Headline
LSM GARAP NTB : Jika Ketahuan KKN Segera Laporkan Ke Aparat Penegak Hukum
NURANI RAKYAT. NEWS-Lombok Tengah. Mutasi Kepala Sekolah SD/ SMP sejumlah 266 orang yang dilaksanakan di Gedung DPRD Lombok Tengah Senin (11/3) kemarin diduga syarat kepentingan politis dan suap menyuap. Dari informasi yang dihimpun wartawan dari berbagai sumber, mutasi itu erat kaitannya dengan ajang balas jasa pada saat Pilbup sebelumnya. Menurut salah seorang tokoh masyarakat di Lombok Tengah yang berinisial HLA kepada wartawan ia mengatakan,”dalam mutasi itu diduga kuat ada keterlibatan orang dalam dan oknum oknum yang mengaku tim sukses Bupati dan wakil Bupati terpilih pada pilbup periode sebelumnya. Dari info yang diterima wartawan, menurut HLA,”harga per Kepala Sekolah bukan kisaran dari angka 1 sampai 5 jutaan malah ada yang dipatok 25 juta dan untuk Kepala SMP 50 juta.
Tidak itu saja selain keterlibatan oknum oknum yang mengaku tim sukses ini gentayangan kesana kemari, oknum oknum pejabat juga ada yang dicurigai ikut bermain, malah ada pejabat Eselon 2 yang ditengarai dekat dengan Bupati cukup memegang peran kendali dalam merecoki usulan mutasi. Permainannya cukup rapi dan terlihat sok bersih, selain itu mereka juga diduga kerapkali bermain proyek, bukan saja proyek proyek besar proyek yang dinilai kecilpun ikut diembatnya. Kami berharap dalam mutasi mutasi yang akan datang tidak ada lagi mutasi mutasi yang dinilai sarat kepentingan politis, suap menyuap dan untuk mengedepankan transparansi, mutasi harus dilakukan secara prosedural termekanisme dan profesional,” kata sumber tersebut.
Sedangkan menurut Samsul Hamdani Ketua GARAP NTB ( Gerakan Rakyat Anti Pungli ) Ia mengatakan kepada wartawan Selasa (12/3) Dirinya mengaku prihatin dengan mutasi mutasi yang selalu identik dengan anggapan miring, seperti mutasi adalah ajang balas jasa, suap menyuap, sogok menyogok atau yang berbau KKN,” tegasnya. Jika ada oknum oknum yang mengaku timses baik dari kalangan masyarakat biasa dan para oknum pejabat yang dicurigai ikut bermain dan ketahuan melakukan ajang suap menyuap,”jangan dikasi ampun, laporkan ke aparat penegak hukum agar ditangkap dan diadili. Mengenai Bupati dan Wakil Bupati saya yakin mereka tidak tahu menahu tentang hal itu karena kuat dugaan ini dilakukan oleh kelompok kelompok yang ada diseputaran mereka yang mengiming imingi guru guru yang kena janji janji muluk, seharusnya martabat dan nama baik Bupati harus mereka jaga,”kata Samsul Hamdani.(NR/29)
Mutasi Kasek Dicurigai " Orang Dekat Bupati " Ikut Bermain
![]() |
| Dokumentasi Photo : Samsul Hamdani Ketua LSM Gerakan Rakyat Anti Pungli (GARAP NTB ) |
NURANI RAKYAT. NEWS-Lombok Tengah. Mutasi Kepala Sekolah SD/ SMP sejumlah 266 orang yang dilaksanakan di Gedung DPRD Lombok Tengah Senin (11/3) kemarin diduga syarat kepentingan politis dan suap menyuap. Dari informasi yang dihimpun wartawan dari berbagai sumber, mutasi itu erat kaitannya dengan ajang balas jasa pada saat Pilbup sebelumnya. Menurut salah seorang tokoh masyarakat di Lombok Tengah yang berinisial HLA kepada wartawan ia mengatakan,”dalam mutasi itu diduga kuat ada keterlibatan orang dalam dan oknum oknum yang mengaku tim sukses Bupati dan wakil Bupati terpilih pada pilbup periode sebelumnya. Dari info yang diterima wartawan, menurut HLA,”harga per Kepala Sekolah bukan kisaran dari angka 1 sampai 5 jutaan malah ada yang dipatok 25 juta dan untuk Kepala SMP 50 juta.
Tidak itu saja selain keterlibatan oknum oknum yang mengaku tim sukses ini gentayangan kesana kemari, oknum oknum pejabat juga ada yang dicurigai ikut bermain, malah ada pejabat Eselon 2 yang ditengarai dekat dengan Bupati cukup memegang peran kendali dalam merecoki usulan mutasi. Permainannya cukup rapi dan terlihat sok bersih, selain itu mereka juga diduga kerapkali bermain proyek, bukan saja proyek proyek besar proyek yang dinilai kecilpun ikut diembatnya. Kami berharap dalam mutasi mutasi yang akan datang tidak ada lagi mutasi mutasi yang dinilai sarat kepentingan politis, suap menyuap dan untuk mengedepankan transparansi, mutasi harus dilakukan secara prosedural termekanisme dan profesional,” kata sumber tersebut.
Sedangkan menurut Samsul Hamdani Ketua GARAP NTB ( Gerakan Rakyat Anti Pungli ) Ia mengatakan kepada wartawan Selasa (12/3) Dirinya mengaku prihatin dengan mutasi mutasi yang selalu identik dengan anggapan miring, seperti mutasi adalah ajang balas jasa, suap menyuap, sogok menyogok atau yang berbau KKN,” tegasnya. Jika ada oknum oknum yang mengaku timses baik dari kalangan masyarakat biasa dan para oknum pejabat yang dicurigai ikut bermain dan ketahuan melakukan ajang suap menyuap,”jangan dikasi ampun, laporkan ke aparat penegak hukum agar ditangkap dan diadili. Mengenai Bupati dan Wakil Bupati saya yakin mereka tidak tahu menahu tentang hal itu karena kuat dugaan ini dilakukan oleh kelompok kelompok yang ada diseputaran mereka yang mengiming imingi guru guru yang kena janji janji muluk, seharusnya martabat dan nama baik Bupati harus mereka jaga,”kata Samsul Hamdani.(NR/29)

Posting Komentar