24 C
id

Cetak SDM Berkualitas, Kementrian Desa PDTT Adakan Pelatihan Desa Wisata Angkatan ke XI 2019

photo bersama : Drs.Jalaludin Kepala DPMD, Dahlan SE (unsur Kementrian Desa PDTT) Sekcam Jonggat, Sekcam Pringgarata, kades Sukarare, Kades Bonjeruk dan seluruh peserta pelatihan
Kepala DPMD Loteng : Kades harus cerdas dan visioner, Pokdarwis dan semua elemen yang memiliki potensi harus dilibatkan dalam pengembangan Desa Wisata

NURANI RAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH. NTB. Pelatihan Desa Wisata Angkatan XI tahun 2019 selama 5 hari dimulai sejak hari Selasa 23 sd 27 Juli 2019 di kantor desa Sukarare yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebagai perpanjangan tangan Balai Latihan Masyarakat Region Denpasar Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( Kementrian Desa PDTT ) berjalan lancar. Diketahui Pelatihan ini melibatkan 4 Desa wisata di Kecamatan Jonggat dan Pringgarata yaitu Desa Bilebante, Bonjeruk, Puyung dan Desa Sukarare. Dalam pelatihan tersebut dihadiri oleh Drs. Jalaludin selaku Kepala
DPMD, Dahlan SE dari BLM Denpasar, Lalu Rosi Hariadi dari unsur Bidang Kelembagaan sebagai panitia acara, pada pelatihan tersebut dihadiri juga oleh Jumasre S.IP Kades  Sukarare dan L. Audia Rahman kades Bonjeruk. Adapun pola pelibatan dalam pelatihan desa wisata itu adalah masing masing desa diberikan kuota 7 orang perwakilan yang terdiri dari para pegiat desa wisata masing masing desa dan juga dari berbagai unsur yang ada di desa yaitu mulai dari perwakilan Pokdarwis setempat, perangkat desa, perwakilan BPD, Bumdes, Kepala Dusun dan tokoh
Dahlan SE ( BLM Denpasar )
masyarakat.  Menurut Dahlan SH salah seorang pemateri sekaligus narasumber dari Balai Pelatihan Masyarakat Kementrian Desa PDTT ( Balilatfo Denpasar ), ia mengatakan Pelatihan ini sangat penting dilakukan terhadap para penggerak atau pelaku Desa Wisata yang ada di masing masing desa. Pelatihan ini nantinya bisa digunakan sebagai bekal atau panduan dalam mengelola Desa Wisata masing masing untuk bisa bersinergi dengan semua pihak, oleh karena itu diharapkan kepada para peserta agar mengikuti pelatihan ini sampai tuntas dan selesai karena sangat berguna untuk keberlangsungan dalam mengelola desa wisata masing masing. Acara yang dibuka oleh Drs. Jalaludin selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Tengah. Dalam sambutannya Jalaludin mengatakan akan pentingnya pengembangan desa wisata di Kabupaten Lombok Tengah.
Lalu Rosi Hariadi (panitia pelatihan)
Dikatakannya,”pengelolaan terhadap wisata desa ini penting untuk diterapkan oleh para pegiat wisata desa. Diketahui Kabupaten loteng saat ini sedang menjadi pembicaraan penting diskala regional maupun nasional.
Terlebih dengan keberadaan proyek strategis nasional seperti KEK Mandalika, ini bisa digunakan sebagai ikon atau magnet pemicu terhadap tumbuhnya perekonomian yang diharapkan pemerintah,”kata Jalaludin. Dikatakannya berbagai infrastruktur sedang dipacu oleh pemerintah pusat agar pada tahun 2021 akan siap digunakan sebagai even balapan Moto GP. Ini penting bagi  masyarakat loteng untuk menangkap peluang ini. Salah satu event Moto GP akan dilaksanakan di KEK Kuta nantinya diperkirakan mampu menghadirkan 210 ribu tamu itu adalah satu satunya yang siap dan ini merupakan sebuah peluang sehingga perlu dibangun infrastruktur yang memadai, Dikatakan Jalaladin,“Sudah 3 kementrian yang dibawa untuk menangani hal ini, kementrian itu semua bergerak untuk meningkatkan kapasitas perekonomian. Kita sebagai masyarakat tidak boleh berpangku tangan dan kita harus mendapatkan dampak dari event besar itu.
