Pupuk Langka LASKAR NTB Geruduk UPT Pertanian Kecamatan Jonggat
![]() |
| Photo : Wakil Ketua LASKAR NTB Syamsul Bahri saat mendatangi UPT Pertanian Kecamatan Jonggat bersama masyarakat dan kelompok tani |
NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB Beberapa kelompok tani dan pengecer pupuk dari Desa Batutulis dan Desa Sukarare Kecamatan Jonggat di dampingi oleh Syamsul Bahri wakil ketua LSM LASKAR NTB. Mereka mendatangi kantor KUPT Jonggat Senin (21/12) untuk melakukan kegiatan audiensi mempertanyakan penyebab langkanya pupuk di Kecamatan Jonggat yang membuat para petani terancam gagal panen.
Dalam kesempatan tersebut Kelompok Tani dan pengecer di sambut oleh KUPT Jonggat H. Idham Khalid dan penyuluh pertanian kecamatan jonggat Ibu Hapita Buanote Sp.
Syamsul Bahri mempertanyakan, apa yang menyebabkan terjadinya kelangkaan pupuk, sebab kalau di karenakan musim tanam tahun ini sebagai musim tanam lebih awal sehingga terjadi kelangkaan pupuk, maka itu tidak masuk akal, karena menurutnya iklim di negara kita adalah iklim tropis yang secara tradisi bahwa musim hujan biasanya awal bulan sepuluh atau pertengahan bulan.
Syamsul Bahri juga menegaskan," paling telat di akhir dan awal bulan sebelas musim tanam di mulai, oleh pemerintah seyogyanya dalam perencanaan pengadaan pupuk itu pada bulan dua belas tapi faktanya hari ini terjadi kelangkaan pupuk,"kalaupun ada itu bukan pupuk subsidi, karena harganya tidak masuk akal dengan harga bervariasi mulai dari 600 sampai 800 ribu bahkan satu juta," cetusnya.KUPT jonggat H. Idham Halid menjelaskan bahwa kami sudah melakukan langkah secara prosedural, mulai dari menyiapkan RDKK dan ERDKK tapi sepertinya ini terkendala di pihak produsen dan distributor, karena merekalah yang punya wewenang untuk mengeluarkan pupuk subsidi sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Hal senada juga di sampaikan oleh penyuluh pertanian Ibu Hapita Buanote Sp. Ia menyarankan agar forum pengecer dan Kelompok tani mendatangi Distributor mempertanyakan kendala apa yang menyebabkan terjadinya kelangkaan pupuk atau siapa tau dari distributor punya stock pupuk tahun kemarin yang alokasinya untuk wilayah lain yang musim tanamnya lebih awal pada tahun ini,"
Setelah menerima penjelasan dari KUPT kecamatan Jonggat dan penyuluh pertanian, mereka membubarkan diri dan selanjutnya malam ini mereka akan melakukan rembug bersama kelompok tani dan pengecer dan bermusyawarah mengenai tindakan apa yang akan dilakukan agar pupuk bisa dikeluarkan dalam waktu dekat ini. Yang jelas keadilan harus berpihak kepada petani untuk mendapatkan pupuk," tegas Syamsul Bahri.(NRNews/29)


Posting Komentar