24 C
id

Sambut MotoGP 2021 di KEK Mandalika, Desa Wisata Masmas Berbenah

H.Habib S.Pdi (Kades Masmas) :Program Village Bassed Tourism andalan Desa Wisata Masmas

NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB Berbicara tentang Pariwisata secara menyeluruh terutama di Kabupaten Lombok Tengah dan khususnya desa wisata, untuk Desa Masmas Kecamatan Batukliang Utara, menurut Kepala Desa Masmas H. Habib S.Pdi dalam press rilisnya baru baru ini mengatakan, saat Bupati Kabupaten Lombok Tengah

H. Habib S.Pdi
Kades Masmas

mendeklarasikan Kabupaten Lombok Tengah menjadi Kabupaten Pariwisata, maka untuk mendukung hal itu sangat positif untuk mendongkrak PAD guna peningkatan perekonomian dan mensejahterakan masyarakatnya. Oleh karena itu kami sebagai bagian kecil masyarakat Lombok Tengah di desa Masmas yang peduli dengan ekonomi masyarakat yang tergolong kurang mampu, mencoba menggali potensi yang ada di Desa, yang salah satunya adalah dengan memanfaatkan keindahan view alam yang dimilikinya dengan menginstall sebuah program yang mereka namakan “Village  Based Tourism” yang disingkat “VBT” kata," Habib.

Diungkapkannya, dalam rangka menyambut MotoGP 2021 di KEK Kuta Mandalika sebagai kawasan super prioritas pariwisata Indonesia, kami didesa Masmas memiliki Program VBT, adalah sebuah program wisata Berbasis Desa, dengan menunjukkan kepada para wisatawan,  pemandangan keindahan alam (view gunung Rinjani, persawahan, Cekdam, gaya hidup masyarakat desa, Kelompok masyarakat penganyam ketak, pembuat kerupuk bonggol pisang, anak sekolah, kebudayaan dan lain lain. 

Untuk mendapatkan gambaran tentang paket wisata Desa Masmas, kami runutkan urutan kegiatan yang kami jadikan satu paket dari kegiatan tersebut, adalah sebagai berikut, Pertama, begitu tamu datang, mereka disambut oleh para guide local di secretariat VBT untuk melakukan registrasi dengan cara membayar harga paket sejumlah Rp. 150.000, kemudian diberikan penjelasan soal aturan-aturan yang harus diikuti dan destinasi-destinasi yang akan dituju, sekaligus kegiatan yang akan diikuti di setiap destinasi tersebut, baru kemudian tamu tersebut akan dipasangkan sarung yang sudah disediakan untuk menjadi penanda bahwa mereka adalah tamu resmi desa sekaligus untuk menghormati budaya local.

Kedua, setelah itu kemudian, tamu dibawa ke sekolah terdekat, dengan maksud untuk memberikan gambaran kepada mereka tentang situasi pendidikan di Pedesaan dengan segala keterbatasannya, sementara disisi lain diharapkan akan mampu memberikan motivasi tersendiri buat peserta didik untuk lebih giat belajar khususnya bahasa Inggris dan skill lainnya. Jadi disitu para tamu diberikan kebebesan berinteraksi dengan para peserta didik, baik di dalam kelas ketika mereka sedang belajar (tema akan disesuaikan dengan mata pelajaran yang sedang dipelajari) maupun diluar kelas ketika mereka sedang keluar main," papar Habib.

Ketiga, mereka di bawa ke kantor desa, melewati lorong sayur (dimana sepanjang lorong dan disetiap pekarangan rumah yang dilewati ditanami sayur baik sayur merambat maupun tidak, sambil dijelaskan jenis jenis sayur yang ditemukan baik cara budidaya, kandungan vitaminnya juga fungsinya, dengan maksud untuk memberikan gambaran tentang mekanisme pemerintahan di Indonesia, dengan logika bahwa Desa adalah Negara kecilnya Indonesia, seperti apa sistim pemerintahan di Indonesia, akan tercermin di Desa cuma beda nama, sementara di sisi lain diharapkan hal ini akan menjadi pemicu bagi pemerintah desa untuk meningkatkan etos kerja mereka, karena mereka sadar bahwa kinerja mereka di pantau dan akan diceritakan sampai ke luar negeri oleh tamu yang datang.

Keempat, mereka diajak ke persawahan untuk melihat aktifitas para petani sekaligus berinteraksi dengan mereka, dengan maksud untuk memperlihatkan kepada mereka cara-cara petani di pedesaan mengolah lahan pertanian mereka sekaligus jenis-jenis varietas yang ditanam oleh petani dengan harapan juga para tamu tersebut memiliki keahlian di salah satu bidang yang diperlihatkan untuk kemudian dishare dengan petani dalam kerangka meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil petanian masyarakat pedesaan.

