Pariwisata
L. Adi Permadi : Sudah Mulai Sering Dikunjungi Tamu, Bonjeruk Sebagai Desa Wisata Sejarah harus Semakin Berbenah
NURANI RAKYAT NEWS. Lombok Tengah- Kunjungan para pimpinan lembaga pemerintah dari beberapa kabupaten di Jawa dan di Luar Jawa yang mengikuti diklat di Sekolah Staf dan Pimpinan ini ke Kabupaten Lombok Tengah diterima oleh HL. Fathul Bahri selaku Wakil Bupati di rupatama Bupati Lombok Tengah, Senin (25/04/2019) untuk selanjutnya diberangkatkan guna mengunjungi desa-desa sasaran. Salah satu desa yang dikunjungi adalah Desa Bonjeruk di Kecamatan Jonggat. Diketahui Desa Bonjeruk adalah desa yang berada di Kecamatan Jonggat dan sudah ditetapkan sebagai Desa Wisata Sejarah berdasarkan SK Bupati Lombok Tengah No : 167 A.
Dalam kunjungannya ke Desa Bonjeruk para siswa diklatsespim pemerintah ini diterima di Kantor Desa oleh Kepala Desa Bonjeruk Lalu Audia Rahman yang baru saja dilantik beberapa waktu yang lalu. Setelah beranjang sana sejenak rombongan selanjutnya disebar untuk meneliti mengenai kondisi Desa Bonjeruk dan pariwisatanya. Dari pantauan wartawan beberapa anggota rombongan tetap di kantor desa untuk mewawancarai Kepala Desa dan jajarannya. Selanjutnya empat anggota rombongan yaitu Arief Gunarto (Kadis PU Kabupaten Boyolali, Jateng), Macbub Yani Arfian (Staf ahli kota Magelang, Jateng), Yani Sutrisno Udhinugroho (Kepala BAPPELITBANGDA Purbalingga, Jateng) dan Jon Edwar (Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pesisir Barat, Lampung) diantar oleh Staf Desa berkunjung ke Heritage Building Gedeng Beleq (Sekretariat Kelompok Sadar Wisata Wirajaya Putra Jonggat) atau di rumah bersejarah peninggalan Kepala Distrik Jonggat tahun 1930an Raden Wirasaid. Rombongan diterima oleh cicit dari Raden Wirasaid yaitu Lalu Adi Permadi yang akrab dipanggil Gede Didik, yang juga adalah Ketua Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat ( Disingkat WPJ )
Menjawab pertanyaan dari para siswa Diklatsespim tersebut, Gede Didik menjelaskan beberapa hal. Pertama dijelaskan bahwa Desa Bonjeruk adalah desa tua yang didirikan oleh pendiri Kedatuan Jonggat di masa lampau. Saat ini desa di utara Kecamatan Jonggat ini sedang berbenah untuk menjadi Desa Wisata Sejarah sesuai dengan amanat SK Bupati Lombok Tengah tahun 2018. Surat keputusan ini disikapi oleh dirinya sebagai ketua Pokdarwis WPJ, bersama para pengurus lainnya seperti saudara Didik Supriadi yang merupakan penggagas atau inisiator pertama desa wisata ke Desa Bonjeruk yang juga sebagai Sekretaris dan beberapa pengurus lainnya yaitu, Lale Ira Amrita Sari , Aeril Alwan dan kawan-kawan dengan pendirian Kelompok Sadar Wisata Wirajaya Putra Jonggat (WPJ)," terang Gde Didik. Kelompok ini dibina oleh HL. Widjaje (ayah dari Gde Didik) Diketahui bahwa nama Wirajaya Putra Jonggat diambil dari nama Raden Wirasaid dan Kedatuan Jonggat. Ini selanjut menjadi Visi WPJ untuk bergerak tidak hanya di Bonjeruk tetapi juga di seluruh Kecamatan Jonggat.
