Pariwisata
Sekretaris PWRI : Kami Tertarik Dengan Desa Wisata Sejarah dan Kenangan Bondjeroek Tempo Doloe
NURANI RAKYAT NEWS-Lombok Tengah. Wisata Desa saat ini sedang jadi trend di berbagai Daerah tidak terkecuali di Daerah Kabupaten Lombok Tengah. Diketahui di Lombok Tengah banyak desa desa yang memiliki potensi dan tempat tempat refresentatip untuk dikunjungi sebagai lokasi wisata desa salah satu diantaranya desa tersebut adalah Desa Wisata Sejarah Bondjeroek. Perlu diketahui yang membedakan Bondjeroek dengan desa desa wisata lainnya adalah potensi dan penuturan sejarahnya hal ini diperkuat oleh nilai historisnya, dulu adalah sebagai Distrik pemerintahan di era kolonial Belanda dan yang lebih mempertegas adalah Heritage Building Gdeng Beleq sebagai peninggalan bersejarah Keluarga Raden Wiresaid yang merupakan salah satu dari keturunan keluarga kedatuan Jonggat
Perlu diketahui juga Raden Wiresaid ini adalah ayahandanya Raden Obris atau HL. Serinata yang merupakan Kepala Daerah/Bupati pertama Kabupaten Lombok Tengah. Oleh karena itulah Pemerintah Daerah Lombok Tengah menetapkan Desa Bonjeruk sebagai salah satu desa wisata berdasar kepada SK Bupati No : 167 A Tahun 2018. Berdasar kepada hal itulah yang digunakan sebagai penguat dan mempertegas desa Bonjeruk sebagai Desa Wisata Sejarah yang memiliki nostalgia dan kenangan tempo doloe. Nah hal itu pula yang membuat rombongan tamu yang merupakan pensiunan para pejabat pejabat “pemerintah tempo doloe “ Propinsi NTB atau dari PWRI tertarik ingin berwisata nostalgia dengan kenangan kenangan berbau tempo doloe di Desa Wisata Sejarah Bondjeroek.
Menurut Husni Fahrie Sekretaris PWRI Mataram ia sangat tertarik dengan Desa Bonjeruk yang memiliki historis tentang kedistrikan pemerintahan yang sudah ada pada zaman Belanda. Ia bersama para pengurus dan Anggota PWRI sudah lama ingin berwisata nostalgia di tempat ini,” katanya. Menurut L. Adi Permadi yang akrab dipanggil Gde Didik dirinya selaku Ketua Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat ( WPJ ) mengatakan ,"selain Heritage Building Gdeng Beleq yang digunakan sebagai salah satu spot utama Desa Wisata Sejarah Bonjeruk yang dikelola oleh Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat, masih ada juga spot spot refresentatif lainnya, misalnya Makam Dasan sebeleq adalah Makam Raden Wiresaid, HL. Serinata dan makam Raden Roro. Soemarjatoen istrinya yang merupakan salah seorang putri bangsawan Jogyakarta.
