Headline
Kadispar Kota Bandung : Kami Tertarik ingin Belajar Pengembangan Wisata Halal ke Lombok Tengah
NURANI RAKYAT. BANDUNG-JAWA BARAT. Road Show Pariwisata Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah Propinsi Nusa Tenggara Barat yang dilaksanakan mulai tanggal 28 s/d 30 Juĺi 2019 oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Bandung Propinsi Jawa Barat guna mempromosi dan memasarkan Pariwisata dengan berbagai destinasi unggulannya berlangsung sukses. Dalam kunjungan tersebut diikuti oleh Asisten 2 Setdakab Loteng Ir. Nasrun MM sebagai ketua rombongan. Kadis Parbud Loteng HL. M Putria S.Pd M.Pd. Kabid Promosi Pemasaran Lalu Zulfahalim beserta jajarannya. Dari pelaku Pariwisata diwakili oleh Samsul Bahri Ketua HPI Lombok Tengah dan Didik Supriadi unsur media masa sekaligus sebagai Pegiat Desa Wisata. Mereka diterima Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandung Dewi Kaniasari S.Sos MA. Beserta jajarannya, berikut perwakilan dari para pengusaha Travel, Biro perjalanan pariwisata, Ketua HPI kota Bandung dan juga para tamu undangan lainnya.
Mengawali acara dibuka oleh Asisten 2 Setdakab Loteng. Ir. Nasrun MM. Beliau menyampaikan bahwa dalam rombongan Road Show yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah ini adalah dalam rangka silaturahmi untuk memperkenalkan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah yang saat ini telah diperhitungkan menjadi salah satu dari 10 besar destinasi wisata terbaik di Indonesia. Oleh karena itu kami dari pihak rombongan sangat berterima kasih bisa diterima dengan baik, penuh suasana familiar dan keakraban oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandung beserta jajarannya. Setelah itu para rombongan diperkenalkan satu persatu sembari beramah tamah hingga mereka bergiliran dipersilahkan memberikan materi presentasi yang disajikan terkait dengan destinasi unggulan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam kesempatan tersebut HL. Putria menyampaikan rasa syukur bahwa Lombok Tengah memiliki potensi yang luarbiasa, baik mulai dari kultur, keindahan alam, heritage maupun potensi potensi lainnya yang siap jual sehingga kami tidak sulit dalam mengembangkan pariwisata. Dikatakannya”Untuk selalu disampaikan apa yang telah didengungkan bapak Menteri, dalam rangka meningkatkan daya saing pariwisata, kami telah melaksanakan 3 A yaitu Akses, Atraksi dan Amenitas. Untuk akses yang kami miliki adalah akses Udara dengan Bandara Internasional Lombok, kemudian akses Jalan tahun 2017 Master Plan kami adalah terbaik di seluruh Kabupaten Kota di Indonesia. Sedangkan untuk tahun ini saja kami akan membangun jalan tol dari Bandara Internasional Lombok menuju KEK Kuta Mandalika sepanjang 16 Km dengan lebar 100 meter terdiri dengan 8 jalur.
Untuk akses menuju destinasi wisata rata rata semua jalan Kabupaten sudah dihotmix sedangkan jalan diarea destinasi itu menjadi tanggung jawab investor. Kemudian untuk akses laut kami saat ini memiliki pelabuhan Awang di Teluk Awang Lombok tengah bagian selatan. Disana kami juga memiliki pelabuhan Kuta dan Silung Blanak. Khusus untuk Dermaga Awang tahun 2020 akan ditingkatkan menjadi Pelabuhan Nusantara. Jadi secara aksebilitas kami juga sangat memadai. Untuk atraksi seni budaya kami terus bekerjasama dengan para stake holder, pelaku pelaku pariwisata yang ada didaerah kami karena hal itu merupakan salah satu ekonomi kreatif yang berbasis budaya. Salah satu contoh kami memiliki ritual budaya Bau Nyale yang sekarang menjadi salah satu Kalender Event Nasional Pariwisata Indonesia. Selain itu diwilayah utara kami memiliki Geo Park Rinjani yang sudah ditetapkan menjadi Geopark dunia oleh Unesco.