Para pimpinan peserta Diklatsespim penjenjangan Aparat Sipil Negara (ASN) ini tertarik dengan historis atau sejarah Bonjeruk dan Kedatuan Jonggat. Gede Didik menceritakan bagaimana perjuangan leluhurnya Raden Nune Umas (ayahanda Raden Wirasaid) dalam mendirikan Bonjeruk sebagai ibukota Kedatuan Jonggat dengan landscape yang sudah menyerupai kota modern kala itu, kemudian tentang perjuangan Raden Nune Umas berhasil membawa Jonggat menjadi kedatuan yang disegani di Pulau Lombok.
Mengenai Heritage Building Gedeng Beleq, Gede Didik menjelaskan bahwa rumah tersebut adalah tempat kelahiran Kepala Pemerintah Sementara atau Bupati pertama Lombok Tengah yaitu Haji Lalu Srinate bin Lalu Wirasaid yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan Pemerintah RI 15 Oktober 1945 yang ditandatangani oleh Presiden Ir. Sukarno kala itu. Tanggal pelantikan itu selanjutnya dijadikan referensi hari kelahiran Kabupaten Lombok Tengah hingga ditetapkannya sebagai hari lahir Lombok Tengah. Lalu Adi Permadi SE. M.Si yang juga berprofesi sebagai Dosen Pariwisata Unram itu juga memaparkan bagaimana perjuangan Lalu Srinate di masa revolusi kemerdekaan RI.
Selain Gede Didik dalam pertemuan dengan para peserta kursus ASN itu hadir pula cicit Lalu Wirasaid yang lain yaitu Lalu Salman (Gede Mung). Bersama dengan Gede Didik, Gede Mung menceritakan tentang kondisi dan potensi Desa Bonjeruk. Selain Sejarahnya hal lain yang menarik di Bonjeruk adalah budaya, pertanian, industri dan perdagangan. Dicontohkan oleh Gede Mung, keberadaan Pasar Rebo yang hanya hadir di Hari Rabu setiap minggunya. Pasar ini merupakan bentuk perpaduan budaya dan ekonomi. Ditambahkan oleh Gede Didik, kelompok sadar wisatanya akan mengembangkan perpaduan sejarah, budaya dan ekonomi dengan menempatkan budaya Sasak Jonggat sebagai pendukung bergerakan ekonomi setempat. Dengan mengaitkan ekonomi, budaya dan sejarah maka pariwisata Sejarah ini akan sustainable atau berkelanjutan.
Para peserta Diklatsespim lembaga pemerintah itu setelah mendengarkan pemaparan ketua Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat itu dalam upaya mendukung langkah pendirian desa wisata sejarah di Desa Bonjeruk adalah sebagai langkah strategis guna membangun desa Bonjeruk dengan visi Menuju Desa Wisata Sejarah Bonjeruk yang sejahtera dilandasi dengan Iman dan Takwa. Dalam kesempatan tersebut para tamu tamu ini memberikan beberapa saran untuk pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yaitu pertama, perlunya rencana induk untuk Desa Wisata Sejarah Bonjeruk, kedua, perlu digalakkan wisata pendukung selain sejarah misalnya seperti atraksi seni adat budaya, kuliner dan Agrowisata Desa, ketiga, peran desa wisata untuk mendukung percepatan Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Mandalika perlu ditingkatkan. L. Adi Permadi mengharapkan peran serta pihak pihak terkait baik warga masyarakat dan pemuda untuk bersama sama ikut serta membangun Desa Bonjeruk sebagai Desa Wisata Sejarah, karena saat ini sudah mulai sering dikunjungi tamu, desa Bonjeruk harus semakin berbenah.(*)
Diklat Sespim Wil. II Jateng ke Heritage Building Gedeng Beleq Desa Wisata Sejarah Bondjeroek disambut Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat
![]() |
| Dokumentasi : Para peserta Diklatsespim saat diterima Wakil Bupati di Rupatama Bupati Lombok Tengah sebelum mengunjungi Desa Wisata Sejarah Bonjeruk Kecamatan Jonggat |
L. Adi Permadi : Sudah Mulai Sering Dikunjungi Tamu, Bonjeruk Sebagai Desa Wisata Sejarah harus Semakin Berbenah
NURANI RAKYAT NEWS. Lombok Tengah- Kunjungan para pimpinan lembaga pemerintah dari beberapa kabupaten di Jawa dan di Luar Jawa yang mengikuti diklat di Sekolah Staf dan Pimpinan ini ke Kabupaten Lombok Tengah diterima oleh HL. Fathul Bahri selaku Wakil Bupati di rupatama Bupati Lombok Tengah, Senin (25/04/2019) untuk selanjutnya diberangkatkan guna mengunjungi desa-desa sasaran. Salah satu desa yang dikunjungi adalah Desa Bonjeruk di Kecamatan Jonggat. Diketahui Desa Bonjeruk adalah desa yang berada di Kecamatan Jonggat dan sudah ditetapkan sebagai Desa Wisata Sejarah berdasarkan SK Bupati Lombok Tengah No : 167 A.
Dalam kunjungannya ke Desa Bonjeruk para siswa diklatsespim pemerintah ini diterima di Kantor Desa oleh Kepala Desa Bonjeruk Lalu Audia Rahman yang baru saja dilantik beberapa waktu yang lalu. Setelah beranjang sana sejenak rombongan selanjutnya disebar untuk meneliti mengenai kondisi Desa Bonjeruk dan pariwisatanya. Dari pantauan wartawan beberapa anggota rombongan tetap di kantor desa untuk mewawancarai Kepala Desa dan jajarannya. Selanjutnya empat anggota rombongan yaitu Arief Gunarto (Kadis PU Kabupaten Boyolali, Jateng), Macbub Yani Arfian (Staf ahli kota Magelang, Jateng), Yani Sutrisno Udhinugroho (Kepala BAPPELITBANGDA Purbalingga, Jateng) dan Jon Edwar (Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pesisir Barat, Lampung) diantar oleh Staf Desa berkunjung ke Heritage Building Gedeng Beleq (Sekretariat Kelompok Sadar Wisata Wirajaya Putra Jonggat) atau di rumah bersejarah peninggalan Kepala Distrik Jonggat tahun 1930an Raden Wirasaid. Rombongan diterima oleh cicit dari Raden Wirasaid yaitu Lalu Adi Permadi yang akrab dipanggil Gede Didik, yang juga adalah Ketua Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat ( Disingkat WPJ )
Menjawab pertanyaan dari para siswa Diklatsespim tersebut, Gede Didik menjelaskan beberapa hal. Pertama dijelaskan bahwa Desa Bonjeruk adalah desa tua yang didirikan oleh pendiri Kedatuan Jonggat di masa lampau. Saat ini desa di utara Kecamatan Jonggat ini sedang berbenah untuk menjadi Desa Wisata Sejarah sesuai dengan amanat SK Bupati Lombok Tengah tahun 2018. Surat keputusan ini disikapi oleh dirinya sebagai ketua Pokdarwis WPJ, bersama para pengurus lainnya seperti saudara Didik Supriadi yang merupakan penggagas atau inisiator pertama desa wisata ke Desa Bonjeruk yang juga sebagai Sekretaris dan beberapa pengurus lainnya yaitu, Lale Ira Amrita Sari , Aeril Alwan dan kawan-kawan dengan pendirian Kelompok Sadar Wisata Wirajaya Putra Jonggat (WPJ)," terang Gde Didik. Kelompok ini dibina oleh HL. Widjaje (ayah dari Gde Didik) Diketahui bahwa nama Wirajaya Putra Jonggat diambil dari nama Raden Wirasaid dan Kedatuan Jonggat. Ini selanjut menjadi Visi WPJ untuk bergerak tidak hanya di Bonjeruk tetapi juga di seluruh Kecamatan Jonggat.
