Headline
NURANI RAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-Pelatihan pemandu wisata alam trekking Kabupaten Lombok Tengah tahun anggaran 2019 yang dilaksanakan di Grand Royal Hotel Lombok pada hari Minggu 20 sd 22 April di buka Sekretaris Daerah Lombok Tengah H. Nursiah. S.Sos M.Si. Pada acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah HL. Moh. Putria S.Pd M.Pd DR.H. Ainudin SH MH selaku Ketua HPI ( Himpunan Pramuwisata Indonesia ) NTB serta L. Jasmawadi MT Ketua Forum Dewi ( Desa Wisata ) Tastura, para Trekking Organizer, pegiat pariwisata desa, pengurus pokdarwis Lombok Tengah. Mengawali acara seperti dikatakan HL. Putria untuk membangun pariwisata Lombok tengah ada 5 pilar perencanaan pembangunan yang paling penting yakni Pemerintah dalam hal ini legislatif dan eksekutif, akademisi, media masa, masyarakat seperti tokoh agama tokoh masyarakat tokoh pemuda hingga para pelaku dan pemerhati pariwisata.
Dalam membangun pariwisata, Bupati Lombok tengah dalam konsep pembangunan pariwisata membagi dalam 3 zona yakni zona Utara tengah dan selatan yang mencakup 3 hal yaitu Agro, tourism dan marine. Ketiga hal ini yang harus kita prioritaskan untuk untuk mengoptimalisasi dan memajukan pariwisata Lombok Tengah kedepan,”katanya. Dalam kesempatan yang sama Sekda Lombok Tengah yang didaulat membuka pelatihan tersebut dalam kata sambutannya mengatakan Pada pelatihan kepariwisataan perlu disiapkan SDM yang memadai untuk para pelaku pariwisata Lombok Tengah dan itu sudah mulat start untuk lebih maju, tentu penyiapan pelatihan harus seperti ini dalam rangka menghasilkan skill yang dibutuhkan sebagai pelaku pemandu wisata trekking secara khusus, karena pemandunya adalah yang langsung berhadapan dengan wisatawan dan destinasi wisata dan mereka juga bisa berfungsi ganda,”kata Nursiah.
Selain memandu mereka juga harus bisa memasarkan desa desa wisata yang nantinya akan bermuara kepada bagaimana mereka bisa memberikan feadback bagi Pemda Lombok tengah sebagai dasar kita meramu kembali perbaikan perbaikan dan penyempurnaan dalam pembangunan pariwisata itu yang pertama, kedua dengan adanya pelatihan ini mereka punya skill sehingga akan mendatangkan keuntungan bagi individu mereka dalam membangun keluarganya masing masing, artinya itu merupakan dampak dari kemajuan pariwisata sekaligus untuk memotivasi dukungan masyarakat lainnya dengan bagaimana menjaga keamanan, kebersihan, beramah tamah dengan wisatawan. Ketiga pelatihan ini tentu akan diketahui oleh banyak pihak, baik dengan narasumber nanti akan bisa sharring dengan peserta dalam rangka pengembangan materi pelatihan. Hal ini tentu juga merupakan awal dari kita menentukan materi kedepan dengan kebutuhan yang lebih relevan,” jelas Nursiah.