Kemudian untuk peningkatan sumber daya manusia, kami memiliki Poltekpar Lombok yang merupakan bantuan Pemerintah Pusat, konon itu adalah kampus pariwisata termegah di Indonesia dengan nilai dana fisik bangunan sejumlah 1,8 trilyun. Jadi dalam membangun pariwisata, selain membangun fisik kami juga harus menyiapkan SDM yang memadai untuk meningkatkan jumlah kunjungan,”jelas Putria. Sedangkan untuk prosentase peningkatan kunjungan wisata, Lombok Tengah adalah paling tinggi di Indonesia, bisa dikatakan sudah mengalahkan Bali jika dilihat dari sisi prosentase. Kemudian untuk lama tinggal ditahun 2010 sd 2011 lama tinggal itu 2,1 hari Alhamdulilah sekarang lama tinggal bisa sampai 4 hari. Kemudian yang paling penting adalah membangun Budaya, hal ini sangat penting karena Pariwisata tanpa Budaya sulit bisa berjalan dan budaya adalah pilar jati diri terakhir yang harus kita jaga dan perkuat saya yakin di Bandung juga demikian,”kata Putria.
Sementara Menurut Lalu Zulfahalim pada presentasi yang ia lakukkan adalah dengan mempromosikan destinasi pariwisata seperti KEK Kuta Mandalika dengan wisata halalnya, kemudian menjelaskan 3 zona yang dimiliki yaitu kawasan zona utara dengan Wisata ke Gunung Rinjani melalui jalur Treking Desa Wisata Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara, artinya jika mau Ke Rinjani kita dapat bonus melalui Desa Wisata Aik Berik yang terkenal keindahan alamnya dengan Air terjun Benang Stokel dan desa desa wisata penyangga lainnya yang menjual view panorama alam dan kawasan agrowisata/Hortipark yang tidak kalah indahnya diwilayah utara.
Kemudian untuk zona tengah di Kecamatan Jonggat ada desa Bonjeruk sebagai desa wisata sejarah yang searah dengan road map menuju Desa Wisata Sukarare yang terkenal sampai mancanegara dengan Tenun Tradisionalnya.
Desa Sukarare juga memiliki keunikan tersendiri dengan ritual budaya peninggalan leluhur mereka ratusan tahun silam dengan ribuan penenun tradisional. Salah satunya mereka memiliki awig awig kearifan lokal,“anak gadis Sukarare yang sudah beranjak remaja tidak diperbolehkan menikah jika belum bisa menenun,”ungkap Zulfahalim. Setelah itu bergeser lagi ke arah selatan Sukarare, kita bisa menemukan Desa Wisata Stanggor di wilayah Kecamatan Praya Barat yang memiliki kelebihan tersendiri dalam pengemasan wisata desa yang disajikannya, meliputi keunikan budaya dan kearifan lokal setempat yang dikenal juga dengan ritual budaya hingga kesenian tradisionalnya. Kemudian untuk zona selatan selain KEK Kuta Mandalika yang masuk dalam Kecamatan Pujut kita juga memiliki Kawasan Cagar Alam Gunung Tunak yang memiliki kelengkapan destinasi wisatanya bukan saja Hutan Konservasi kawasan Cagar Alam tapi memiliki keindahan pantai yang luar biasa, tidak itu saja diujung kawasan garis pantai Lombok Tengah terutama di kawasan pantai Silung Blanak dan sekitarnya ada kawasan untuk kegiatan wisata olahraga Paralayang, dan masih banyak lagi destinasi destinasi unggulan wisata lainnya yang potensial untuk kita pasarkan ke wisatawan Nusantara maupun mancanegara,”kata Zulfahalim.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Disbudpar Kota Bandung Propinsi Jawa Barat, Dewi Kaniasari S.Sos MA. Ia mengaku sangat Kagum dengan destinasi wisata yang dimiliki Kabupaten Lombok Tengah yang kaya dengan destinasi wisata unggulannya seperti wisata alam dan pantai pantainya yang indah, apalagi dengan adanya KEK Kuta Mandalika yang siap digunakan sebagai salah satu lokasi sirkuit Moto GP kelas dunia ditahun 2022 mendatang, begitu juga dengan Ripardanya Kabupaten Lombok Tengah ternyata sudah ada selangkah lebih awal daripada kota Bandung yang baru memiliki Riparda pada tahun 2013 dengan Visi kota Bandung sebagai Kota Pariwisata yang kreatif berbudaya dan berahlak mulia. Terkait dengan kunjungan Roadshow ini juga kami sangat mengapresiasi rombongan pak Asisten 2 Setdakkab Lombok Tengah, pak Kadis Pariwisata dan jajarannya, senang sekali kami menerima dalam rangka silaturahmi, berbagi ilmu dan pengalaman untuk belajar ke Kabupaten Lombok Tengah masih akan kita lakukan kedepannya terutama dengan pariwisata halalnya, karena Bandung saat ini sedang mengembangkan Wisata Halal dan kami siap bekerjasama,”kata Dewi Kaniasari. Diakhir acara rombongan Roadshow melakukan foto bersama dirangkai dengan penyerahan cinderamata sebagai kenang kenangan kedua belah pihak Disparbud Kabupaten Lombok Tengah dengan Disbudpar Kota Bandung.(nr29)
