Pariwisata
Kepala Balai TNGR : Tunggu Kondisi Aman Baru Bisa Dibuka Dan Dilakukan Pendakian Wisata Rinjani
NURANI RAKYAT NEWS. Mataram-Rapat koordinasi terkait dengan hasil survei tim yang telah melakukan penelusuran pasca gempa ke jalur Sembalun dan Senaru beberapa waktu lalu, pihak Balai TNGR telah mengundang sekitar 48 undangan kepada semua stake holder yg ada di NTB terutama dipulau Lombok guna membahas langkah lebih lanjut. Berdasarkan hasil rapat semua pihak pihak terkait di Balai TNGR hari Rabu 27/3 sebelumnya dapat disimpulkan bahwa di jalur Sembalun perlu adanya pendalaman lagi dan berdasarkan hasil survei sebelumnya masih belum tuntas karena adanya gempa susulan ketika tim Sedang melakukan kegiatan dilokasi,”kata Sudiono Kepala Balai TNGR (Taman Nasional Gunung Rinjani) kepada Nurani Rakyat. Diketahui terjadi kerusakan di 13 titik dan ada 3 titik yang rusak berat, kemudian terjadi longsor di jalur menuju puncak yang telah menutupi beberapa mata air diantaranya mata air Sambor.
Adapun yang akan dilakukan kedepan kita akan melakukan survei ulang sesuai rekomendasi dari BMKG, dengan hasil kajian dari BMKG bahwa curah hujan masih tinggi dan nantinya akan dicarikan jalur jalur alternatif yang tidak terkena longsor dan jalur jalur yang sebelumnya berbahaya akan dibuatkan jalur alternatif,”kata Sudiono. Pemasangan rambu rambu di sekitar pelawangan juga akan kita beri batas supaya tidak melewati jalur jalur larangan. Kemudian mengenai keberadaan para Tracking Organizer juga sepakat karena berdasarkan hasil pengalaman sebelumnya untuk alat komunikasi yang paling bagus jika membawa tamu nantinya dengan membawa Hand Talkie karena kalau pakai hape kalau sinyalnya putus akan menyulitkan dalam berkomunikasi.
Untuk jalur Senaru tingkat kerusakan akibat gempa relatif lebih ringan dibandingkan dengan Sembalun, tetapi tetap saja belum bisa dibuka pada bulan April dan perlu adanya pemasangan jalur dan perbaikan rambu, sedangkan waktu untuk kajian ulang belum bisa dipastikan itu tergantung dari kajian iklim dan curah hujan. Ditanya mengenai target kedepan untuk pembukaan jalur Senaru dan Sembalun, masih belum bisa dipastikan karena faktor cuaca bukan keahlian kami. Untuk saat ini kami lebih mementingkan kondisi keamanan dulu, setelah aman baru bisa kita buka, ini penting sekali untuk jaminan keamanan wisata. Dikatakan Sudiono Harapan saya terhadap para Tracking Organizer. Kami berharap mereka bisa mentaati kesepakatan bersama meskipun kondisi ekonomi mereka tertekan dan kondisi kita di Balai TNGR juga sama, yang kita pentingkan adalah keamanan dan kenyamanan pengunjung berwisata ke Gunung Rinjani. (NR/29)
Pendakian Gunung Rinjani Jalur Senaru Dan Sembalun Masih Ditutup
![]() |
| Foto Dokumentasi : Sudiono Kepala Balai TNGR ( sebelah kiri ) duduk bersama Kepala Dispar Lotim ( yang sedang berbicara ) |
NURANI RAKYAT NEWS. Mataram-Rapat koordinasi terkait dengan hasil survei tim yang telah melakukan penelusuran pasca gempa ke jalur Sembalun dan Senaru beberapa waktu lalu, pihak Balai TNGR telah mengundang sekitar 48 undangan kepada semua stake holder yg ada di NTB terutama dipulau Lombok guna membahas langkah lebih lanjut. Berdasarkan hasil rapat semua pihak pihak terkait di Balai TNGR hari Rabu 27/3 sebelumnya dapat disimpulkan bahwa di jalur Sembalun perlu adanya pendalaman lagi dan berdasarkan hasil survei sebelumnya masih belum tuntas karena adanya gempa susulan ketika tim Sedang melakukan kegiatan dilokasi,”kata Sudiono Kepala Balai TNGR (Taman Nasional Gunung Rinjani) kepada Nurani Rakyat. Diketahui terjadi kerusakan di 13 titik dan ada 3 titik yang rusak berat, kemudian terjadi longsor di jalur menuju puncak yang telah menutupi beberapa mata air diantaranya mata air Sambor.
Adapun yang akan dilakukan kedepan kita akan melakukan survei ulang sesuai rekomendasi dari BMKG, dengan hasil kajian dari BMKG bahwa curah hujan masih tinggi dan nantinya akan dicarikan jalur jalur alternatif yang tidak terkena longsor dan jalur jalur yang sebelumnya berbahaya akan dibuatkan jalur alternatif,”kata Sudiono. Pemasangan rambu rambu di sekitar pelawangan juga akan kita beri batas supaya tidak melewati jalur jalur larangan. Kemudian mengenai keberadaan para Tracking Organizer juga sepakat karena berdasarkan hasil pengalaman sebelumnya untuk alat komunikasi yang paling bagus jika membawa tamu nantinya dengan membawa Hand Talkie karena kalau pakai hape kalau sinyalnya putus akan menyulitkan dalam berkomunikasi.
Untuk jalur Senaru tingkat kerusakan akibat gempa relatif lebih ringan dibandingkan dengan Sembalun, tetapi tetap saja belum bisa dibuka pada bulan April dan perlu adanya pemasangan jalur dan perbaikan rambu, sedangkan waktu untuk kajian ulang belum bisa dipastikan itu tergantung dari kajian iklim dan curah hujan. Ditanya mengenai target kedepan untuk pembukaan jalur Senaru dan Sembalun, masih belum bisa dipastikan karena faktor cuaca bukan keahlian kami. Untuk saat ini kami lebih mementingkan kondisi keamanan dulu, setelah aman baru bisa kita buka, ini penting sekali untuk jaminan keamanan wisata. Dikatakan Sudiono Harapan saya terhadap para Tracking Organizer. Kami berharap mereka bisa mentaati kesepakatan bersama meskipun kondisi ekonomi mereka tertekan dan kondisi kita di Balai TNGR juga sama, yang kita pentingkan adalah keamanan dan kenyamanan pengunjung berwisata ke Gunung Rinjani. (NR/29)

Posting Komentar