Para pimpinan peserta Diklatsespim penjenjangan Aparat Sipil Negara (ASN) ini tertarik dengan historis atau sejarah Bonjeruk dan Kedatuan Jonggat. Gede Didik menceritakan bagaimana perjuangan leluhurnya Raden Nune Umas (ayahanda Raden Wirasaid) dalam mendirikan Bonjeruk sebagai ibukota Kedatuan Jonggat dengan landscape yang sudah menyerupai kota modern kala itu, kemudian tentang perjuangan Raden Nune Umas berhasil membawa Jonggat menjadi kedatuan yang disegani di Pulau Lombok.
Mengenai Heritage Building Gedeng Beleq, Gede Didik menjelaskan bahwa rumah tersebut adalah tempat kelahiran Kepala Pemerintah Sementara atau Bupati pertama Lombok Tengah yaitu Haji Lalu Srinate bin Lalu Wirasaid yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan Pemerintah RI 15 Oktober 1945 yang ditandatangani oleh Presiden Ir. Sukarno kala itu. Tanggal pelantikan itu selanjutnya dijadikan referensi hari kelahiran Kabupaten Lombok Tengah hingga ditetapkannya sebagai hari lahir Lombok Tengah. Lalu Adi Permadi SE. M.Si yang juga berprofesi sebagai Dosen Pariwisata Unram itu juga memaparkan bagaimana perjuangan Lalu Srinate di masa revolusi kemerdekaan RI.
Selain Gede Didik dalam pertemuan dengan para peserta kursus ASN itu hadir pula cicit Lalu Wirasaid yang lain yaitu Lalu Salman (Gede Mung). Bersama dengan Gede Didik, Gede Mung menceritakan tentang kondisi dan potensi Desa Bonjeruk. Selain Sejarahnya hal lain yang menarik di Bonjeruk adalah budaya, pertanian, industri dan perdagangan. Dicontohkan oleh Gede Mung, keberadaan Pasar Rebo yang hanya hadir di Hari Rabu setiap minggunya. Pasar ini merupakan bentuk perpaduan budaya dan ekonomi. Ditambahkan oleh Gede Didik, kelompok sadar wisatanya akan mengembangkan perpaduan sejarah, budaya dan ekonomi dengan menempatkan budaya Sasak Jonggat sebagai pendukung bergerakan ekonomi setempat. Dengan mengaitkan ekonomi, budaya dan sejarah maka pariwisata Sejarah ini akan sustainable atau berkelanjutan.
Para peserta Diklatsespim lembaga pemerintah itu setelah mendengarkan pemaparan ketua Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat itu dalam upaya mendukung langkah pendirian desa wisata sejarah di Desa Bonjeruk adalah sebagai langkah strategis guna membangun desa Bonjeruk dengan visi Menuju Desa Wisata Sejarah Bonjeruk yang sejahtera dilandasi dengan Iman dan Takwa. Dalam kesempatan tersebut para tamu tamu ini memberikan beberapa saran untuk pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yaitu pertama, perlunya rencana induk untuk Desa Wisata Sejarah Bonjeruk, kedua, perlu digalakkan wisata pendukung selain sejarah misalnya seperti atraksi seni adat budaya, kuliner dan Agrowisata Desa, ketiga, peran desa wisata untuk mendukung percepatan Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Mandalika perlu ditingkatkan. L. Adi Permadi mengharapkan peran serta pihak pihak terkait baik warga masyarakat dan pemuda untuk bersama sama ikut serta membangun Desa Bonjeruk sebagai Desa Wisata Sejarah, karena saat ini sudah mulai sering dikunjungi tamu, desa Bonjeruk harus semakin berbenah.(*)


Posting Komentar