Pariwisata
Lalu Hizzi Ketua ALARM NTB : Sebagai Pimpinan Tertinggi ASN Loteng Sekda Seharusnya Segera Mengevaluasi Kinerja dan Meninjau Kembali Keberadaan Aparatur Jajarannya
NURANI RAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH NTB-Workshoop/Pelatihan Pemandu wisata buatan Out Bond Park yang dianggarkan dari DAK Pusat 2019 kemudian
dilaksanakan oleh Bidang SDM Dispar Loteng yang masih saja dinilai asal asalan, terkesan amatiran dan kurang profesional oleh masyarakat begitu juga dengan dugaan pungli dan KKN yang dilakukan oknum pada pelatihan Guide yang diadakan Bidang SDM Dispar Loteng pada akhir tahun 2018 seperti dilansir media ini sebelumnya, kini menjadi bahan pembicaraan berbagai pihak dan beberapa kalangan, salah satunya dikomentari oleh Lalu. Hizi Ketua LSM ALARM ( Aliansi Rakyat Menggugat ) NTB. Dikatakan Lalu Hizi. Menurut saya terkait dengan pemberitaan itu patut diapresiasi, itu adalah salah satu bentuk kritik yang harus disikapi secara positif, pihak terkait jangan alergi dikritisi atau menjadi anti kritik, kalau tidak mau dikritik sebaiknya jangan jadi pejabat alias harus mundur,”tegas pria gondrong yang dikenal kritis ini.
Dikatakannya,”Dalam membangun kepariwisataan di Lombok Tengah, harus ada sinergisitas yang baik dengan berbagai pihak, Kadis, Kabid n Kasi dan jajarannya mereka harus obyektif bekerja ikuti maunya kebutuhan masyarakat terutama tuntutan kebutuhan yang realis dari program itu sendiri tanpa mengenyampingkan para pegiat pariwisata. Dalam melibatkan para pegiat/pengelola yang diwadahi melalui Pokdarwis yang ada dimasing masing desa wisata, mereka seharusnya dilibatkan secara merata dengan prinsip keadilan dengan pola pendekatan secara transparan dan persuasif,”kata Hizzi. Mereka harus sinergi dengan perguruan tinggi dan pihak pihak lainnya guna optimalisasi SDM pegiat desa wisata, masyarakat dan begitu juga SDM jajaran Bidang SDM Disparbud perlu ditingkatkan juga. Diharapkan mereka dapat bertukar gagasan berdiskusi dengan perkembangan kepariwisataan terkini di Lombok Tengah, misalnya dengan mewujudkan peta jalan atau (ROAD MAP) pariwisata berkelanjutan untuk desa wisata yang lagi ngetrend saat ini,”kata Hizzi.
Kembali ke Pelatihan SDM Kepariwisataan tersebut,” kata Hizzi, beberapa hari yang lalu mestinya jangan sampai terkesan asal-asalan, apalagi yang mengadakan dinas terkait (Disbudpar) pelaksana kegiatan harus memiliki SDM yang memadai, integritas serta wawasan yang luas tentang pariwisata. Demikian juga yang diundang harus jelas, pelaku wisata, pelaku bisnis, pegiat wisata masyarakat dan media, karena kegiatan tersebut dinilai sangat strategis mengingat infrastruktur sektor pariwisata di Lombok Tengah sedang dibangun besar-besaran, tentu juga harus ditopang dengan SDM yang memadai. Pengembangan SDM kepariwisataan harus serius ditangani secara berkelanjutan dan terencana dengan baik, Diketahui Lombok Tengah memiliki destinasi pariwisata yang baik, unggul dan sangat beragam sehingga perlu diimbangi dengan SDM yang kompeten, namun perlu diingatkan SDM para pejabat di Bidang SDM Dispar Loteng sebagai leading sektor terkait, juga harus memadai,berkualitas sehingga bisa diandalkan
Dan tentu harus sesuai dengan latar belakang pendidikan mengenai Pariwisata,”sambung Lalu Hizzi. Jangan sebaliknya, kalau tidak tentu pembangunan SDM bagi pegiat wisata tidak akan bisa diharapkan secara maksimal.“Saya analogikan begini,”Percuma kita mempunyai destinasi pariwisata yang hebat, KEK Kuta Mandalika sudah dibangun dilengkapi dengan hotel hotel bintang 4 dan 5, kemudian Sirkuit moto GP sebentar lagi akan dibangun juga, tidak itu saja pembangunan by pass BIL ke Kuta yang akan menelan anggaran trilyunan juga segera dibuat, begitu juga dengan geliat desa wisata yang tersebar di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Tengah. Tetapi kalau tidak ditangani secara maksimal dan bersungguh sungguh oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berikut Dinas dan pihak pihak terkait dengan SDM yang memadai tentu tidak akan ada artinya. Sebagai pucuk pimpinan tertinggi ASN Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah Sekda H.Nursiah S.Sos M.Si seharusnya segera mengevaluasi kinerja Bidang SDM Disparbud Loteng, seperti statement beliau sebelumnya karena untuk menangani Pariwisata Lombok Tengah kita butuh SDM yang berkualitas siap pakai dan mumpuni dibidangnya,”kata Lalu Hizzi.(nr/07)
