Headline
H. Wilgo Zainar SE MBA : Penguatan Pariwisata Berbasis Pedesaan Adalah Skala Prioritas Dan Tanggung Jawab Bersama
NURANI RAKYAT NEWS. Mataram – Sosialisasi peran Bank Indonesia dalam mendukung pariwisata NTB yang diadakan di Lombok Astoria Hotel Mataram pada hari Senin pukul 10.wita berlangsung dengan baik. Dari pantauan wartawan tamu undangan terdiri dari ratusan kepala desa di berbagai Kabupaten seperti Lombok Tengah, Lombok Barat, KLU dan beberapa Kelurahan Kota Mataram, Pelaku pariwisata dipulau Lombok dan puluhan perwakilan pokdarwis/pegiat pariwisata se pulau Lombok hingga beberapa organisasi kepariwisataan, salah satunya adalah Forum Dewi (Desa Wisata ) TASTURA Lombok Tengah ikut ambil bagian pada acara tersebut. Acara yang digagas oleh Anggota DPR RI Komisi X H. Wilgo Zaenar SE MBA, bekerjasama dengan Bank Indonesia Wilayah NTB dengan Kepala Wilayahnya Achris Sarwani, membahas tentang pentingnya peran serta BI untuk ikut mendorong percepatan pembangunan pariwisata.
Dalam sambutannya H.Wilgo Zaenar mengatakan,”Pariwisata merupakan salah satu primadona masyarakat, kekayaan sumber daya alam dengan gugusan pantai dan pulau keindahan alam desa berupa Agrowisata dan lainnya hingga beserta atraksi seni budaya hingga tumbuhnya pokdarwis atau pelaku pariwisata menjadi daya tarik pariwisata di NTB. Kaitan dengan itu untuk meningkatkan pengembangan dan potensi pasca gempa Lombok yang secara otomatis berdampak kepada pengembangan pariwisata Lombok Sumbawa, sektor pariwista adalah sektor yang lain diharapkan untuk bisa meningkatkan dan mensejahterakan perekonomian masyarakat luas. Dikatakan Wilgo Zainar,” Negara telah meraup devisa disektor pariwisata pada tahun 2018 diperkirakan sekitar 14 Milyar USS dollar yang bisa diserap untuk menambah devisa negara. Untuk tahun 2019 ini diharapkan dapat diserap sekitar 17,6 Milyar USS Dollar dari sektor pariwisata dengan target kunjungan sekitar 20 juta wisatawan
Diketahui KEK Kuta Mandalika Pulau Lombok adalah salah satu dari 10 destinasi wisata unggulan terbaik di Indonesia dan ke 4 terbaik setelah Danau Toba, Maluku, dan Labuhan Bajo. Itu menandakan bahwa NTB khususnya Lombok termasuk dalam skala prioritas utama. Selain KEK Mandalika telah mulai juga dibuat sirkuit Moto GP yang akan di resmikan tahun 2021 mendatang. Dikatakan Wilgo sebelumnya ia bertemu dengan ITDC, Bupati dan wakil Bupati Lombok Tengah di Jakarta untuk membahas hal ini. Diketahui investasi yang akan dikembangkan mencapai angka 5 Trilyun 1,2 trilyun anggaran dari APBN sisanya 3,6 trilyun dalam bentuk pinjaman luar negeri dan sisanya 200 milyar penyertaan modal Negara.
Mudah2an ini semua bisa segera direalisir dan diharapkan bisa mendorong perkembangan pariwisata NTB terutama dipulau Lombok dan sekitarnya. Nah tentunya dari semua itu kita tidak ingin sebagai penonton dengan banjirnya investasi dan wisatawan dari luar tanpa bisa memanfaatkan hal itu dan momentumnya adalah penguatan pariwisata berbasis pedesaan. Khusus untuk kawasan desa wisata penyangga KEK Mandalika ada 10 desa wisata sedang digarap dan 7 destinasi yang diprioritaskan, tidak itu saja masih banyak juga desa desa wisata potensial lainnya yang tumbuh dan berkembang yang diharapkan juga sebagai penyangga namun yang paling diharapkan adalah bagaimana penyiapan SDM dan masyarakat desa dan juga kesiapan penguatan Bumdes Pariwisata desa setempat,”kata Wilgo Zaenar.
