24 C
id

Kemenpar RI Apresiasi Desa Wisata, Penyangga KEK Kuta Mandalika Yang Harus Diprioritaskan

Alicia Tiffany Beandda saat beramah tamah berdiskusi menerima kunjungan Kabid Promosi Pemasaran Disparbud Loteng, HPI dan Forum Dewi "Desa Wisata" Tastura Lombok Tengah di lantai 4 Gedung Sapta Pesona Kemenpar RI Jakarta

Alicia Tifany Beandda : Optimalisasi Desa Wisata, Kepala Desa dan Bupati harus bersinergi dengan semua pihak

NURANI RAKYAT NEWS-JAKARTA. Alicia Tiffany Beandda wakil ketua 1 Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa wisata, yang didampingi Qinthara Aghnia selaku Business Development Analyst TPP Homestay Desa Wisata Kemenpar RI, disela sela waktunya ketika bersilaturahmi dikunjungi Kabid Promosi Pemasaran Disbudpar Loteng Lalu Zulfahalim SE. MT, Samsul Bahri Ketua HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) dan Didik Supriadi unsur Forum Desa Wisata“DEWI“ Tastura Lombok Tengah, baru baru ini ia mengatakan kepada wartawan. Terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan Desa Wisata di Kabupaten Lombok Tengah Propinsi Nusa Tenggara Barat, dinilai cukup bagus dan sangat prospektif kedepan. Dirinya berharap para penggerak desa wisata lebih giat lagi dalam
Dokumentasi fhoto bersama
mengembangkan potensi desa wisatanya, apalagi dengan keberadaan KEK  Kuta Mandalika cukup menjanjikan bagi desa wisata yang ada disekitarnya, tentu harus ada pembeda masing masing desa wisata yang satu dengan lainnya sebagai daya tarik utama desa wisata penyangga pada KEK Kuta Mandalika dan kami sangat mengapresiasinya.
Dikatakan Alicia,”Desa wisata yang baru mulai tumbuh dan berkembang, agar tidak lupa dengan lokalitas yang ada, baik tentang keberadaan homestay desa wisatanya dan juga adat istiadat, budaya serta kearifan lokalnya, itu juga harus tetap dijaga, dilestarikan dan ditingkatkan agar tidak hilang dari akarnya. Kita juga berharap agar perkembangan yang ada harus mengikuti kearifan lokal di daerah masing masing, para stake holder dan masyarakat sekitar didesa wisata harus tetap diprioritaskan untuk dilibatkan melalui komunitas pemberdayaan yang berbasis masyarakat sehingga bisa terkonektifitas satu dengan yang lainnya agar bisa bersama sama dalam membangun desa wisata yang berkelanjutan,” ini harus tetap digerakkan sehingga tetap bisa mengikuti perkembangan yang ada,"kata Alicia.
Fhoto/Dokumentasi
Ditanya mengenai komitmen serta perhatiannya terhadap desa wisata, Alicia mengatakan,”bentuk atensi dari Kemenpar RI yaitu akan banyak bekerjasama dengan pihak luar terutama dari pihak swasta untuk memberikan pendampingan terhadap desa desa wisata. Pihak Kemenpar akan memberikan rekomendasi dan menyambungkannya dengan desa wisata. Selain itu diharapkan kepada para pegiat desa wisata dan pokdarwis yang mengelola homestay, mereka harus bahu membahu dan saling mendukung, dicontohkannya kepada masyarakat yang mau mendukung ini bukan cuma mendukung dan memajukan homestaynya sendiri tapi juga harus mendukung masyarakat disekitar lingkungannya. Masyarakat, Pokdarwis, Bumdes harus bekerjasama guna mengembangkan desa wisatanya supaya tepat sasaran.
Dikatakan Alicia,”Untuk Kepala Desa di desa wisata masing masing yang paling diutamakan adalah bersinergi dengan semua pihak tanpa membeda bedakan satu dengan yang lainnya dan Bupati sebagai Kepala Daerah tentunya tidak ada alasan untuk tidak mendukung penuh para pegiat desa wisata didaerahnya agar bisa mewujudkan desa wisata yang terintegrasi dan saling menguntungkan semua pihak. Diharapkan kepada para pegiat desa wisata semoga usahanya berjalan lancar dan tetap semangat jaga kekompakan soliditas antar Pokdarwis dengan pegiat desa wisata lainnya, terlebih KEK Kuta Mandalika ini adalah sebagai salah satu destinasi unggulan nasional namun bukan KEK Kuta Mandalika saja yang harus maju tapi Desa Wisata di Lombok Tengah dan NTB pada umumnya, juga harus ikut berkembang dan maju untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat luas,”kata Alicia.(nr29)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4