Setelah itu "papar Kepala Desa, dibagian kelima mereka diajak ke salah satu dusun di ujung persawahan tersebut yang namanya dusun Antakantak, dimana hampir 99,9% kaum perempuan di dusun ini mempunyai pekerjaan sambilan disamping kegiatan pokok sebagai petani, buruh tani, atau pedagang yaitu menganyam ketak, sebuah anyaman yang terbuat dari sejenis rumput yang dibentuk dengan berbagai bentuk dan kegunaan, untuk lepek-an piring atau gelas yang berbentuk oval, bundar dan segi empat panjang, tas, nampan tempat buah, dan lain lain.

Keenam, mereka diajak naik cidomo (sekarang sedang diupayakan angkutan alternative), dari dusun Antakantak menuju rumah warga Punikasih, tempat pembuatan kerupuk bonggol pisang. Di sini Pengunjung dapat melihat proses pembuatan kerupuk bonggol pisang atau minimal dapat penjelasan dengan gambar sambil menikmati kegurihannya yang disuguhkan oleh kelompok pembuat kerupuk dibarengi dengan segarnya minuman sirup lobe-lobe atau sirup pala atau kopi hitam asli desa Masmas, " papar Habib.

Dalam tahapan paket wisata keliling desa. Ketujuh untuk para pengunjung mereka diajak berkeliling desa masih dengan menggunakan cidomo atau kadang jalan kaki menuju rumah salah seorang warga yang mendapat giliran untuk menyediakan makan siang dengan menu khas desa Masmas yaitu nasi putih dengan lauk pauk atau jejeruk (pakis, kancang panjang, jantung pisang dan kecambah di kasi bumbu santan putih campur kemiri), ikan atau ayam, atau telur bagi yang vegetarian dan tahu atau tempe ditambah sambal khas desa Masmas. Dan inilah akhir dari paket yang ditawarkan.

Terakhir, bagi pengunjung yang mau menginap, mereka disiapkan rumah-rumah warga sebagai homestay atau tempat penginapan mereka karena di sini tidak ada hotel dan tidak akan pernah dibangun hotel demi konservasi lingkungan dan menjaga keorisinilan desa. Adapun kesepakatan harga /orang/malam include breakfast adalah Rp. 150.000.

Di samping itu juga," tambah H. Habib, sepanjang perjalanan, mereka juga diberikan penjelasan berbagai kegiatan masyarakat Desa berupa upaya-upaya yang dilakukan untuk mendukung kegiatan wisata ini seperti mempersiapkan mental warga dan kemampuan mereka berbahasa inggris melalui kegiatan yang dikemas dengan istilah Pondok Santri, termasuk juga mereka diberikan penjelasan, bahwa kegiatan ini tidak pure bisnis tapi pure social sehingga keuntungan yang didapat dari kegiatan ini di bagi ke berbagai pos yaitu untuk :

a. Pendidikan : 10 %

b. Keluarga miskin : 10 %

c. Sanitasi : 05 %

d. PADes : 05 %

e. PADus : 13 %

f. Sekolah dikunjungi : 02 %

g. Kelompok ketak : 05 %

h. Warga penyedia makan siang : 05 %

i. Komunitas pengelola : 45 % , disinipun untuk kegiatan social lainnya," papar Kepala Desa

Sebagai catatan bahwa sejak kegiatan ini di lounching sepuluh tahun lalu, sudah banyak sekali dikunjungi oleh tamu mancanegara dan kesan dari semua tamu yang datang adalah sangat memuaskan dan sangat mengesankan saking senangnya mereka banyak mengatakan “di sinilah coklatnya Lombok”, “ini adalah tour yang luar biasa”, “ini adalah tour yang paling menyenangkan selama melakukan tour keliling dunia”, “ini adalah pengalaman berharga dalam hidup saya yang harus saya ulangi lagi kesini” cerita Kepala Desa.

Melihat kenyataan diatas maka Pemerintah desa bekerjasama dengan kelompok sadar wisata selalu berupaya untuk terus mengupayakan peningkatan kapasitas pengelola dan seluruh masyarakat terutama bagaimana menservis tamu yang baik, juga yang tidak kalah penting adalah bagaimana memproteksi budaya yang dimiliki oleh masyarakat jangan sampai terkontaminasi oleh budaya barat yang nota bene hedonis, dan tidak kalah pentingnya adalah berbagai sarana prasarana yang berupa infrastruktur, transportasi dan akomodasi juga kepentingan-kepentingan umum lainnya seperti toilet, penataan taman-taman desa dan lain-lain.

Tapi karena keterbatasan dana yang ada di desa yang tentu keterbatasan itu semakin menjadi sangat terbatas karena tidak semua sanggaran yang ada bisa di peruntukkan untuk penataan wisata. Maka dari itu intervensi dari pemerintah pusat sangat diharapkan demi terwujudnya desa wisata yang diminati wisatawan local maupun manca Negara yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelas Habib yang sebelum menjadi Kades, ia adalah seorang pelopor desa wisata didesa Masmas. (NRNews/29/Adv)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4