Mataram
Mereka Tinggal Diruko Ruko Kosong Tak Jarang Diusik Petugas
NURANIRAKYAT MATARAM-NTB. Hidup Prihatin dan Menahan beban dialami pak Zunaedi dan Bapak Harianto
bagaimana tidak, selama 4 tahun mereka tinggal di salah satu Ruko yang berada di Bertais Mandalika. Hidup mereka di tengah Kota Mataram sangat miris, mereka harus menjalani hidup prihatin dengan 4 Kepala keluarga dan 15 orang anak.
Dari pengakuan Pak Zunaedi dan Harianto kepada beberapa Volunteer dari Endri Foundation yang datang memberikan bantuan sembako dan awak media yang kebetulan bertemu dengannya baru baru ini, mereka mengaku hidup seadanya dengan masa depan yang tidak jelas, kadang mereka tak tenang karena sering diusik dan disuruh meninggalkan Ruko yang sudah lama mereka tempati.
Dengan keadaan mereka yang sangat minim dan prihatin, tak jarang " kadang makan kadang tidak dan tidur hanya beralaskan tikar plastik namun mereka tetap bertahan dan mereka butuh uluran tangan atau bantuan dari Pemerintah Kota Mataram.
Dari beberapa sumber lainnya menyayangkan dan mengatakan,"Miris ternyata di tengah Kota masih banyak masyarakat yang benar benar butuh perhatian dan uluran tangan. Keadaan ini ternyata sangat kontras, dimana Kota Mataram lagi gencar membangun Gedung dan mempercantik Kota, namun mereka tidak.melirik ke bawah. Masih banyak yang hidup miskin dengan anak putus sekolah.
Mari bantu Kami. kepada pemerintah Kota memberantas kemiskinan dan putus Sekolah. Liriklah kami orang bawah, kami butuh uluran tangan.Kami butuh tempat tinggal untuk anak anak kami. kami terlalu lama tinggal beralaskan tikar, menahan dinginnya malam dan makan Seadanya," ungkap bapak Zunaedi dan Harianto.(NRNews/Eva)
Disayangkan, Warga Mataram Masih Ada Dibawah Garis Kemiskinan
![]() |
| Photo : Warga Mataram yang masih dibawah garis kemiskinan, didampingi volunteer dari Endri Foundation |
NURANIRAKYAT MATARAM-NTB. Hidup Prihatin dan Menahan beban dialami pak Zunaedi dan Bapak Harianto
bagaimana tidak, selama 4 tahun mereka tinggal di salah satu Ruko yang berada di Bertais Mandalika. Hidup mereka di tengah Kota Mataram sangat miris, mereka harus menjalani hidup prihatin dengan 4 Kepala keluarga dan 15 orang anak.
Dari pengakuan Pak Zunaedi dan Harianto kepada beberapa Volunteer dari Endri Foundation yang datang memberikan bantuan sembako dan awak media yang kebetulan bertemu dengannya baru baru ini, mereka mengaku hidup seadanya dengan masa depan yang tidak jelas, kadang mereka tak tenang karena sering diusik dan disuruh meninggalkan Ruko yang sudah lama mereka tempati.
Dengan keadaan mereka yang sangat minim dan prihatin, tak jarang " kadang makan kadang tidak dan tidur hanya beralaskan tikar plastik namun mereka tetap bertahan dan mereka butuh uluran tangan atau bantuan dari Pemerintah Kota Mataram.
Dari beberapa sumber lainnya menyayangkan dan mengatakan,"Miris ternyata di tengah Kota masih banyak masyarakat yang benar benar butuh perhatian dan uluran tangan. Keadaan ini ternyata sangat kontras, dimana Kota Mataram lagi gencar membangun Gedung dan mempercantik Kota, namun mereka tidak.melirik ke bawah. Masih banyak yang hidup miskin dengan anak putus sekolah.
Mari bantu Kami. kepada pemerintah Kota memberantas kemiskinan dan putus Sekolah. Liriklah kami orang bawah, kami butuh uluran tangan.Kami butuh tempat tinggal untuk anak anak kami. kami terlalu lama tinggal beralaskan tikar, menahan dinginnya malam dan makan Seadanya," ungkap bapak Zunaedi dan Harianto.(NRNews/Eva)





Posting Komentar