24 C
id

Pokdarwis WPJ Desa Wisata Sejarah Bondjeroek Luncurkan Buku " Haji Lalu Srinate Ayahku " Karya Dodik Wijaya

Photo : Hj. Gusti Ayu Laksmi, Ir.HL. Widjaje, Drs.L. Bayu Windia M.Si ketua Majelis Adat Sasak dan Doktor Kadri. Photo bersama saat peluncuran buku " Haji Lalu Srinate Ayahku " karya Dodik Wijaya

NURANIRAKYAT NEWS MATARAM-NTB. Kelompok Sadar Wisata Wirajaya Putra Jonggat (WPJ) bersama dengan anggota Lembaga Budaya Sasak Jonggat Wijaya Loka (JWL) lainnya yaitu Kelompok Nembang Pepaosan Cempaka Wangi mengadakan launching BUKU LALU SRINATE AYAHKU, karya DODIK WIJAYA di Mataram tepatnya dirumah Ir HL. Widjaje. Ahad (11/10)

Peluncuran buku ini juga didukung oleh Majelis Adat Sasak (MAS). Buku yang ditulis oleh sesepuh JWL dan WPJ Ir. H. Lalu Widjaje Srinate yang biasa dipanggil Gde Dodik ini menceritakan tentang pengalaman beliau semasa masih bersama ayah beliau Lalu Srinate. Dalam acara yang yang berlangsung di rumah Gde Dodik di Jalan Gunung Kerinci 34 Mataram, Lalu Adi Permadi Ketua Pokdarwis WPJ bertindak sebagai MC.

Sebagai Kepala Pemerintahan sementara atau Bupati Pertama Lombok Tengah tahun 1945 beliau dilantik pada tanggal 15 Oktober 1945 dan pada tanggal 15 Oktober itu pula dijadikan sebagai representasi hari lahirnya Kabupaten Lombok Tengah yang jatuh pada tanggal 15 Oktober 1945. Sosok Lalu Srinate selama ini masih merupakan sosok misterius dikupas habis dalam buku

Gdeng Beleq " Rumah bersejarah peninggalan
 HL. Srinate tempat beliau menghabiskan sisa hidupnya sekarang jadi milik
Dodik Widjaje.


setebal 100 halaman tersebut. Lalu Srinate yang semasa hidupnya pernah menjadi perintis Kabupaten Lombok Tengah memiliki putra dan putri 11 orang dari istrinya Raden Roro Sumaryatun Joyohadikusumo. 

Menurut Lalu Widjaje dalam bukunya, ayahnya adalah sosok pejuang sejati yang tanpa pamrih memperjuangkan masyarakat di Pulau Lombok. Lalu Srinate tidak hanya aktif berjuang di Lombok Tengah tetapi juga sampai ke Wilayah Nusa Tenggara lainnya. Sosok yang sempat memimpin Lombok Timur di awal-awal pendirian kabupaten tersebut, juga bertemu dan memberikan dukungan untuk para pejuang termasuk I Gusti Ngurah Rai dari Bali. 

Menurut mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat ini ayahnya mengalami permasalahan di masa Orde Lama dimana beliau dituduh terlibat pembunuhan Saleh Sungkar. Lalu Widjaje menceritakan bagaimana kesaksian ayahnya yang menyatakan bahwa Lalu Srinate dan beberapa pejabat Lombok termasuk Kepala Pemerintahan Sementara Lombok Barat Lalu Darwisah yang ikut ditahan di Bali pada saat itu sebenarnya tidak terlibat sedikitpun dengan masalah tersebut.   

Gerbang Rumah bersejarah
HL. Srinate di zaman belanda 
 sempat viral
sangat Ikonik bagi
Desa Wisata Sejarah
Bondjeroek
Dalam kegiatan peluncuran buku ini, turut
memberikan sambutan Pengurus Majelis Adat Sasak Drs Lalu Bayu Windia MSi. Dalam sambutannya Bayu Windia yang juga Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB memaparkan kedekatan beliau dengan keluarga dari Almarhum Lalu Srinate. 

