Pariwisata
NURANI RAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH- Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada publik sebagaimana yang diamanahkan dalam roadmap reformasi birokrasi, Kementrian Pariwisata RI bekerjasama dengan tim Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat ( LPEM )Universitas Indonesia mengadakan Focus Group Discussion atau rapat diskusi dengan memaparkan inovasi pelayanan publik dalam 4 pilar pariwisata bersama para stake holder kepariwisataan di Kabupaten Lombok Tengah yang dipusatkan di DMax hotel, Selasa (23/4). Dalam forum diskusi tersebut dihadiri oleh HL. Putria S.Pd M.Pd selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah, unsur Bappeda Lombok Tengah, Poltekpar, PT. ITDC perwakilan dari organisasi atau asosiasi pariwisata seperti BPPD, DPC HPI, ASITA, PHRI, Asosiasi Pariwisata Islami Indonesia, Forum Dewi Tastura, dan Radar Mandalika dan Nurani Rakyat News sebagai refresentasi perwakilan media masa Lombok Tengah.
Dalam kesempatan tersebut seperti disampaikan HL. Putria bahwa pariwisata lombok tengah saat ini sedang menggeliat pesat seiring sejalan dengan pembangunan KEK mandalika terlebih dengan akan dibangunnya Sirkuit moto GP yang akan dimulai pada bulan oktober 2019 ini, tentu akan membawa angin segar bagi pariwisata lombok Tengah NTB dan Indonesia pada umumnya. Hal ini tentunya akan berdampak secara sosial ekonomi dan budaya ditengah masyarakat, nah yang kita inginkan bagaimana agar semua itu bisa kita optimalkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat secara kontinyu agar mereka bisa menjadi makmur dengan dampak positif pariwisata kedepan. Diketahui kami banyak memiliki potensi potensi wisata yang bagus untuk dikembangkan menjadi destinasi alternatif yang memiliki nilai jual pada industri pariwisata, salah satunya seperti keberadaan Desa Wisata yang saat ini sangat potensial untuk dikembangkan,”kata Putria.
Setelah mendengar penyampaian Kadisparbud Loteng. Diskusi dengan para peserta undangan yang dilakukan secara intensif guna menyerap berbagai saran masukan terhadap berbagai persoalan dan kendala kendala ditengah masyarakat terkait dengan industri kepariwisataan di Lombok Tengah apalagi dengan kehadiran KEK Mandalika sebagai ikon pariwisata di NTB yang masuk dalam 10 besar destinasi utama pariwisata Indonesia. Dalam kesempatan yang sama Seperti dikatakan Untung Afandi SE MM sebagai ketua tim LPEM UI. "Universitas Indonesia yang bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata RI terkait dengan penyusunan strategi untuk meningkatkan kunjungan pariwisata, kami akan mendiskusikan mengenai pentingnya inovasi pelayanan publik dalam 4 pilar pariwisata mengenai kelembagaan, pemasaran, industri dan destinasi,”paparnya. Kata dia FGD ini mudah mudahan bermanfaat buat kita dimana semua itu diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk perkembangan pariwisata dilombok pada umumnya dan khususnya dimandalika.
Dalam FGD ini peserta menginginkan pariwisata di Lombok untuk dioptimalisasi terkait dengan akses, keamanan, pembinaan dan pengembangan SDM, peningkatan fasilitas publik berupa amenitas, itu yang diharapkan ke pemerintah pusat agar bisa dibantu guna dioptimalkan dalam rangka mengembangkan pariwisata di Lombok tengah. Terkait desa wisata ini adalah hal yang sangat penting karena di berbagai daerah di Indonesia, desa wisata sudah mulai tumbuh berkembang sehingga keberadaannya perlu didukung karena desa desa wisata ini pada umumnya menjual atau mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masing masing desa, salah satunya baik berupa wisata yang terintegrasi dengan pertanian seperti agrowisata yang memiliki potensi produksi seperti kerajinan, seni, budaya dan lain sebagainya sehingga desa wisata ini memiliki keunikan dan perlu didukung penuh oleh Pemerintah pusat. Pada.penutupan diskusi tersebut para peserta yang sudah mengisi kuisioner yang diberikan mereka berharap agar apa yang menjadi saran masukan mereka dapat diatensi agar bisa ditindaklanjuti untuk optimalisasi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. (nr/29)
Penyusunan Strategi Inovasi Pelayanan Publik Untuk Pariwisata Lombok Tengah, LPEM Universitas Indonesia Gelar FGD
![]() |
| Photo bersama : peserta FGD LPEM Universitas Indonesia, bekerjasama dengan Kemenpar RI |
NURANI RAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH- Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada publik sebagaimana yang diamanahkan dalam roadmap reformasi birokrasi, Kementrian Pariwisata RI bekerjasama dengan tim Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat ( LPEM )Universitas Indonesia mengadakan Focus Group Discussion atau rapat diskusi dengan memaparkan inovasi pelayanan publik dalam 4 pilar pariwisata bersama para stake holder kepariwisataan di Kabupaten Lombok Tengah yang dipusatkan di DMax hotel, Selasa (23/4). Dalam forum diskusi tersebut dihadiri oleh HL. Putria S.Pd M.Pd selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah, unsur Bappeda Lombok Tengah, Poltekpar, PT. ITDC perwakilan dari organisasi atau asosiasi pariwisata seperti BPPD, DPC HPI, ASITA, PHRI, Asosiasi Pariwisata Islami Indonesia, Forum Dewi Tastura, dan Radar Mandalika dan Nurani Rakyat News sebagai refresentasi perwakilan media masa Lombok Tengah.