Tidak itu saja spot spot persiapan lainnya yang dimiliki adalah Kawasan Agrowisata terpadu” Sunrise Garden Spot dimana kawasan ini berlokasi di Pengempel Lego Bejelo sebagai spot Agrowisata persiapan ini menyediakan aneka tanaman buah mulai dari Durian dan Klengkeng Unggul hingga kebun buah Naga, Jaboticaba tree atau Anggur Brazil/ Anggur pohon hingga buah produktif lainnya. Disana juga terdapat kolam wisata pemancingan dan sebagai tempat Eduagrowisata belajar berkebun, belajar budidaya ikan nila dan hamparan pemandangan alam sebagai” Musium of rice “ petani petani desa. Inshaa Allah selain itu juga untuk spot wisata pemancingan berikutnya juga akan kita buka lagi di Dasan Sebeleq, dimana lokasi tersebut sangat refresentatip sebagai Camping Ground dan Home stay,” kata L. Adi Permadi yang juga sebagai Dosen pariwisata di Unram ini.(NR02)
Berwisata Nostalgia Dan Keindahan Alam Ke Desa Wisata Sejarah “ Bondjeroek Tempo Doloe “
![]() |
| Dokumentasi : fhoto bersama rombongan tamu tour wisata nostalgia di Heritage Building Gdeng Beleq " Bondjeroek Tempo Doloe " |
Sekretaris PWRI : Kami Tertarik Dengan Desa Wisata Sejarah dan Kenangan Bondjeroek Tempo Doloe
NURANI RAKYAT NEWS-Lombok Tengah. Wisata Desa saat ini sedang jadi trend di berbagai Daerah tidak terkecuali di Daerah Kabupaten Lombok Tengah. Diketahui di Lombok Tengah banyak desa desa yang memiliki potensi dan tempat tempat refresentatip untuk dikunjungi sebagai lokasi wisata desa salah satu diantaranya desa tersebut adalah Desa Wisata Sejarah Bondjeroek. Perlu diketahui yang membedakan Bondjeroek dengan desa desa wisata lainnya adalah potensi dan penuturan sejarahnya hal ini diperkuat oleh nilai historisnya, dulu adalah sebagai Distrik pemerintahan di era kolonial Belanda dan yang lebih mempertegas adalah Heritage Building Gdeng Beleq sebagai peninggalan bersejarah Keluarga Raden Wiresaid yang merupakan salah satu dari keturunan keluarga kedatuan Jonggat
Perlu diketahui juga Raden Wiresaid ini adalah ayahandanya Raden Obris atau HL. Serinata yang merupakan Kepala Daerah/Bupati pertama Kabupaten Lombok Tengah. Oleh karena itulah Pemerintah Daerah Lombok Tengah menetapkan Desa Bonjeruk sebagai salah satu desa wisata berdasar kepada SK Bupati No : 167 A Tahun 2018. Berdasar kepada hal itulah yang digunakan sebagai penguat dan mempertegas desa Bonjeruk sebagai Desa Wisata Sejarah yang memiliki nostalgia dan kenangan tempo doloe. Nah hal itu pula yang membuat rombongan tamu yang merupakan pensiunan para pejabat pejabat “pemerintah tempo doloe “ Propinsi NTB atau dari PWRI tertarik ingin berwisata nostalgia dengan kenangan kenangan berbau tempo doloe di Desa Wisata Sejarah Bondjeroek.
Menurut Husni Fahrie Sekretaris PWRI Mataram ia sangat tertarik dengan Desa Bonjeruk yang memiliki historis tentang kedistrikan pemerintahan yang sudah ada pada zaman Belanda. Ia bersama para pengurus dan Anggota PWRI sudah lama ingin berwisata nostalgia di tempat ini,” katanya. Menurut L. Adi Permadi yang akrab dipanggil Gde Didik dirinya selaku Ketua Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat ( WPJ ) mengatakan ,"selain Heritage Building Gdeng Beleq yang digunakan sebagai salah satu spot utama Desa Wisata Sejarah Bonjeruk yang dikelola oleh Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat, masih ada juga spot spot refresentatif lainnya, misalnya Makam Dasan sebeleq adalah Makam Raden Wiresaid, HL. Serinata dan makam Raden Roro. Soemarjatoen istrinya yang merupakan salah seorang putri bangsawan Jogyakarta.
Tidak itu saja spot spot persiapan lainnya yang dimiliki adalah Kawasan Agrowisata terpadu” Sunrise Garden Spot dimana kawasan ini berlokasi di Pengempel Lego Bejelo sebagai spot Agrowisata persiapan ini menyediakan aneka tanaman buah mulai dari Durian dan Klengkeng Unggul hingga kebun buah Naga, Jaboticaba tree atau Anggur Brazil/ Anggur pohon hingga buah produktif lainnya. Disana juga terdapat kolam wisata pemancingan dan sebagai tempat Eduagrowisata belajar berkebun, belajar budidaya ikan nila dan hamparan pemandangan alam sebagai” Musium of rice “ petani petani desa. Inshaa Allah selain itu juga untuk spot wisata pemancingan berikutnya juga akan kita buka lagi di Dasan Sebeleq, dimana lokasi tersebut sangat refresentatip sebagai Camping Ground dan Home stay,” kata L. Adi Permadi yang juga sebagai Dosen pariwisata di Unram ini.(NR02)

Posting Komentar