Headline
L. Adi Permadi SE MM : Sukseskan Bonjeruk sebagai Desa Wisata Sejarah, Inshaa Allah Atraksi Budaya Akan kami Adakan secara rutin 2 kali Sebulan
NURANI RAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH NTB-Grand Opening Event pentas Budaya Memaos Takepan Cempaka Wangi Group salah satu satu atraksi seni budaya dan sejarah oleh Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat dibawah Yayasan Jonggat Wijaya Loka pada hari sabtu 13 Juli 2019 di herittage building situs sejarah Gdeng Beleq yang juga sebagai Sekretariat Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat (WPJ), dihadiri oleh HL. Putria S.Pd M.Pd Kepala Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, beliau juga didampingi Lalu Zulfahalim Kabid Promosi Pemasaran, Lalu Saleh Kabid SDM di Disparbud Loteng. Selain itu hadir juga dari unsur BPPD (Badan Promosi Pariwisata Daerah ) Loteng. Ketua Forum DEWI “Desa Wisata” TASTURA. Para Komunitas GENPI Lombok Tengah. Lalu. Audia Rahman (Kepala Desa Bonjeruk ) H. Mahruf S.Pd. M.Pd Kepala SMP 1 Jonggat dan juga sebagai Ketua BKD, Kapolsek Jonggat IPTU. Larep. Serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, para mahasiswa KKN Unram di Bonjeruk dan juga para tamu undangan lainnya. Nampak acara dibuka dengan tembang Sasak yang dibawakan oleh Lalu Jasmawadi MT ( Ketua Forum DEWI " Desa Wisata " TASTURA Lombok Tengah.
L. Adi Permadi SE.MM. selaku Ketua Pokdarwis WPJ,”Mengatakan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya terhadap para tamu undangan dan pihak terkait lainnya, karena dengan adanya acara ini bisa kita gunakan sebagai wahana menjalin silaturahmi dengan semua pihak. Dikatakan pula,”Tujuan diadakan acara ini sejatinya untuk melaunching acara seni Memaos Takepan Group Cempaka Wangi dibawah Asuhan Yayasan Jonggat Wijaya Loka dan Pokdarwis WPJ. Sekaligus bertujuan untuk membuka paket wisata desa yang akan kami laksanakan setiap 2 kali sebulan dengan paket reguler dan paket plus untuk tamu yang berwisata kedesa Bonjeruk. Selain itu nantinya kami juga menawarkan berbagai macam paket atraksi seni lainnya dan juga paket wisata yang berbeda, misalnya untuk eduekowisata kami juga memiliki kawasan Agrowisata persiapan sebagai pelengkap spot kami di Pokdarwis WPJ. Kedepan kami akan terus berupaya menambah paket atraksi seni budaya dan sejarah guna memajukan desa Bonjeruk sebagai desa wisata sejarah yang berbasis edukasi dengan mengedepankan kearifan lokal,”jelasnya.
Selain itu juga seperti dikatakan Ir.HL. Widjaje selaku pendiri Yayasan Jonggat Wijaya Loka,”dirinya sangat mengapresiasi pelestarian dan pengembangan seni budaya dan sejarah yang di lakukan oleh para generasi muda yang masih peduli dengan budaya dan kearifan lokal daerahnya, oleh karena itulah kami bermaksud membentuk yayasan Jonggat Wijaya Loka dan mengadakan acara Launching Pepaosan Takepan”Mace Lontar“oleh kelompok Cempaka Wangi dibawah arahan Yayasan kami dan Pokdarwis WPJ. Dikatakan HL.Widjaje,”selain Pepaosan ini berbagai jenis seni budaya lainnya juga akan kami lestarikan dan kami kembangkan kedepannya.
Disaat yang sama Lalu Zulfahalim selaku Kabid Promosi Pemasaran Disparbud Loteng mengatakan,” Bonjeruk sebagai desa wisata sejarah memiliki keunikan, kekhasan tersendiri jika dibandingkan dengan desa desa wisata yang ada di Kabupaten Lombok Tengah. Ini disebabkan karena keunikannya yang jarang dimiliki desa desa wisata lainnya di Lombok Tengah, bahkan di NTB sekalipun dengan potensi yang dimiliki.