Setelah dibukanya pelatihan yang berlangsung selama 3 hari dimana hari terakhir akan praktek dilapangan tepatnya dijalur pendakian Aik Berik tersebut, berbagai narasumber yang berbeda diundang turut memberikan materi pelatihan diantaranya ketua HPI NTB. unsur Dispar Propinsi NTB, Ahli Geologi dan juga dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani. Diketahui pelatihan trekking Rinjani memprioritaskan jalur trekking Lombok Tengah melalui Desa Aik Berik dimana untuk saat ini jalur Trekking Rinjani Aik Berik Lombok Tengah adalah jalur teraman pasca gempa dan jalur ini adalah satu satunya jalur yang direkomendasikan oleh pihak Balai TNGR, dimana jalur menuju Rinjani melalui jalur Senaru Kabupaten Lombok Utara dan jalur Sembalun Lombok Timur masih ditutup untuk sementara hingga menunggu rekomendasi dari Balai TNGR untuk dibuka kembali.(nr/29)
Tingkatkan SDM Profesional Dan Memadai, DisparBud Loteng Adakan Pelatihan Pemandu Wisata Trekking 2019
NURANI RAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-Pelatihan pemandu wisata alam trekking Kabupaten Lombok Tengah tahun anggaran 2019 yang dilaksanakan di Grand Royal Hotel Lombok pada hari Minggu 20 sd 22 April di buka Sekretaris Daerah Lombok Tengah H. Nursiah. S.Sos M.Si. Pada acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah HL. Moh. Putria S.Pd M.Pd DR.H. Ainudin SH MH selaku Ketua HPI ( Himpunan Pramuwisata Indonesia ) NTB serta L. Jasmawadi MT Ketua Forum Dewi ( Desa Wisata ) Tastura, para Trekking Organizer, pegiat pariwisata desa, pengurus pokdarwis Lombok Tengah. Mengawali acara seperti dikatakan HL. Putria untuk membangun pariwisata Lombok tengah ada 5 pilar perencanaan pembangunan yang paling penting yakni Pemerintah dalam hal ini legislatif dan eksekutif, akademisi, media masa, masyarakat seperti tokoh agama tokoh masyarakat tokoh pemuda hingga para pelaku dan pemerhati pariwisata.
Dalam membangun pariwisata, Bupati Lombok tengah dalam konsep pembangunan pariwisata membagi dalam 3 zona yakni zona Utara tengah dan selatan yang mencakup 3 hal yaitu Agro, tourism dan marine. Ketiga hal ini yang harus kita prioritaskan untuk untuk mengoptimalisasi dan memajukan pariwisata Lombok Tengah kedepan,”katanya. Dalam kesempatan yang sama Sekda Lombok Tengah yang didaulat membuka pelatihan tersebut dalam kata sambutannya mengatakan Pada pelatihan kepariwisataan perlu disiapkan SDM yang memadai untuk para pelaku pariwisata Lombok Tengah dan itu sudah mulat start untuk lebih maju, tentu penyiapan pelatihan harus seperti ini dalam rangka menghasilkan skill yang dibutuhkan sebagai pelaku pemandu wisata trekking secara khusus, karena pemandunya adalah yang langsung berhadapan dengan wisatawan dan destinasi wisata dan mereka juga bisa berfungsi ganda,”kata Nursiah.
Selain memandu mereka juga harus bisa memasarkan desa desa wisata yang nantinya akan bermuara kepada bagaimana mereka bisa memberikan feadback bagi Pemda Lombok tengah sebagai dasar kita meramu kembali perbaikan perbaikan dan penyempurnaan dalam pembangunan pariwisata itu yang pertama, kedua dengan adanya pelatihan ini mereka punya skill sehingga akan mendatangkan keuntungan bagi individu mereka dalam membangun keluarganya masing masing, artinya itu merupakan dampak dari kemajuan pariwisata sekaligus untuk memotivasi dukungan masyarakat lainnya dengan bagaimana menjaga keamanan, kebersihan, beramah tamah dengan wisatawan. Ketiga pelatihan ini tentu akan diketahui oleh banyak pihak, baik dengan narasumber nanti akan bisa sharring dengan peserta dalam rangka pengembangan materi pelatihan. Hal ini tentu juga merupakan awal dari kita menentukan materi kedepan dengan kebutuhan yang lebih relevan,” jelas Nursiah.
Setelah dibukanya pelatihan yang berlangsung selama 3 hari dimana hari terakhir akan praktek dilapangan tepatnya dijalur pendakian Aik Berik tersebut, berbagai narasumber yang berbeda diundang turut memberikan materi pelatihan diantaranya ketua HPI NTB. unsur Dispar Propinsi NTB, Ahli Geologi dan juga dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani. Diketahui pelatihan trekking Rinjani memprioritaskan jalur trekking Lombok Tengah melalui Desa Aik Berik dimana untuk saat ini jalur Trekking Rinjani Aik Berik Lombok Tengah adalah jalur teraman pasca gempa dan jalur ini adalah satu satunya jalur yang direkomendasikan oleh pihak Balai TNGR, dimana jalur menuju Rinjani melalui jalur Senaru Kabupaten Lombok Utara dan jalur Sembalun Lombok Timur masih ditutup untuk sementara hingga menunggu rekomendasi dari Balai TNGR untuk dibuka kembali.(nr/29)



Posting Komentar