Lebih jauh dicontohkan Wilgo untuk daerah maju atau salah satunya desa wisata maju seperti desa wisata Ponggok di Klaten Jawa Tengah, Bumdes turut ambil bagian dan menghasilkan pendapatan desa sebesar 14 milyar pertahun. Selain itu seperti di Bali tepatnya dipantai Pandawa itu lebih besar lagi mereka menghasilkan Pendapatan Desa, pihak kepala desa nekad membelah tebing perbukitan untuk menyiapkan desanya menjadi kawasan pariwisata yang luar biasa guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya. Oleh karena itu Bumdes harus ditata dengan baik, jadilah kepala desa yang adil, merangkul semua pihak, buatlah pengurus Bumdes yang profesional memiliki SDM yang memadai tidak asal asalan dalam merekrut pengurus, memiliki pengalaman dan pendidikan yang memadai.
Oleh karena itu Otoritas Jasa Keuangan dan pihak Bank Indonesia akan ikut ambil bagian dalam mendorong penguatan Bumdes. Akses permodalan Bumdes bisa dari dana desa dan bisa juga dari pihak ketiga salah satunya perbankan asal Bumdesnya sehat,“tandas Wilgo. Setelah itu acara diskusi dan tanya jawab dipandu oleh moderator dan Kepala Bank Indonesia Wilayah NTB Achris Sarwani sebagai narasumber yang memandu jalannya acara. Pada acara diskusi dan tanya jawab tersebut beberapa perwakilan Kepala Desa, pelaku atau pegiat pariwisata mengeluarkan pendapatnya dengan berbagai kendala serta persoalan yang ada hingga mereka mengharapkan adanya jalan keluar terkait persoalan persoalan didesa wisata masing masing mengenai penyertaan permodalan untuk menumbuh kembangkan geliat perekonomian di sektor wisata desa. (NR/02)
Sosialisasi DPR RI Dan Peran Bank Indonesia Dalam Mendukung Pariwisata NTB
![]() |
| Dokumentasi : fhoto bersama Anggota DPR RI H. Zainar SE. MBA Kepala Wilayah Bank Indonesia Achris Sarwani dan belasan kepala Desa Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur dan KLU |
![]() |
| Nampak suasana acara sosialisasi yamg diikuti para peserta dari berbagai Kabupaten di Pulau Lombok NTB |
![]() |
| Lalu. Jasmawadi Ketua Forum DEWI ( DESA WISATA ) TASTURA Lombok Tengah ikut ambil bagian pada saat mengikuti diskusi tanya jawab yang dipandu Achris Sarwani Kepala Bank Indonesia Wilayah NTB |
H. Wilgo Zainar SE MBA : Penguatan Pariwisata Berbasis Pedesaan Adalah Skala Prioritas Dan Tanggung Jawab Bersama
NURANI RAKYAT NEWS. Mataram – Sosialisasi peran Bank Indonesia dalam mendukung pariwisata NTB yang diadakan di Lombok Astoria Hotel Mataram pada hari Senin pukul 10.wita berlangsung dengan baik. Dari pantauan wartawan tamu undangan terdiri dari ratusan kepala desa di berbagai Kabupaten seperti Lombok Tengah, Lombok Barat, KLU dan beberapa Kelurahan Kota Mataram, Pelaku pariwisata dipulau Lombok dan puluhan perwakilan pokdarwis/pegiat pariwisata se pulau Lombok hingga beberapa organisasi kepariwisataan, salah satunya adalah Forum Dewi (Desa Wisata ) TASTURA Lombok Tengah ikut ambil bagian pada acara tersebut. Acara yang digagas oleh Anggota DPR RI Komisi X H. Wilgo Zaenar SE MBA, bekerjasama dengan Bank Indonesia Wilayah NTB dengan Kepala Wilayahnya Achris Sarwani, membahas tentang pentingnya peran serta BI untuk ikut mendorong percepatan pembangunan pariwisata.