Ini berawal dari kesejarahan pemerintahan kedatuan Jonggat beserta bukti bukti peninggalannya masih ada sampai sekarang baik berupa benda maupun non benda. Diketahui dulunya desa ini adalah sebagai pusat pemerintahan kedistrikan pada zaman Belanda hingga sampai dengan adanya cerita sejarah tempo doloe tentang Bonjeruk ini ada kisahnya ketika “Ratu dari Negeri Belanda pernah jatuh cinta dengan salah seorang keturunan Bangsawan Bonjeruk dan juga mengenai foto perempatan jalan utama desa Bonjeruk di salah satu musium di Belanda, hingga berakhir dengan pelantikan HL. Srinate sebagai Bupati/Kepala Daerah pertama Kabupaten Lombok Tengah pada tanggal 15 Oktober 1945 yang digunakan sebagai refresentasi hari lahir atau hari ulang tahun Kabupaten Lombok Tengah pada setiap tanggal 15 Oktober yang diperingati disetiap tahunnya,” kata Zulfahalim.
Dalam kesempatan yang sama HL. Putria S.Pd M.Pd selaku Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah mengatakan,”Acara Grand Opening Event seni budaya”pepaosan takepan ini adalah salah satu warisan leluhur kita sebagai masyarakat suku Sasak yang harus kita jaga dan lestarikan. Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat yang intens dan serius melestarikan seni budaya dan sejarah sebagai salah satu aset warisan suku Sasak yang tidak ternilai harganya. Dikatakan Putria,”Memaos Takepan ini memiliki kandungan nilai moril dan filosofisnya yang tinggi untuk masyarakat Suku Sasak. Diantara jenis jenis itu ada Bang bare, Rengganis, Tapal Adam, Indar Jaya dan lain sebagainya. Nah berangkat dari hal itu kita harus terus melakukan upaya upaya dalam meningkatkan perbendaharaan atraksi seni budaya kita yang sangat digemari tamu
tamu wisatawan mancanegara. Khusus buat Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat yang fokus menggeluti pelestarian seni budaya dan sejarah sebagai brandingnya, harus lebih ditingkatkan dan terus tancapkan eksistensinya sebagai Pokdarwis yang berbeda dengan keunikannya kata,” HL.Putria.(nr/29)
Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat Sukses Gelar Grand Opening Event “Memaos Takepan“ Sebagai Paket Wisata Desa
![]() |
| HL.Widjaje (No 7 dari kanan) HL.Putria. (No 6 dari kanan) L. Adi Permadi, (No 8 dari kanan )Lalu Alam (No 5 dari kanan). dan Anggota Cempaka Wangi |
L. Adi Permadi SE MM : Sukseskan Bonjeruk sebagai Desa Wisata Sejarah, Inshaa Allah Atraksi Budaya Akan kami Adakan secara rutin 2 kali Sebulan
NURANI RAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH NTB-Grand Opening Event pentas Budaya Memaos Takepan Cempaka Wangi Group salah satu satu atraksi seni budaya dan sejarah oleh Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat dibawah Yayasan Jonggat Wijaya Loka pada hari sabtu 13 Juli 2019 di herittage building situs sejarah Gdeng Beleq yang juga sebagai Sekretariat Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat (WPJ), dihadiri oleh HL. Putria S.Pd M.Pd Kepala Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, beliau juga didampingi Lalu Zulfahalim Kabid Promosi Pemasaran, Lalu Saleh Kabid SDM di Disparbud Loteng. Selain itu hadir juga dari unsur BPPD (Badan Promosi Pariwisata Daerah ) Loteng. Ketua Forum DEWI “Desa Wisata” TASTURA. Para Komunitas GENPI Lombok Tengah. Lalu. Audia Rahman (Kepala Desa Bonjeruk ) H. Mahruf S.Pd. M.Pd Kepala SMP 1 Jonggat dan juga sebagai Ketua BKD, Kapolsek Jonggat IPTU. Larep. Serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, para mahasiswa KKN Unram di Bonjeruk dan juga para tamu undangan lainnya. Nampak acara dibuka dengan tembang Sasak yang dibawakan oleh Lalu Jasmawadi MT ( Ketua Forum DEWI " Desa Wisata " TASTURA Lombok Tengah.
