIMUR, NTB. Jubir Satuan Gugus Tugas (Satgas) pencegahan penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Timur, DR. H. Fathurrahman menyampaikan sebanyak 15 tenaga medis dan 151 penghuni Ponpes Al Gontory telah mengikuti Rapid Test beberapa waktu lalu.
"Hasil Rapid Test yang keluar dari 15 tenaga medis itu dinyatakan negatif, sementara 3 dari penghuni Ponpes Al Gontory dinyatakan positif dan masuk dalam data PDP," jelas Fathurrahman dalam acara konfrensi Pers di Media Center Satgas Pencegahan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Timur, Jumat (03/04/2020).
Mengetahui hal itu, tim kesehatan yang bertugas diwilayah setempat langsung merujuknya ke ruang isolasi RSUD Selong guna mendapatkan penanganan dan perawatan intensif.
"Dari 151 orang yang sudah ikut Rapid Test diPonpes Al Qontory Aik Nyambuk itu 3 di antaranya dinyatakan PDP dan sudah dibawah keruang isolasi RSUD Selong. Makanya data PDP kita kemarin itu bertambah 3 orang," ungkapnya.
Fathurrahman menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik ketika mendengar informasi mengenai hasil Rapid Test yang positif. Karena orang yang dinyatakan positif berdasarkan Rapid Test, belum tentu positif Covid-19.
"Yang menentukan seseorang dikatakan positif terinfeksi Covid-19 bukan hasil Rapid Test tersebut, melainkan hasil test swab di laboratorium," tandasnya.
Adapun mengenai data terbaru jumlah ODP, PDP dan Positif Covid-19 di Lotim berdasarkan Data Kewaspadaan Covid-19 Kabupaten Lombok Timur per 3 April 2020 menunjukkan bahwa ODP yang masih dalam pengawasan di Lotim sebanyak 872 orang
Sementara untuk PDP (pasien dalam pengawasan) bertambah 1 orang, sehingga PDP untuk kabupaten Lombok Timur menjadi 10 orang, di mana 3 di antaranya dinyatakan sehat dan selesai dalam pengawasan.
"Untuk OTG (orang tanpa gejala) di Lotim yang masih dalam pengawasan sebanyak 5. 686 orang. Sementara yang positif masih tetap 2 orang," pungkasnya. (NRNews/FJ)
Tiga Santri PDP Covid-19 Dirujuk ke RSUD Selong
![]() |
| Photo : Jubir Satuan Gugus Tugas (Satgas) pencegahan penanganan Covid 19 Kabupaten Lotim DR. H Fathurrahman saat mengadakan confrensi pers di Media Center penanganan Covid 19 |
"Hasil Rapid Test yang keluar dari 15 tenaga medis itu dinyatakan negatif, sementara 3 dari penghuni Ponpes Al Gontory dinyatakan positif dan masuk dalam data PDP," jelas Fathurrahman dalam acara konfrensi Pers di Media Center Satgas Pencegahan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Timur, Jumat (03/04/2020).
Mengetahui hal itu, tim kesehatan yang bertugas diwilayah setempat langsung merujuknya ke ruang isolasi RSUD Selong guna mendapatkan penanganan dan perawatan intensif.
"Dari 151 orang yang sudah ikut Rapid Test diPonpes Al Qontory Aik Nyambuk itu 3 di antaranya dinyatakan PDP dan sudah dibawah keruang isolasi RSUD Selong. Makanya data PDP kita kemarin itu bertambah 3 orang," ungkapnya.
Fathurrahman menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik ketika mendengar informasi mengenai hasil Rapid Test yang positif. Karena orang yang dinyatakan positif berdasarkan Rapid Test, belum tentu positif Covid-19.
"Yang menentukan seseorang dikatakan positif terinfeksi Covid-19 bukan hasil Rapid Test tersebut, melainkan hasil test swab di laboratorium," tandasnya.
Adapun mengenai data terbaru jumlah ODP, PDP dan Positif Covid-19 di Lotim berdasarkan Data Kewaspadaan Covid-19 Kabupaten Lombok Timur per 3 April 2020 menunjukkan bahwa ODP yang masih dalam pengawasan di Lotim sebanyak 872 orang
Sementara untuk PDP (pasien dalam pengawasan) bertambah 1 orang, sehingga PDP untuk kabupaten Lombok Timur menjadi 10 orang, di mana 3 di antaranya dinyatakan sehat dan selesai dalam pengawasan.
"Untuk OTG (orang tanpa gejala) di Lotim yang masih dalam pengawasan sebanyak 5. 686 orang. Sementara yang positif masih tetap 2 orang," pungkasnya. (NRNews/FJ)

Posting Komentar