24 C
id

Pokdarwis WPJ Desa Wisata Sejarah Bondjeroek Dukung Pencanangan Wisata Perdesaan Ramah Anak Bebas Eksploitasi


Foto/Dokumentasi POKDARWIS WPJ (Wirajaya Putra Jonggat) bersama FORUM DESA WISATA TASTURA Lombok Tengah di Heritage Buiding / Situs Sejarah Gdeng Beleq peninggalan HL. serinata Bupati Lombok Tengah pertama pada Zaman Belanda di Desa Wisata Sejarah Bondjeroek Kecamatan Jonggat
NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Pencanangan Wisata Perdesaan Ramah Anak Bebas Eksploitasi yang dilaksanakan di Arena Bazaar KEK Kuta Mandalika Rabu (22/8/2019) lalu, diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak didukung Kementrian RI, sudah diresmikan Bupati Lombok Tengah hingga penandatanganan kesepakatan 30 Kepala Desa Wisata terkait. Kami Kelompok Sadar Wisata WPJ sangat mendukung Pencanangan Wisata Perdesaan Ramah Anak Bebas Eksploitasi oleh Bapak HM. Suhaili FT SH Bupati Lombok Tengah,"kata L. Adi Permadi SE MM selaku Ketua Pokdarwis WPJ Desa Wisata Sejarah Bondjeroek kecamatan Jonggat.
L.Adi Permadi SE MM (baju putih) bersama L. Audia Rahman (baju hitam) Kepala Desa Bonjeruk. Saat acara Launching Atraksi Budaya"Memaos Takepan ( baca kitab Lontar) di Heritage Building Gdeng Beleq Wisata Sejarah Bondjeroek baru baru ini
Dikatakannya,"Ini mengingat kelompok kami merupakan kelompok sadar wisata yang mengutamakan pariwisata yang etis dalam rangka kepuasan dan kenyamanan semua pihak yang terlibat dalam pariwisata, termasuk di dalamnya pelaku wisata, wisatawan dan pihak lain yang terlibat sebagai pendukung pariwisata. Untuk itu menurut kami penggunaan anak di bawah umur sebagai tenaga penjual bukan pada tempatnya. Harus jujur diakui bahwa banyak anak yang terlibat merupakan anak dari keluarga tidak mampu, namun bukan berarti tanggung jawab mencari nafkah ada di pundak anak," terang Pria yang akrab dipanggil Gde Didik ini. Dikatakannya," Orang tua tetap harus bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dan masa depan anak.
Demi masa depan calon penerus bangsa tersebut, patut kiranya Pencanangan Wisata Perdesaan Ramah Anak Bebas Eksploitasi yang sudah dicanangkan oleh Bapak Bupati Suhaili FT untuk segera dilanjutkan pada Program-program Implementasi Yang Nyata. Dikatakan Gde Didik yang juga mengajar sebagai Dosen pariwisata Unram ini," Program tersebut secepatnya diimplementasikan secara optimal, ini sangat mendesak mengingat sebentar lagi KEK Mandalika akan menyambut ribuan tamu dari manca negara yang akan menyaksikan Moto GP 2021 yang mungkin diteruskan oleh balapan mobil GP F1. Akan sangat memalukan apabila tamu-tamu kita dari manca negara itu terganggu oleh anak-anak yang menjadi pedagang acung. Masalah ini juga terjadi di Bali, turis di Kuta Bali tidak nyaman oleh pedagang acung. Dengan adanya program nyata yang dirancang lintas bidang itu maka masalah eksploitasi anak ini dapat segera ditangulangi dan lokasi wisata kita di pantai, gunung dan desa wisata aman dari gangguan pedagang acung ini. Kami dari pelaku wisata menunggu program nyata tersebut," kata cucu HL.
 Serinata Bupati pertama Lombok Tengah ini.(nr29)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4