Dalam sambutannya H.Wilgo Zaenar mengatakan,”Pariwisata merupakan salah satu primadona masyarakat, kekayaan sumber daya alam dengan gugusan pantai dan pulau keindahan alam desa berupa Agrowisata dan lainnya hingga beserta atraksi seni budaya hingga tumbuhnya pokdarwis atau pelaku pariwisata menjadi daya tarik pariwisata di NTB. Kaitan dengan itu untuk meningkatkan pengembangan dan potensi pasca gempa Lombok yang secara otomatis berdampak kepada pengembangan pariwisata Lombok Sumbawa, sektor pariwista adalah sektor yang lain diharapkan untuk bisa meningkatkan dan mensejahterakan perekonomian masyarakat luas. Dikatakan Wilgo Zainar,” Negara telah meraup devisa disektor pariwisata pada tahun 2018 diperkirakan sekitar 14 Milyar USS dollar yang bisa diserap untuk menambah devisa negara. Untuk tahun 2019 ini diharapkan dapat diserap sekitar 17,6 Milyar USS Dollar dari sektor pariwisata dengan target kunjungan sekitar 20 juta wisatawan
Diketahui KEK Kuta Mandalika Pulau Lombok adalah salah satu dari 10 destinasi wisata unggulan terbaik di Indonesia dan ke 4 terbaik setelah Danau Toba, Maluku, dan Labuhan Bajo. Itu menandakan bahwa NTB khususnya Lombok termasuk dalam skala prioritas utama. Selain KEK Mandalika telah mulai juga dibuat sirkuit Moto GP yang akan di resmikan tahun 2021 mendatang. Dikatakan Wilgo sebelumnya ia bertemu dengan ITDC, Bupati dan wakil Bupati Lombok Tengah di Jakarta untuk membahas hal ini. Diketahui investasi yang akan dikembangkan mencapai angka 5 Trilyun 1,2 trilyun anggaran dari APBN sisanya 3,6 trilyun dalam bentuk pinjaman luar negeri dan sisanya 200 milyar penyertaan modal Negara.
Mudah2an ini semua bisa segera direalisir dan diharapkan bisa mendorong perkembangan pariwisata NTB terutama dipulau Lombok dan sekitarnya. Nah tentunya dari semua itu kita tidak ingin sebagai penonton dengan banjirnya investasi dan wisatawan dari luar tanpa bisa memanfaatkan hal itu dan momentumnya adalah penguatan pariwisata berbasis pedesaan. Khusus untuk kawasan desa wisata penyangga KEK Mandalika ada 10 desa wisata sedang digarap dan 7 destinasi yang diprioritaskan, tidak itu saja masih banyak juga desa desa wisata potensial lainnya yang tumbuh dan berkembang yang diharapkan juga sebagai penyangga namun yang paling diharapkan adalah bagaimana penyiapan SDM dan masyarakat desa dan juga kesiapan penguatan Bumdes Pariwisata desa setempat,”kata Wilgo Zaenar.
Lebih jauh dicontohkan Wilgo untuk daerah maju atau salah satunya desa wisata maju seperti desa wisata Ponggok di Klaten Jawa Tengah, Bumdes turut ambil bagian dan menghasilkan pendapatan desa sebesar 14 milyar pertahun. Selain itu seperti di Bali tepatnya dipantai Pandawa itu lebih besar lagi mereka menghasilkan Pendapatan Desa, pihak kepala desa nekad membelah tebing perbukitan untuk menyiapkan desanya menjadi kawasan pariwisata yang luar biasa guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya. Oleh karena itu Bumdes harus ditata dengan baik, jadilah kepala desa yang adil, merangkul semua pihak, buatlah pengurus Bumdes yang profesional memiliki SDM yang memadai tidak asal asalan dalam merekrut pengurus, memiliki pengalaman dan pendidikan yang memadai.
Oleh karena itu Otoritas Jasa Keuangan dan pihak Bank Indonesia akan ikut ambil bagian dalam mendorong penguatan Bumdes. Akses permodalan Bumdes bisa dari dana desa dan bisa juga dari pihak ketiga salah satunya perbankan asal Bumdesnya sehat,“tandas Wilgo. Setelah itu acara diskusi dan tanya jawab dipandu oleh moderator dan Kepala Bank Indonesia Wilayah NTB Achris Sarwani sebagai narasumber yang memandu jalannya acara. Pada acara diskusi dan tanya jawab tersebut beberapa perwakilan Kepala Desa, pelaku atau pegiat pariwisata mengeluarkan pendapatnya dengan berbagai kendala serta persoalan yang ada hingga mereka mengharapkan adanya jalan keluar terkait persoalan persoalan didesa wisata masing masing mengenai penyertaan permodalan untuk menumbuh kembangkan geliat perekonomian di sektor wisata desa. (NR/02)



Posting Komentar