Kita harus mendorong hal itu termasuk salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan pokdarwis atau desa wisata untuk peningkatan sumber daya,” kata jalal. Dikatakannya, DPMD yang bergerak sebagai salah satu motor pembukaan desa wisata harus melakukan pemetaan dan optimalisasi akan potensi yang ada didesa desa yang ada di Kabupaten Lombok Tengah, Penggunaan Dana Desa harus digunakan seefektif dan seadil mungkin untuk kemajuan Pokdarwis di masing masing desa yang memiliki potensi untuk kemajuan desa. Dijelaskannya,”apabila nanti KEK Kuta Mandalika dan Sirkuit Moto GP dilaksanakan,”hotel hotel yang ada jelas tidak mampu menampung para tamu dan wisatawan maka perlu dipersiapkan desa wisata beserta home stay atau penginapan miliki masyarakat sebagai salah satu alternatif untuk menyikapi lonjakan tamu.
Pemerintah akan mensuport hal itu tetapi desa wisata tidak akan bisa bergerak hanya karena intervensi pemerintah kalau bukan dari dan partisipasi Pemuda dan masyarakat desa masing masing. Dan paling penting adalah partisipasi seluruh elemen masyarakat itu sendiri yang kita harapkan tanpa membedakan yang satu dengan yang lainnya, sehingga para penggagas atau inisiator pariwisata didesa masing masing harus mendorong agar desanya bisa mengembangkan desa wisata dengan produk unggulan yang ditawarkan itu, namun yang perlu digaribawahi adalah produk yang ditawarkan, desa yang satu tidak mesti harus sama dengan desa wisata lainnya, kita tidak bisa menjual suguhan alam yang sama dengan yang lain, maka harus ada pembeda yang lainnya, ciri khas desa harus ada, tentu dengan berbagai pembeda desa wisata lainnya. Misalnya salah satu contoh Desa Sukarare penghasil tenun songket, begitu juga dengan desa lainnya ada juga yang membuat songket tentu pembedanya adalah kualitas kekhasannya dan lainnya.
Selain itu desa wisata harus aman bersih dan ramah sehingga mencerminkan konsep sapta pesona, satu sama lainnya harus terintegrasi dan harus dimotivasi prilaku masyarakatnya tentu kita butuh waktu dan strategi. Kemudian untuk kades harus memiliki pemikiran yang cerdas dan visioner semua elemen yang berkaitan dengan potensi wisata harus dirangkul pokdarwisnya harus dilibatkan,  diketahui Kabupaten Lombok Tengah sudah ditetapkan sebagai Kabupaten Pariwisata itu adalah peluang yang harus kita tangkap. Pokdarwisnya harus ramah dan bisa menguasai informasi dan tekhnologi. Dikatakan Jalaludin, Diketahui ada 3 pilar dasar pembangunan di Loteng yang disingkat ATM yaitu Agro, Tourism dan Marine, namun dari ketiga tiganya itu semua bermuara ke Tourism yakni pariwisata. Pelatihan ini dimulai pada hari Selasa samapi dengan hari Sabtu ( 23 sd  17 Juli 2019 ) Selain di Kantor Desa Sukarare pelatihan serupa juga dilaksanakan di Desa Stanggor, kedepan pelatihan pelatihan seperti ini akan tetap diadakan kata,"Lalu Rosi Hariadi selaku panitia pelatihan dari DPMD Lombok Tengah. (nr/29)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4