24 C
id

Majukan Pariwisata, Mahasiswa KKN Tematik Unram Adakan Sosialisasi Pengenalan Desa Wisata Sejarah Bondjeroek

Dokumentasi fhoto : Safarudin perwakilan Disbudpar Loteng. HL. Widjaje tokoh masyarakat. L. Audia Rahman kepala desa Bonjeruk. L. Adi Permadi SE M.Si. ketua Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat. Ahmad Zulhairi dari Unram dan salah seorang budayawan.

Dokumentasi fhoto : Safarudin perwakilanDisbudpar Loteng saat memberikan presentasi tentang kepariwisataan
Dokumentasi Fhoto : Fhoto bersama Disbudpar Loteng. Kepala Desa Bonjeruk. Ketua Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat.
ketua pokdarwis Bonjeruk Permai. perwakilan KKN Unram dan Perwakilan pemuda setempat

L. Adi Permadi SE M.Si : Inshaa Allah Program KKN Tematik Unram Ini Akan Kita Laksanakan Secara Berkelanjutan

NURANI RAKYAT NEWS. Lombok Tengah - Program Kerja KKN Tematik Unram di Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat Lombok Tengah mulai berakhir setelah diakhiri dengan Acara sosialisasi pengenalan Desa Wisata Sejarah yang diadakan pada hari Ahad (10/3) lalu. Dalam pantauan wartawan, acara yang diadakan di Heritage Building Gdeng Beleq Desa Bonjeruk dihadiri tamu undangan dari Disbudpar Lombok Tengah diwakili Safarudin salah satu kasi di Bidang SDM, HL. Widjaje tokoh masyarakat, L. Audia Rahman selaku Kepala Desa Bonjeruk, tokoh adat, tokoh pemuda, anggota karang taruna, puluhan masyarakat, pengurus 2 Pokdarwis di Desa Bonjeruk yakni Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat dan Bonjeruk Permai. Kemudian dari perwakilan Forum Desa Wisata Tastura Lombok Tengah ikut menghadiri acara tersebut.
Menurut Ahmad Zulhairi selaku ketua kelompok,"dirinya bersama kawan kawannya sejumlah 10 orang mendapat tugas di desa Bonjeruk. Mereka berhasil menginput data, mengidentifikasi dan memetakan potensi wisata sejarah pada spot yang berbeda. Selain itu juga dalam pemaparannya mereka sudah membuat tugu sejarah utama lengkap dengan tulisan sejarahnya ditiga tempat yakni di Heritage Building Gdeng Beleq, di Makam Raden Obris atau HL. Serinata kepala Daerah atau Bupati pertama Lombok Tengah dan di dalam areal Masjid Raden Nune Umas sebagai Masjid Induk atau Masjid Raya desa Bonjeruk yang dibangun tempo dulu di era kolonial. HL. Widjaje yang didaulat menyampaikan kata sambutan, beliau mengatakan,”pada KKN tematik Unram, dirinya bersyukur bahwa apa yang dilakukan oleh para mahasiswa Unram ini diyakini adalah sebuah tugas mulia dalam rangka ikut berpartisipasi terhadap pelestarian budaya dan sejarah.
Oleh karena itu sambung L.Widjaje,”inshaa Allah kedepan kegiatan ini diharapkan akan membawa banyak manfaat khususnya bagi warga masyarakat desa Bonjeruk kecamatan Jonggat untuk lebih mengenal kesejarahan desanya sendiri,”kata HL.Widjaje yang dikenal sebagai tuan rumah atau pemilik Heritage Building Gdeng Beleq Desa Bonjeruk Jonggat. Selain itu menurut L. Adi Permadi SE M.Si. Dirinya sebagai dosen pembimbing mahasiswa tematik Unram akan terus berupaya menggalakkan program KKN dengan tema Kesejarahan di Desa Bonjeruk, karena hal ini sangat berkaitan dengan ruang lingkup sosial budaya dan kesejarahan yang nantinya diharapkan berimplikasi terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan ditetapkannya Bonjeruk sebagai desa wisata sejarah berdasarkan surat keputusan No : 167 A Bupati Lombok Tengah.
Hal ini tentunya akan membawa angin segar bagi masyarakat, karena secara langsung maupun tidak langsung pengaruh dengan ditetapkannya Bonjeruk sebagai desa wisata Sejarah diharapkan akan mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dan kedepan inshaa Allah program KKN Tematik ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Sedangkan menurut L. Audia Rahman,”dirinya sebagai Kepala Desa Bonjeruk sangat bersyukur dengan adanya KKN Tematik Unram, ini menandakan inshaa Allah akan membawa banyak manfaat dan kemajuan bagi desa kami, karena saat ini desa kami sedang digiatkan dengan program Desa Wisata Sejarah sebagai salah satu produk wisata desa kami. Diketahui di desa Bonjeruk ada 2 Pokdarwis berbeda yang eksis melaksanakan kegiatannya. Masing masing memiliki keunggulan dan konsep yang berbeda. Kedepan kedua Pokdarwis ini walau tetap berbeda diharapkan bisa disatukan sesuai dengan jargon kami " Menuju Bonjeruk Bersatu " selaras untuk sama sama membangun desa dengan penuh tranparansi dan kebersamaan supaya tidak ada dusta diantara kita,”selorohnya. Acara itu kemudian ditutup oleh Safarudin dari Disbudpar Loteng,”Kami dari Disbudpar senang dengan program sosialisasi yang diadakan mahasiswa KKN Tematik Unram. Diharapkan kedepan bisa lebih bersinergi dalam membangun dan majukan pariwisata secara menyeluruh dengan melibatkan pihak pihak terkait dan stake holder yang ada.(NR02)
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4