HM. Suhaili FT, Bupati Penggagas 2 Juta Masker, Hingga Roadshow Covid 19
![]() |
| Photo : Bupati Loteng HM. Suhaili.FT penggagas 2 juta masker bersama jajarannya |
NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB Banyak bupati yang berjibaku melawan covid 19, namun mungkin tidak banyak terekspos sampai ke telinga pemerintah Pusat. Contohnya adalah Bupati Lombok Tengah, HM. Suhaili FT. Dia adalah salah satu bupati yang menginisiasi program 2 juta masker sejak awal Covid 19 melanda Nusa Tenggara Barat.
Abah Uhel panggilan bupati yang sudah dua kali memimpin Lombok Tengah ini. Ia dikenal dekat dengan warga masyarakatnya. Sejak awal pandemi, dirinya langsung membuat gebrakan dengan merogoh kocek lewat APBD dengan menganggarkan Rp.11 Milliar untuk pembelian masker bagi sekitar 1,2 juta penduduk Lombok Tengah.
Ditemui di kediamannya di pendopo Bupati untuk sesi wawancara Senin lalu, pria tambun ini menyebut keputusannya untuk menganggarkan 2 juta masker saat itu tiada lain untuk membentengi Lombok Tengah dari Covid 19 yang saat itu sudah menyebar di dua daerah tetangga. Yakni Lombok Timur dan Kota Mataram.
Namun menurut dia, yang paling penting, produksi 2 juta masker ini juga kala itu melibatkan UMKM lokal, sehingga tidak saja memberikan dampak bagi pencegahan covid 19 namun juga berdampak bagi sector ekonomi kecil yang rentan terdampak pengaruh lesunya pasar akibat pandemic.
”Kita produksi masker ini dari seluruh UKM yang ada di Lombok Tengah. Setelah kita data tercatat sebanyak kurang lebih 300 usaha konveksi yang ada di Lombok Tengah. Masing-masing konveksi bisa menghasilkan sekitar 300-400 masker per hari,” ungkapnya.
Dengan adanya program 2 juta masker yang menurut pria yang dikenal dengan sebutan Abah Uhel ini telah mampu menekan angka covid 19 tak separah dari kabupaten kota di Nusa Tenggara Barat.
“ Saya selalu mewanti wanti agar masyarakat tidak abai untuk memakai masker,” kata pria yang dikenal ramah senyum ini.
Langkah Bupati yang juga ketua DPD 1 Golkar NTB ini dalam usahanya mengedalikan amukan pandemic. Suhaili satu satunya bupati di NTB yang menginisiasi program roadshow ke desa desa dalam rangka memberikan sosialisasi langsung ke masyarakat terhadap protokoler kesehatan. Langkah ini sangat membantu masyarakat di saat kepanikan mewabahnya covid 19. Lewat Lomba Kampung sehat, bupati dengan jargon pemerintahnya ‘Lombok Tengah Bersatu’ ini siang malam turun ke 139 desa di Lombok Tengah secara berantai. Banyak yang memuji langkahnya karena dianggap tidak meninggalkan warganya yang galau dilanda covid 19.
“Kami turun langsung ke masing –masing desa untuk menyadarkan masyarakat, agar mematuhi imbauan yang dikeluarkan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan dan menggalakkan kampung sehat,” ujarnya.
Ia menegaskan, dalam mengatasi virus korona ini, masyarakat perlu adaptasi dengan kehidupan baru yakni kampung sehat. Dimana, arti dari lima kata sehat adalah, S merupakan Steril kebersihan lingkungan maupun dusun, kemudian steril dari virus korona, narkoba, perjudian maupun lainnya.
Selajutnya, E kepanjangan dari Ekonomi masyarakat yang produktif dan ekonomi kreatip dengan bekerkembangnya IKM serta UKM di setiap kampung sehat. Sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi wilayah setempat pada saat terpuruk dampak pandemi Covid-19.
“Ini penting sekali untuk ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Kemudian, H yang merupakan Harmonis kehidupan masyarakat. Pada massa pandemi ini, kebanyakan aktifitas masyarakat lebih banyak di kampung dengan aktifitas ekonomi produktif serta kreatifnya dalam ciptakan ketahanan pangan mereka. “Tetap melaksanakan giat gontong royong serta silaturrahmi antar warga secara harmonis,” ucapnya.
Untuk A yang artinya Asri. Lingkungan kampung menjadi asri dan Indah. Dengan adanya aktifitas warga kampung yang lebih banyak gontong royong untuk menata kampung akan membuat lingkungan asri, bersih, lingkungan tertata rapi dan indah.
“Apalagi setiap pemilik rumah menata lingkungan masing-masing untuk menanam sayuran di pekarangan,” ucapnya.
Terakhir, T maksudnya Tangguh. Jika lingkungan sudah steril, ekonominya produktif, kemudian kehidupan warganya armonis, maka kampung itu akan menjadi tangguh dari segala hal, termasuk dengan virus korona.
Meski akhirnya Lombok Tengah tidak mampu meraih juara tingkat nasional dalam program Kampung Sehat ini, namun bagi bupati yang terpenting adalah bukan juara tapi dampak lomba ini bagi warganya yang mengajarkan pentingnya pola hidup baru akibat pandemic.
“ Kita mengajak masyarakat untuk peduli dengan dirinya sendiri,” tandas politisi senior NTB ini menutup pembicaraan.(Zaenal AR)

Posting Komentar