Pokdarwis WPJ Bersama Unram Latih Masyarakat Bonjeruk Membuat Kompos
![]() |
| Photo : Pokdarwis Wiranata Putra Jonggat (WPJ)bekerjasama dengan Unram latih masyarakat Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat membuat kompos |
NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB Pada hari Sabtu (10/10) Kelompok Sadar Wisata Wirajaya Putra Jonggat bekerjasama dengan tim pengabdian Universitas Mataram melakukan pembinaan kepada Masyarakat Dusun Presak Desa Bonjeruk. Lokasi Pengabdian Masyarakat ini adalah di Spot Wisata Pokdarwis WPJ yaitu Agrowisata Sejarah dan Pemancingan Raden Jonggat di Dasan Beleq Dusun Presak Desa Bonjeruk. Adapun materi utama yang diberikan oleh tim Pengabdian UNRAM adalah pembuatan pupuk Kompos dan pengetahun tentang lingkungan hidup.
Tim Pengabdian Universitas Mataram yang terdiri dari tim Fakultas Teknik yang dipimpin oleh Humairo, MT dan tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang dipimpin oleh Lalu Adi Permadi, MM yang juga ketua Pokdarwis WPJ. Warga Dusun Presak yang hadir berjumlah kurang lebih 20 orang. Hadir bersama masyarakat Dusun Presak, pengurus WPJ yaitu Siti Faridah, SHI., dan Zakaria anggota WPJ yang juga Bendahara Bumdes Bonjeruk. Pengabdian ini direncanakan untuk dihadiri oleh Kepala Dusun Presak, namun yang bersangkutan berhalangan hadir.
Menurut penjelasan Humairo, MT dari Tim Fakultas Teknik UNRAM, pemilihan materi pengabdian ini adalah karena adanya kewajiban manusia untuk menjaga alam dan Kompos merupakan bahan alami yang mudah didapatkan di desa, sehingga sangat praktis dan menarik untuk dikembangkan di desa seperti Bonjeruk. Humairo menambahkan kegiatan ini juga ditujukan untuk mendukung Program WPJ untuk menjadikan Bonjeruk sebagai desa Wisata. Ini mengingat salah satu tantangan di Bonjeruk adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan alami seperti kotoran hewan dan sisa-sisa tumbuhan. Dengan memanfaatkan bahan-bahan tersebut dalam pembuatan kompos maka akan membantu mengurangi sampah di Desa Bonjeruk.
Sementara itu GA Oktariyani dari FEB UNRAM mengatakan bahwa Kerjasama dengan WPJ dan pihak UNRAM ini terus akan berlanjut ke depannya. Menurut staf pengajar di Jurusan Manajemen UNRAM ini pihaknya sudah beberapa kali bekerjasama dengan pihak WPJ. Salah satu yang sudah dilakukan adalah dalam pembinaan Gendang Beleq. GA Oktariyani menambahkan pihaknya sudah menyiapkan beberapa program pengabdian yang akan dilaksanakan di Desa Bonjeruk, seperti materi kali ini ke depannya akan dilanjutkan lagi dengan pengolahan sampah organik dan non organik menjadi Cindra mata dan pelatihan perencanaan pembangunan yang akan dikerjasamakan dengan Desa Bonjeruk dan Pokdawis WPJ.
Dijelaskannya, dosen Jurusan Manajemen FEB UNRAM ini, Pokdarwis WPJ sangat senang menerima tawaran dari rekan-rekan dosen UNRAM, karena searah dengan visi WPJ untuk mewujudkan Bonjeruk sebagai Desa Wisata terutama dari sudut Sapta Pesona yaitu kebersihan dan kenyaman. Menurut ketua WPJ ini, pembinaan demi pembinaan akan terus dilakukan bekerjasama dengan berbagai pihak terutama dari pihak perguruan tinggi, Dinas terkait dan LSM.
Menanggapi apa yang dikatakan oleh GA Oktariyani dari FEB UNRAM, ketua WPJ yang biasa dipanggil Gde Didik itu menjelaskan bahwa salah satu rencana dalam waktu dekat adalah WPJ akan bekerja sama dengan FEB UNRAM menawarkan pelatihan perencanaan pembangunan desa kepada Desa Bonjeruk. “Perencanaan Pembangunan sangat penting untuk Desa Bonjeruk. Dengan dokumen perencanaan tersebut pembangunan di Bonjeruk bisa terarah dan dapat diawasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Anggota Tim pengabdian kami dari FEB Prof. Mansur Afifi sebagai ahli ekonomi pembangunan siap memberikan pelatihan” jelas Gde Didik yang merupakan cucu Bupati Pertama Lombok Tengah Lalu Srinate.
Warga Dusun Presak sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pengabdian yang terdiri dari dua sesi yaitu pemaparan materi dan praktik pembuatan kompos. Banyak masyarakat Presak yang mau ikut namun karena mengikuti protokol Kesehatan Covid19 maka hanya 20 orang yang dipilih untuk ikut serta. Dalam kegiatan ini warga menerima bantuan masker untuk memastikan mereka menjalankan protokol Kesehatan dengan baik.
Amaq Badrun alias Umum menyatakan bahwa warga sangat gembira dengan adanya kegiatan pengabdian tersebut. Menurutnya warga semakin menyadari banyak hal yang bisa bermanfaat di sekitar lingkungannya. Menanggapi pernyataan tersebut, Siti Faridah dari Pokdarwis WPJ menyatakan “Hal tersebut positif dan menunjukkan sinyal bahwa masyarakat Desa Bonjeruk ingin maju. WPJ membuat program-program mendukung keinginan masyarakat tersebut.” Hal senada juga disampaikan oleh punggawa WPJ lainnya yaitu Zakaria. Menurutnya Kompos sangat berguna bagi masyarakat Bonjeruk yang notebene masyarakat pertanian.(NRNews/29)

Posting Komentar