Sosial
NURANIRAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Guna mengatasi dampak kekeringan terhadap beberapa Kecamatan terdampak rawan air di Kabupaten Lombok Tengah, program BRI Peduli telah memberikan bantuan sejumlah 22,5 Juta rupiah kepada BPBD Loteng untuk membantu masyarakat yang memerlukan suplai air bersih,”kata Suwarya wakil kepala Wilayah BRI Denpasar kepada wartawan Senin 26/8/2019. Dikatakannya,”Bantuan ini berlanjut atau tidak nantinya tergantung situasi apabila memang akan diperlukan lagi kemungkinan juga kita minta bantuan pusat untuk membantu lagi,”katanya. Terkait dengan sinkronisasi data data penerima bantuan itu kami akan
koordinasikan dan menyerahkan sepenuhnya kepada BPBD,”kata Suwarya. Dia juga mengatakan,” kunci memelihara air ini adalah penghijauan, nah jika nanti kalau memang diperlukan, Lombok Tengah nanti bisa melakukan studi banding ke Kabupaten Gunung Kidul guna mengatasi kekeringan yang dilakukan dengan reklamasi atau penghijauan, dimana Kabupaten Gunung Kidul adalah daerah tandus yang berhasil dihijaukan kembali oleh Pemerintah dan masyarakatnya.
Dikesempatan yang sama dikatakan oleh Haji Muhamad Kepala BPBD (Badan penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Lombok Tengah,”Ini adalah merupakan tindak lanjut dari rapat terdahulu yang dipimpin Sekda,”semua Dinas terkait dan BUMN diminta berpartisipasi untuk membantu atasi kekeringan dibeberapa titik rawan kekeringan yang sangat membutuhkan air seperti beberapa kecamatan di Lombok Tengah. Pada saat rapat itu dari pihak Bank ada komitmen untuk berpartisipasi membantu kita. Selain BRI yang sudah memberikan dukungan itu adalah BPR LKP, Bank NTB,”kata Muhamad. Sampai hari ini kami masih sedang mendistribusikan air ke titik titik yang sudah diprioritaskan diwilayah terdampak seperti di Kecamatan Pujut, Janapria, Jonggat, Praya Barat, Praya Timur, Praya Barat Daya termasuk Praya Tengah,”kata Haji Muhamad.
Jika nanti kita mengalami kekurangan pendanaan insyaa Allah kita akan meminta ke BPBD Propinsi atau BNPB Pusat untuk memakai dana siap pakai guna membantu atasi masalah kekeringan dan kerawanan air didaerah terdampak. Kalau memang prediksi hujan mundur dari yang telah kita prediksikan mungkin kita akan adakan rakor kembali untuk menyikapinya termasuk Dinas Dinas terkait seperti Perkim, Dinas Sosial, PDAM untuk membantu, termasuk dari TNI/Polri. Dikatakan Muhamad,”selain bantuan temporer masyarakat diberikan suplai air bersih dan untuk bantuan secara permanent, masyarakat seharusnya diberikan bantuan sumur bor. Kemudian kita perlu minta bantuan BWS untuk membuatkan bendungan Dam atau Embung diwilayah terdampak termasuk juga Dam Mujur harus segera dibangun karena masyarakat sangat membutuhkannya. Selain itu betul juga seperti yang disampaikan tadi sama Suwarya, untuk menjaga kelestarian alam sebaiknya dilakukan penghijauan dengan melibatkan masyarakat setempat.(nr04)
Bantu Krisis Air Bersih, BRI Berikan Bantuan Dana Ke BPBD Loteng
![]() |
| Photo/Dokumentasi : Suwarya Wakil Kepala Wilayah BRI Denpasar dan H. Muhamad kepala BPBD Loteng (berjabat tangan) berikan bantuan kepada BPBD Loteng |
koordinasikan dan menyerahkan sepenuhnya kepada BPBD,”kata Suwarya. Dia juga mengatakan,” kunci memelihara air ini adalah penghijauan, nah jika nanti kalau memang diperlukan, Lombok Tengah nanti bisa melakukan studi banding ke Kabupaten Gunung Kidul guna mengatasi kekeringan yang dilakukan dengan reklamasi atau penghijauan, dimana Kabupaten Gunung Kidul adalah daerah tandus yang berhasil dihijaukan kembali oleh Pemerintah dan masyarakatnya.
Dikesempatan yang sama dikatakan oleh Haji Muhamad Kepala BPBD (Badan penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Lombok Tengah,”Ini adalah merupakan tindak lanjut dari rapat terdahulu yang dipimpin Sekda,”semua Dinas terkait dan BUMN diminta berpartisipasi untuk membantu atasi kekeringan dibeberapa titik rawan kekeringan yang sangat membutuhkan air seperti beberapa kecamatan di Lombok Tengah. Pada saat rapat itu dari pihak Bank ada komitmen untuk berpartisipasi membantu kita. Selain BRI yang sudah memberikan dukungan itu adalah BPR LKP, Bank NTB,”kata Muhamad. Sampai hari ini kami masih sedang mendistribusikan air ke titik titik yang sudah diprioritaskan diwilayah terdampak seperti di Kecamatan Pujut, Janapria, Jonggat, Praya Barat, Praya Timur, Praya Barat Daya termasuk Praya Tengah,”kata Haji Muhamad.
Jika nanti kita mengalami kekurangan pendanaan insyaa Allah kita akan meminta ke BPBD Propinsi atau BNPB Pusat untuk memakai dana siap pakai guna membantu atasi masalah kekeringan dan kerawanan air didaerah terdampak. Kalau memang prediksi hujan mundur dari yang telah kita prediksikan mungkin kita akan adakan rakor kembali untuk menyikapinya termasuk Dinas Dinas terkait seperti Perkim, Dinas Sosial, PDAM untuk membantu, termasuk dari TNI/Polri. Dikatakan Muhamad,”selain bantuan temporer masyarakat diberikan suplai air bersih dan untuk bantuan secara permanent, masyarakat seharusnya diberikan bantuan sumur bor. Kemudian kita perlu minta bantuan BWS untuk membuatkan bendungan Dam atau Embung diwilayah terdampak termasuk juga Dam Mujur harus segera dibangun karena masyarakat sangat membutuhkannya. Selain itu betul juga seperti yang disampaikan tadi sama Suwarya, untuk menjaga kelestarian alam sebaiknya dilakukan penghijauan dengan melibatkan masyarakat setempat.(nr04)


Posting Komentar