Road Show Pariwisata Loteng 2019 ke Kota Bandung Berlangsung Sukses
![]() |
| Dokumentasi photo : Ir. Nasrun (Asisten 2 Setdakab Loteng) saat menyerahkan cinderamata kepada Dewi Kaniasari S.Sos.MA (Kadispar Kota Bandung) |
NURANI RAKYAT. BANDUNG-JAWA BARAT. Road Show Pariwisata Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah Propinsi Nusa Tenggara Barat yang dilaksanakan mulai tanggal 28 s/d 30 Juĺi 2019 oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Bandung Propinsi Jawa Barat guna mempromosi dan memasarkan Pariwisata dengan berbagai destinasi unggulannya berlangsung sukses. Dalam kunjungan tersebut diikuti oleh Asisten 2 Setdakab Loteng Ir. Nasrun MM sebagai ketua rombongan. Kadis Parbud Loteng HL. M Putria S.Pd M.Pd. Kabid Promosi Pemasaran Lalu Zulfahalim beserta jajarannya. Dari pelaku Pariwisata diwakili oleh Samsul Bahri Ketua HPI Lombok Tengah dan Didik Supriadi unsur media masa sekaligus sebagai Pegiat Desa Wisata. Mereka diterima Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandung Dewi Kaniasari S.Sos MA. Beserta jajarannya, berikut perwakilan dari para pengusaha Travel, Biro perjalanan pariwisata, Ketua HPI kota Bandung dan juga para tamu undangan lainnya.
Mengawali acara dibuka oleh Asisten 2 Setdakab Loteng. Ir. Nasrun MM. Beliau menyampaikan bahwa dalam rombongan Road Show yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah ini adalah dalam rangka silaturahmi untuk memperkenalkan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah yang saat ini telah diperhitungkan menjadi salah satu dari 10 besar destinasi wisata terbaik di Indonesia. Oleh karena itu kami dari pihak rombongan sangat berterima kasih bisa diterima dengan baik, penuh suasana familiar dan keakraban oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandung beserta jajarannya. Setelah itu para rombongan diperkenalkan satu persatu sembari beramah tamah hingga mereka bergiliran dipersilahkan memberikan materi presentasi yang disajikan terkait dengan destinasi unggulan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah.
![]() |
| HL. Putria saat menyerahkan Tenun Songket Sukarare kepada Dewi Kaniasari S.Sos.MA Kadispar Kota Bandung |
Untuk akses menuju destinasi wisata rata rata semua jalan Kabupaten sudah dihotmix sedangkan jalan diarea destinasi itu menjadi tanggung jawab investor. Kemudian untuk akses laut kami saat ini memiliki pelabuhan Awang di Teluk Awang Lombok tengah bagian selatan. Disana kami juga memiliki pelabuhan Kuta dan Silung Blanak. Khusus untuk Dermaga Awang tahun 2020 akan ditingkatkan menjadi Pelabuhan Nusantara. Jadi secara aksebilitas kami juga sangat memadai. Untuk atraksi seni budaya kami terus bekerjasama dengan para stake holder, pelaku pelaku pariwisata yang ada didaerah kami karena hal itu merupakan salah satu ekonomi kreatif yang berbasis budaya. Salah satu contoh kami memiliki ritual budaya Bau Nyale yang sekarang menjadi salah satu Kalender Event Nasional Pariwisata Indonesia. Selain itu diwilayah utara kami memiliki Geo Park Rinjani yang sudah ditetapkan menjadi Geopark dunia oleh Unesco.
![]() |
| Diskusi dan acara ramah tamah rombongan Road Show diruang kerja Kadispar Kota Bandung |
Kemudian untuk peningkatan sumber daya manusia, kami memiliki Poltekpar Lombok yang merupakan bantuan Pemerintah Pusat, konon itu adalah kampus pariwisata termegah di Indonesia dengan nilai dana fisik bangunan sejumlah 1,8 trilyun. Jadi dalam membangun pariwisata, selain membangun fisik kami juga harus menyiapkan SDM yang memadai untuk meningkatkan jumlah kunjungan,”jelas Putria. Sedangkan untuk prosentase peningkatan kunjungan wisata, Lombok Tengah adalah paling tinggi di Indonesia, bisa dikatakan sudah mengalahkan Bali jika dilihat dari sisi prosentase. Kemudian untuk lama tinggal ditahun 2010 sd 2011 lama tinggal itu 2,1 hari Alhamdulilah sekarang lama tinggal bisa sampai 4 hari. Kemudian yang paling penting adalah membangun Budaya, hal ini sangat penting karena Pariwisata tanpa Budaya sulit bisa berjalan dan budaya adalah pilar jati diri terakhir yang harus kita jaga dan perkuat saya yakin di Bandung juga demikian,”kata Putria.
