Polemik Pergantian Nama Bandara Internasional Lombok Tak Kunjung Usai
L. Tajir Syahroni: Pasang Plang harus dengan cara yang baik dan beretika "Jangan Diam Diam Kayak Maling.
NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Bertahun tahun Pro kontra pergantian nama Bandara internasional Lombok masih saja terjadi. Dari usulan semasih TGB menjadi
![]() |
| L. Tajir Syahroni |
Gubernur NTB yang ditolak keras masyarakat Lombok Tengah mendapat tentangan yang beragam terutama masyarakat Lingkar Bandara dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
Berdasarkan informasi terkini yang dihimpun NRNews, pergantian nama Bandara ini diketahui setelah adanya campur tangan Kadis Pariwisata Propinsi NTB L. Faozal, yakni pada surat dengan Nomor : 800/954/Dispar/VI/2020 yang dilayangkan kepada Kapolres Loteng untuk meminta dukungan pengamanan. Hal ini juga telah memantik penolakan baru dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya dari mantan Calon Bupati Lombok Tengah L. Tajir Syahroni kepada NRNews Sabtu (14/11) beliau mengatakan
"Kalau mau dilaksanakan pemasangan plang Bandara seharusnya dengan cara yang baik dan beretika. Mestinya Pemerintah Propinsi NTB Berkoordinasi dengan Angkasa Pura dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. " Jangan dipasang diam diam dan malam malam kayak maling," cetus Tajir Syahroni.
Tajir menegaskan, " Bandara Internasional
![]() |
Lombok ( BIL ) ini milik publik, maka kalau mau ganti namanya, ya harus Dilaksanakan dengan terbuka dan prosedural. Jangan diam diam apalagi dilakukan pada malam hari. Apalagi penganggarannya saya yakin itu juga dilakukan dengan cara yang salah.
Tajir menjelaskan, " Penganggaran pergantian nama BIL mestinya dilakukan oleh PT. Angkasa Pura bukan oleh Dinas Pariwisata Propinsi yang mengelola uang rakyat. Ini jauh sekali nomenklaturnya. Jangan karena Faozal mau carmuk ke Wagub kemudian semaunya pakai uang negara.
Apalagi penggunaan uang negara untuk tujuan memicu konflik menjelang Pilkada. Harusnya Faozal ini segera diperiksa oleh BPK dan komisi ASN, ungkap Tajir Syahroni yang juga sebagai mantan kades Ketare Kecamatan Pujut ini. Sementara itu Kadispar Propinsi NTB L. Faozal ketika dikonfirmasi NRNews melalui telpon dan di WA pun belum ada tanggapan. (NRNews/29)


Posting Komentar