Dalam kesempatan tersebut seperti disampaikan HL. Putria bahwa pariwisata lombok tengah saat ini sedang menggeliat pesat seiring sejalan dengan pembangunan KEK mandalika terlebih dengan akan dibangunnya Sirkuit moto GP yang akan dimulai pada bulan oktober 2019 ini, tentu akan membawa angin segar bagi pariwisata lombok Tengah NTB dan Indonesia pada umumnya. Hal ini tentunya akan berdampak secara sosial ekonomi dan budaya ditengah masyarakat, nah yang kita inginkan bagaimana agar semua itu bisa kita optimalkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat secara kontinyu agar mereka bisa menjadi makmur dengan dampak positif pariwisata kedepan. Diketahui kami banyak memiliki potensi potensi wisata yang bagus untuk dikembangkan menjadi destinasi alternatif yang memiliki nilai jual pada industri pariwisata, salah satunya seperti keberadaan Desa Wisata yang saat ini sangat potensial untuk dikembangkan,”kata Putria.
Setelah mendengar penyampaian Kadisparbud Loteng. Diskusi dengan para peserta undangan yang dilakukan secara intensif guna menyerap berbagai saran masukan terhadap berbagai persoalan dan kendala kendala ditengah masyarakat terkait dengan industri kepariwisataan di Lombok Tengah apalagi dengan kehadiran KEK Mandalika sebagai ikon pariwisata di NTB yang masuk dalam 10 besar destinasi utama pariwisata Indonesia. Dalam kesempatan yang sama Seperti dikatakan Untung Afandi SE MM sebagai ketua tim LPEM UI. "Universitas Indonesia yang bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata RI terkait dengan penyusunan strategi untuk meningkatkan kunjungan pariwisata, kami akan mendiskusikan mengenai pentingnya inovasi pelayanan publik dalam 4 pilar pariwisata mengenai kelembagaan, pemasaran, industri dan destinasi,”paparnya. Kata dia FGD ini mudah mudahan bermanfaat buat kita dimana semua itu diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk perkembangan pariwisata dilombok pada umumnya dan khususnya dimandalika.
Dalam FGD ini peserta menginginkan pariwisata di Lombok untuk dioptimalisasi terkait dengan akses, keamanan, pembinaan dan pengembangan SDM, peningkatan fasilitas publik berupa amenitas, itu yang diharapkan ke pemerintah pusat agar bisa dibantu guna dioptimalkan dalam rangka mengembangkan pariwisata di Lombok tengah. Terkait desa wisata ini adalah hal yang sangat penting karena di berbagai daerah di Indonesia, desa wisata sudah mulai tumbuh berkembang sehingga keberadaannya perlu didukung karena desa desa wisata ini pada umumnya menjual atau mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masing masing desa, salah satunya baik berupa wisata yang terintegrasi dengan pertanian seperti agrowisata yang memiliki potensi produksi seperti kerajinan, seni, budaya dan lain sebagainya sehingga desa wisata ini memiliki keunikan dan perlu didukung penuh oleh Pemerintah pusat. Pada.penutupan diskusi tersebut para peserta yang sudah mengisi kuisioner yang diberikan mereka berharap agar apa yang menjadi saran masukan mereka dapat diatensi agar bisa ditindaklanjuti untuk optimalisasi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. (nr/29)


Posting Komentar