Sementara Menurut Lalu Zulfahalim pada presentasi yang ia lakukkan adalah dengan mempromosikan destinasi pariwisata seperti KEK Kuta Mandalika dengan wisata halalnya, kemudian menjelaskan 3 zona yang dimiliki yaitu kawasan zona utara dengan Wisata ke Gunung Rinjani melalui jalur Treking Desa Wisata Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara, artinya jika mau Ke Rinjani kita dapat bonus melalui Desa Wisata Aik Berik yang terkenal keindahan alamnya dengan Air terjun Benang Stokel dan desa desa wisata penyangga lainnya yang menjual view panorama alam dan kawasan agrowisata/Hortipark yang tidak kalah indahnya diwilayah utara.
![]() |
| Pengusaha travel, ketua HPI dan unsur pengelola bisnis pariwisata kota Bandung |
Desa Sukarare juga memiliki keunikan tersendiri dengan ritual budaya peninggalan leluhur mereka ratusan tahun silam dengan ribuan penenun tradisional. Salah satunya mereka memiliki awig awig kearifan lokal,“anak gadis Sukarare yang sudah beranjak remaja tidak diperbolehkan menikah jika belum bisa menenun,”ungkap Zulfahalim. Setelah itu bergeser lagi ke arah selatan Sukarare, kita bisa menemukan Desa Wisata Stanggor di wilayah Kecamatan Praya Barat yang memiliki kelebihan tersendiri dalam pengemasan wisata desa yang disajikannya, meliputi keunikan budaya dan kearifan lokal setempat yang dikenal juga dengan ritual budaya hingga kesenian tradisionalnya. Kemudian untuk zona selatan selain KEK Kuta Mandalika yang masuk dalam Kecamatan Pujut kita juga memiliki Kawasan Cagar Alam Gunung Tunak yang memiliki kelengkapan destinasi wisatanya bukan saja Hutan Konservasi kawasan Cagar Alam tapi memiliki keindahan pantai yang luar biasa, tidak itu saja diujung kawasan garis pantai Lombok Tengah terutama di kawasan pantai Silung Blanak dan sekitarnya ada kawasan untuk kegiatan wisata olahraga Paralayang, dan masih banyak lagi destinasi destinasi unggulan wisata lainnya yang potensial untuk kita pasarkan ke wisatawan Nusantara maupun mancanegara,”kata Zulfahalim.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Disbudpar Kota Bandung Propinsi Jawa Barat, Dewi Kaniasari S.Sos MA. Ia mengaku sangat Kagum dengan destinasi wisata yang dimiliki Kabupaten Lombok Tengah yang kaya dengan destinasi wisata unggulannya seperti wisata alam dan pantai pantainya yang indah, apalagi dengan adanya KEK Kuta Mandalika yang siap digunakan sebagai salah satu lokasi sirkuit Moto GP kelas dunia ditahun 2022 mendatang, begitu juga dengan Ripardanya Kabupaten Lombok Tengah ternyata sudah ada selangkah lebih awal daripada kota Bandung yang baru memiliki Riparda pada tahun 2013 dengan Visi kota Bandung sebagai Kota Pariwisata yang kreatif berbudaya dan berahlak mulia. Terkait dengan kunjungan Roadshow ini juga kami sangat mengapresiasi rombongan pak Asisten 2 Setdakkab Lombok Tengah, pak Kadis Pariwisata dan jajarannya, senang sekali kami menerima dalam rangka silaturahmi, berbagi ilmu dan pengalaman untuk belajar ke Kabupaten Lombok Tengah masih akan kita lakukan kedepannya terutama dengan pariwisata halalnya, karena Bandung saat ini sedang mengembangkan Wisata Halal dan kami siap bekerjasama,”kata Dewi Kaniasari. Diakhir acara rombongan Roadshow melakukan foto bersama dirangkai dengan penyerahan cinderamata sebagai kenang kenangan kedua belah pihak Disparbud Kabupaten Lombok Tengah dengan Disbudpar Kota Bandung.(nr29)





Posting Komentar