24 C
id

Diduga Rampas Dan Nikahi Istrinya, Raden Fauzi Polisikan Ketua BAWASLU Loteng


Photo :  Junaedy Supryadin Akbar (Ketua LSM Garda NTB) Raden Fauzi (Tengah) dan Habib SH (Pengacara) 
NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Jeruk makan Jeruk, Friend makan Friend atau pagar makan tanaman, ungkapan atau istilah akrab ditengah masyarakat tersebut sepertinya pantas disematkan terhadap oknum ketua BAWASLU ( Badan Pengawas Pemilu ) Kabupaten Lombok Tengah bernama Abdul Hanan.

Bagaimana tidak, dari informasi yang didapatkan wartawan pada acara jumpa pers disalah satu Lesehan di Praya yang dilakukan oleh Raden Fauzi (pelapor)
Buku akte nikah
Raden Fauzi
Dengan Bagia
Tussolihah
dengan menggandeng Junaedy Supryadin Akbar (LSM Garda NTB) dan Habib SH (pengacara) sebagai pendamping dan penasehat hukumnya.
Raden Fauzi yang berumur 37 tahun alamat Dusun Bale Luah Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya tersebut, ia mengaku istrinya telah dirampas dan Dinikahi oknum Ketua BAWASLU Lombok Tengah bernama Abdul Hanan yang tidak lain adalah temannya sendiri yang berasal satu kampung," akunya.

Adapun kronologis istrinya dinikahi Abdul Hanan, yakni sebelum bulan puasa lalu. Dirinya bak disambar petir kaget setengah mati istrinya berani dinikahkan oleh wali nikah yang tidak lain adalah bapaknya Bagia Tussolihah yang merupakan mertuanya sendiri. Mereka dinikahkan di Mataram tepatnya disalah satu rumah dikomplek perumahan dibelakang rumah sakit Harapan Keluarga.

Menurut Junaedy Supryadin Akbar akrab dipanggil Jun Kribo menyebutkan bahwa bukan pihak kami yang mengatakan Bagia Tussolihah asal Desa Rumbuk Lotim dinikahkan dengan Abdul Hanan, akan tetapi wali nikah atau bapaknya Bagia Tussholihah sendiri yang mengatakan hal itu kepada kami. Saya tidak yakin dan percaya begitu saja tetapi setelah saya perlihatkan fhoto Abdul Hanan (Ketua BAWASLU Lombok Tengah), dengan benar dan seyakin yakinnya pihak wali nikah mengatakan kalau benar di fhoto tersebut adalah Abdul Hanan menantu barunya itu. Jadi perlu ditegaskan bahwa bukan pihak kami yang mengatakan hal itu akan tetapi wali nikah atau bapaknya Bagia Tussolihah sendiri yang mengatakannya kepada kami, jadi kami tidak mengada ada atau membuat fitnah keji, itu yang perlu digarisbawahi” tegas Junaedy.

Dan hal itu yang membuat kami semakin yakin kalau oknum tersebut adalah Abdul Hanan Ketua Bawaslu Loteng. Kami tidak berpikir panjang, untuk menghindari main Hakim sendiri, pada hari Sabtu tanggal 13 Juli 2020 kami langsung melaporkan kasus tersebut ke Polres Lombok Tengah,” kata Junaedy.
Dikatakan Junaedy pihaknya pernah mau diming iming sejumlah uang oleh pihak keluarga Abdul Hanan untuk menutup mulut dan menyudahi kasus ini tapi, no way kasus ini harus jalan terus, kami mau mencari keadilan karena kejadian ini adalah perbuatan melanggar hukum, hina yang sangat dibenci agama.

Oleh karena itu kami minta kepada aparat penegak hukum agar oknum pelaku ditindak secara hukum yang berlaku karena dinilai telah merebut istri orang dimana terlapor bisa dijerat hukum karena telah melakukan " pernikahan berhalangan, yakni pihak laki laki masih memiliki istri sah, yang jelas jelas tidak mungkin memberikan izin kepada suami untuk menikah lagi, begitu juga pihak perempuan Bagia Tussolihah yang masih berstatus istri sah dari Raden Fauzi yang dilengkapi bukti buku akte nikah hingga sudah dikaruniai dua orang anak laki dan perempuan.

Sementara menurut Raden Fauzi, dirinya sangat terpukul dengan kejadian tersebut, karena dirinya tidak pernah menceraikan istrinya secara hukum agama dan hukum Negara. ia juga tidak banyak berkomentar, saya menyerahkan kasus tersebut kepada pendamping dan pengacaranya agar menyelesaikan persoalan tersebut sampai dirinya benar benar mendapat keadilan hingga terlapor mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan perbuatannya. Sedangkan menurut Habib SH pengacaranya Raden Fauzi. Dirinya akan mengawal terus persoalan ini di Polres Lombok Tengah hingga proses ini dinyatakan selesai berdasarkan mekanisme dan prosedur hukum yang berlaku," tegasnya.

Sedangkan menurut Abdul Hanan ( Ketua BAWASLU )  Lombok Tengah ketika berkali kali dikonfirmasi NRNews melalui HP ia tidak mau mengangkat HP dengan alasan sedang melakukan Bintek.
Setelah berhasil dihubungi via WA Senin (13/7)  ia mengatakan, Itu tidak benar," bantahnya membela diri. Ada orang yang ingin memfitnah saya, entah apa motifnya. Saya tahu siapa orang itu karena sahabat saya dari kecil. Saya cukup kaget dan saya yakin ada orang berkepentingan di balik ini semua. Saya cukup pasif selama ini tapi kalau sudah mulai menyerang personal saya atau Lembaga saya maka akan saya lawan. Siapapun dia dan siapapun di belakang dia akan saya lawan.
Negara kita negara hukum. Dan kami akan laporkan balik," kelitnya.(NRNews/29/Enal)


Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4