Majukan Pariwisata, SDM Bidang SDM Dispar Loteng Harus Memadai, Berkualitas Dan Bisa Diandalkan
Lalu Hizzi Ketua ALARM NTB : Sebagai Pimpinan Tertinggi ASN Loteng Sekda Seharusnya Segera Mengevaluasi Kinerja dan Meninjau Kembali Keberadaan Aparatur Jajarannya
NURANI RAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH NTB-Workshoop/Pelatihan Pemandu wisata buatan Out Bond Park yang dianggarkan dari DAK Pusat 2019 kemudian
![]() |
| Lalu. Hizzi Ketua LSM ALARM NTB |
Dikatakannya,”Dalam membangun kepariwisataan di Lombok Tengah, harus ada sinergisitas yang baik dengan berbagai pihak, Kadis, Kabid n Kasi dan jajarannya mereka harus obyektif bekerja ikuti maunya kebutuhan masyarakat terutama tuntutan kebutuhan yang realis dari program itu sendiri tanpa mengenyampingkan para pegiat pariwisata. Dalam melibatkan para pegiat/pengelola yang diwadahi melalui Pokdarwis yang ada dimasing masing desa wisata, mereka seharusnya dilibatkan secara merata dengan prinsip keadilan dengan pola pendekatan secara transparan dan persuasif,”kata Hizzi. Mereka harus sinergi dengan perguruan tinggi dan pihak pihak lainnya guna optimalisasi SDM pegiat desa wisata, masyarakat dan begitu juga SDM jajaran Bidang SDM Disparbud perlu ditingkatkan juga. Diharapkan mereka dapat bertukar gagasan berdiskusi dengan perkembangan kepariwisataan terkini di Lombok Tengah, misalnya dengan mewujudkan peta jalan atau (ROAD MAP) pariwisata berkelanjutan untuk desa wisata yang lagi ngetrend saat ini,”kata Hizzi.
Kembali ke Pelatihan SDM Kepariwisataan tersebut,” kata Hizzi, beberapa hari yang lalu mestinya jangan sampai terkesan asal-asalan, apalagi yang mengadakan dinas terkait (Disbudpar) pelaksana kegiatan harus memiliki SDM yang memadai, integritas serta wawasan yang luas tentang pariwisata. Demikian juga yang diundang harus jelas, pelaku wisata, pelaku bisnis, pegiat wisata masyarakat dan media, karena kegiatan tersebut dinilai sangat strategis mengingat infrastruktur sektor pariwisata di Lombok Tengah sedang dibangun besar-besaran, tentu juga harus ditopang dengan SDM yang memadai. Pengembangan SDM kepariwisataan harus serius ditangani secara berkelanjutan dan terencana dengan baik, Diketahui Lombok Tengah memiliki destinasi pariwisata yang baik, unggul dan sangat beragam sehingga perlu diimbangi dengan SDM yang kompeten, namun perlu diingatkan SDM para pejabat di Bidang SDM Dispar Loteng sebagai leading sektor terkait, juga harus memadai,berkualitas sehingga bisa diandalkan
Dan tentu harus sesuai dengan latar belakang pendidikan mengenai Pariwisata,”sambung Lalu Hizzi. Jangan sebaliknya, kalau tidak tentu pembangunan SDM bagi pegiat wisata tidak akan bisa diharapkan secara maksimal.“Saya analogikan begini,”Percuma kita mempunyai destinasi pariwisata yang hebat, KEK Kuta Mandalika sudah dibangun dilengkapi dengan hotel hotel bintang 4 dan 5, kemudian Sirkuit moto GP sebentar lagi akan dibangun juga, tidak itu saja pembangunan by pass BIL ke Kuta yang akan menelan anggaran trilyunan juga segera dibuat, begitu juga dengan geliat desa wisata yang tersebar di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Tengah. Tetapi kalau tidak ditangani secara maksimal dan bersungguh sungguh oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berikut Dinas dan pihak pihak terkait dengan SDM yang memadai tentu tidak akan ada artinya. Sebagai pucuk pimpinan tertinggi ASN Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah Sekda H.Nursiah S.Sos M.Si seharusnya segera mengevaluasi kinerja Bidang SDM Disparbud Loteng, seperti statement beliau sebelumnya karena untuk menangani Pariwisata Lombok Tengah kita butuh SDM yang berkualitas siap pakai dan mumpuni dibidangnya,”kata Lalu Hizzi.(nr/07)

Posting Komentar