Sebagai perwakilan MAS, Bayu Windia menyatakan bahwa tokoh Lalu Srinate merupakan tokoh pejuang yang memberikan contoh bagaimana kepemimpinan versi Sasak, dimana ada kesederhanaan dengan ungkapan semaik. Ketua MAS ini juga mengutip buku tersebut untuk menunjukkan bagaimana contoh kesederhanaan seorang pemimpin dalam dir Lalu Srinate. Pada saat Land reform pada masa pemerintahan kolonial Belanda di Lombok, dimana Lalu Srinate yang bertugas sebagai Distrik Jonggat yang harus membagi tanah. 

Dijelaskan oleh Lalu Bayu, bahwa Lalu Srinate tidak mengambil sejengkalpun tanah pembagian tersebut. Menurutnya ini contoh positif bagi pemimpin di masa kini untuk mendahulukan atau mengutamakan masyarakatnya daripada dirinya sendiri golongan dam keluarganya. 

Buku karya Dodik Wjaya

Menjawab pertanyaan wartawan, Lalu Bayu Windia menegaskan bahwa MAS mendukung publikasi Riwayat Hidup dari tokoh-tokoh Sasak sehingga dapat dibaca oleh Generasi Muda Sasak dan memberikan kebanggaan mereka sebagai bagian dari Suku Sasak. Buku ini memperkaya khasanah Kesejarahan, keteladanan dalam personal karakter seorang pemimpin dan buku ini sangat dibutuhkan dalam nilai nilai pewarisan sejarah kedepan saya mengapresiasi buku ini karena apa yang tertuang dalam penulisan bulu ini sangat bagus untuk kedepan," kata L. Bayu Windia.

Sementara itu Ketua Pokdarwis WPJ Lalu Adi Permadi menyatakan bahwa penerbitan buku kakeknya ini adalah satu kebanggaan tidak hanya bagi dirinya tetapi juga untuk masyarakat Bonjeruk Kecamatan Jonggat dan Lombok Tengah pada umumnya. Lalu Adi Permadi yang akrab dipanggil Gde Didik ini menambahkan Buku Lalu Srinate Ayahku ini sangat mendukung program kelompoknya untuk mewujudkan Desa Bonjeruk sebagai Desa Wisata Sejarah seperti yang tertuang dalam SK Bupati Lombok Tengah No /167 : 2018.

Dalam peluncuran buku ini yang diawali oleh tembang Memaos Takepan dari Kelompok Cempaka Wangi hadir Drs. HL. Mas’ud, mantan Walikota Mataram yang juga masih keponakan dari Lalu Srinate dan Gusti Ayu Laksmi, putri teman dari Lalu Srinate yang bernama Gusti Ngurah. Gusti Ayu Laksmi menceritakan pertemanannya dengan keluarga Srinate dan kesaksiannya pada kehidupan Lalu Srinate sekeluarga sebagai priyayi Sasak yang bersahaja. Selain itu hadir juga pengurus WPJ Didik Supriadi, Sukria Wijaya dan Zakaria. Sementara itu dari pihak pengurus Forum Desa Wisata Tastura hadir Lalu Jasmawadi dan Lalu Sapta. 

Diketahui penulis juga sebelumnya telah meluncurkan karya tulis lainnya dengan judul Hasta Brata Kepemimpinan Timur, Leader and Leadership, Jangan Pernah Mengangkat Petruk Dadi Ratu, Drama Kehidupan Diatas Dimona, Drama Kemanusiaan di Kurusetra. General Nogi of Japan, Diatas Puing Tembok Konstantinopel, Senja di Seladwipa dan terakhir buku dengan judul Haji Lalu Srinate Ayahku. 

Ir Haji Lalu Widjaje atau nama lainnya Dodik Widjaje dalam Biografi sebelumnya menempuh Pendidikan sejak kecil di Vroubel TK Mataram, SD Sekolah Rakyat di Bondjeroek, SMP di SMPN 1 Mataram, SMA di SMAN1 Mataram, Perguruan Tinggi FKH&UGM. Perguruan Tinggi Fakultas Peternakan UGM 1970. Kemudian pengalaman luar negeri Training Animal Production, University of Berlin RFJ Germany, Seminar Production University of Chiang May Thailand dan Charles Darwin University Australia.(NRNews/29)


Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4