L. Adi Permadi SE.MM. selaku Ketua Pokdarwis WPJ,”Mengatakan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya terhadap para tamu undangan dan pihak terkait lainnya, karena dengan adanya acara ini bisa kita gunakan sebagai wahana menjalin silaturahmi dengan semua pihak. Dikatakan pula,”Tujuan diadakan acara ini sejatinya untuk melaunching acara seni Memaos Takepan Group Cempaka Wangi dibawah Asuhan Yayasan Jonggat Wijaya Loka dan Pokdarwis WPJ. Sekaligus bertujuan untuk membuka paket wisata desa yang akan kami laksanakan setiap 2 kali sebulan dengan paket reguler dan paket plus untuk tamu yang berwisata kedesa Bonjeruk. Selain itu nantinya kami juga menawarkan berbagai macam paket atraksi seni lainnya dan juga paket wisata yang berbeda, misalnya untuk eduekowisata kami juga memiliki kawasan Agrowisata persiapan sebagai pelengkap spot kami di Pokdarwis WPJ. Kedepan kami akan terus berupaya menambah paket atraksi seni budaya dan sejarah guna memajukan desa Bonjeruk sebagai desa wisata sejarah yang berbasis edukasi dengan mengedepankan kearifan lokal,”jelasnya.
Selain itu juga seperti dikatakan Ir.HL. Widjaje selaku pendiri Yayasan Jonggat Wijaya Loka,”dirinya sangat mengapresiasi pelestarian dan pengembangan seni budaya dan sejarah yang di lakukan oleh para generasi muda yang masih peduli dengan budaya dan kearifan lokal daerahnya, oleh karena itulah kami bermaksud membentuk yayasan Jonggat Wijaya Loka dan mengadakan acara Launching Pepaosan Takepan”Mace Lontar“oleh kelompok Cempaka Wangi dibawah arahan Yayasan kami dan Pokdarwis WPJ. Dikatakan HL.Widjaje,”selain Pepaosan ini berbagai jenis seni budaya lainnya juga akan kami lestarikan dan kami kembangkan kedepannya.
Disaat yang sama Lalu Zulfahalim selaku Kabid Promosi Pemasaran Disparbud Loteng mengatakan,” Bonjeruk sebagai desa wisata sejarah memiliki keunikan, kekhasan tersendiri jika dibandingkan dengan desa desa wisata yang ada di Kabupaten Lombok Tengah. Ini disebabkan karena keunikannya yang jarang dimiliki desa desa wisata lainnya di Lombok Tengah, bahkan di NTB sekalipun dengan potensi yang dimiliki.
Ini berawal dari kesejarahan pemerintahan kedatuan Jonggat beserta bukti bukti peninggalannya masih ada sampai sekarang baik berupa benda maupun non benda. Diketahui dulunya desa ini adalah sebagai pusat pemerintahan kedistrikan pada zaman Belanda hingga sampai dengan adanya cerita sejarah tempo doloe tentang Bonjeruk ini ada kisahnya ketika “Ratu dari Negeri Belanda pernah jatuh cinta dengan salah seorang keturunan Bangsawan Bonjeruk dan juga mengenai foto perempatan jalan utama desa Bonjeruk di salah satu musium di Belanda, hingga berakhir dengan pelantikan HL. Srinate sebagai Bupati/Kepala Daerah pertama Kabupaten Lombok Tengah pada tanggal 15 Oktober 1945 yang digunakan sebagai refresentasi hari lahir atau hari ulang tahun Kabupaten Lombok Tengah pada setiap tanggal 15 Oktober yang diperingati disetiap tahunnya,” kata Zulfahalim.
Dalam kesempatan yang sama HL. Putria S.Pd M.Pd selaku Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah mengatakan,”Acara Grand Opening Event seni budaya”pepaosan takepan ini adalah salah satu warisan leluhur kita sebagai masyarakat suku Sasak yang harus kita jaga dan lestarikan. Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat yang intens dan serius melestarikan seni budaya dan sejarah sebagai salah satu aset warisan suku Sasak yang tidak ternilai harganya. Dikatakan Putria,”Memaos Takepan ini memiliki kandungan nilai moril dan filosofisnya yang tinggi untuk masyarakat Suku Sasak. Diantara jenis jenis itu ada Bang bare, Rengganis, Tapal Adam, Indar Jaya dan lain sebagainya. Nah berangkat dari hal itu kita harus terus melakukan upaya upaya dalam meningkatkan perbendaharaan atraksi seni budaya kita yang sangat digemari tamu
tamu wisatawan mancanegara. Khusus buat Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat yang fokus menggeluti pelestarian seni budaya dan sejarah sebagai brandingnya, harus lebih ditingkatkan dan terus tancapkan eksistensinya sebagai Pokdarwis yang berbeda dengan keunikannya kata,” HL.Putria.(nr/29)







Posting Komentar