Pariwisata
SELAMAT DATANG IBU WAKIL GUBERNUR NTB KEDESA WISATA SEJARAH BONJERUK
![]() |
| foto bersama saat Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah, saat Launching Paket wisata seni budaya di Heritage Building Gdeng Beleq Desa Wisata Sejarah Bondjeroek |
NURANI RAKYAT NEWS LOMBOK TENGAH-NTB. Terkait dengan rencana kedatangan ibu Wakil Gubernur NTB ke desa kami hari ini Sabtu 3 Agustus 2019 kami dari Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat fokus mengembangkan Bonjeruk sebagai desa wisata sejarah sesuai dengan SK Bupati Lombok Tengah No : 176/2018. Kami mengucapkan selamat Selamat datang Ibu Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah di Desa Wisata Sejarah Bonjeruk dalam rangka memberikan perhatiannya terhadap pariwisata desa. Ini adalah pemberian motivasi yang besar bagi kami penggerak pariwisata di Bonjeruk. Kami Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat (WPJ) pada dasarnya sangat mendukung berkembangnya pariwisata di Bonjeruk," kata ketua Pokdarwis WPJ Lalu. Adi Permadi SE MM
pada press relleasnya. Dikatakannya,"Pokdarwis WPJ menganggap kedatangan Ibu Wagub NTB semata mata memperlihatkan dukungan pemerintah Provinsi NTB terhadap perkembangan pariwisata di Bonjeruk, sehingga dukungan ini tidak hanya tercermin dari dimasukkannya Bonjeruk ke dalam daftar 99 desa wisata se NTB.
Masuknya Bonjeruk diantara deretan desa-desa potensial di NTB ini sebenarnya sangat tepat karena Bonjeruk memang potensial. Potensi itu tidak hanya wisata persawahan, jalan-jalan dengan sepeda, masuk kampung menyapa penduduk yang begitu ramah dan memetik buah. Bonjeruk sebagai desa tua menyimpan potensi wisata sejarah yang begitu luhur. Kalau ditelusuri Bonjeruk adalah sebuah tempat yang dirancang sebagai kota pada tempo doloe. Bonjeruk oleh para Datu Kerajaan/Kedatuan Jonggat dipilih sebagai ibukota kedatuan karena tempatnya relatif rata, subur dan memiliki letak sentral di tengah Pulau Lombok sehingga minim dampak bencana. Ini terbukti Gempa 2018 di Lombok berdampak minim di Bonjeruk. Dikatakan Lalu Adi yang akrab di sapa Gde Didik," Salah satu Datu Jonggat yang masih melekat dalam ingatan warga Bonjeruk adalah Raden Nune Umas yang hidup sekitar tahun 1800 an sampai awal abad 20. Beliau ini menurunkan para bangsawan menak, raden/gede Bonjeruk.
Salah satunya adalah Lalu Srinate yang menjadi Bupati Pertama Kabupaten Lombok Tengah. Peninggalan Raden Nune Umas yang menonjol adalah Masjid Bonjeruk yang diberi nama Masijd Raden Nune Umas. Kemudian dengan adanya Heritage Building atau Bangunan Bersejarah lainnya di Bonjeruk adalah Gedeng Beleq atau Gedeng Ageng. Bangunan yang terletak di Dusun Bonjeruk Dalem ini adalah bangunan milik Lalu Wira Said putra dari Raden Nune Umas. Di bangunan berusia 100 tahun lebih ini Lalu Srinate putra Lalu Wira Said dilahirkan. Ini masih bisa disaksikan oleh Ibu Wagub Dr Sitti Rohmi karena bangunan ini dipelihara dengan baik oleh pewarisnya yaitu Ir. H. Lalu Widjaje putra Lalu Srinate.
Ibu Wagub mungkin akan semakin terkesima bila budaya dan tradisi Bonjeruk dapat diangkat ke permukaan. Di Bonjeruk sebenar terdapat banyak kelompok seni dan budaya.milik masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Untuk itu kami WPJ mengikhlaskan diri untuk bekerja sama dengan para penggiat seni Bonjeruk tersebut dengan membentuk sayap seni dari WPJ.
Tidak hanya sampai di sana WPJ juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan desa wisata di Bonjeruk. Sebagai contoh WPJ bekerja sama dengan Centrin (Center for Innovation and Entrepreneurship) FEB Universitas Mataram dan LPPM UNRAM untuk mengembangkan program-program pembinaan desa wisata. Melalui pengabdian masyarakat Centrin memberikan keterampilan kepada masyarakat. Sementara melalui KKN Tematik Mahasiswa, LPPM UNRAM membina desa wisata. Bahkan KKN Tematik UNRAM Periode II yang sedang berlangsung saat ini sudah menyusun draft untuk Perdes Pengolahan Sampah dan Perdes Desa Wisata. Hal ini dilakukan oleh mahasiswa KKN UNRAM Desa Bonjeruk untuk membantu Desa Bonjeruk memenuhi syarat sebagai penerima Bantuan 99 Desa Wisata yang ditetapkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB tahun 2019 ini. Selain itu WPJ juga bekerja sama dengan pemilik Gedeng Beleq Ir H. Lalu Widjaje yang juga ketua Arena Budaya Jonggat Wijaya Loka. Dikatakan Lalu. Adi yang juga sebagai Dosen Pariwisata Unram ini,"Kerjasama ini dilakukan untuk mewujudkan pentas seni dan budaya yang dilakukan secara rutin setiap 2 minggu sekali di Hari Sabtu. Salah satunya adalah Memaos Takepan yang telah resmi diluncurkan. Peluncurannya dihadiri oleh Bapak H. Lalu M. Putria, Mpd (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah), Lalu Zulfa Halim (Kabid Promosi dan Pemasaran Disbudpar Lombok Tengah) dan Lalu Saleh Kabid SDM Disbudpar Lombok Tengah. WPJ yang bekerja sama dengan Rekan-rekan sesama penggiat Desa Wisata Lombok Tengah yang tergabung dalam Forum Dewi Tastura. Bahkan pengukuhan kepengurusan pertama Forum ini dilakukan di Gedeng Beleq. Khusus untuk Pemerintah desa Bonjeruk kami mengucapkan selamat dan semoga sukses selalu atas perhatiannya dengan memberikan dukungan terhadap perkembangan pariwisata, walaupun kelompok WPJ tidak pernah dilibatkan dalam penyambutan kedatangan Wakil Gubernur ataupun kegiatan apapun lainnya selama ini, dalam hal pengembangan pariwisata desa Bonjeruk guna mengedepankan asas pemerataan dengan prinsip keadilan sehingga potensi Desa Bonjeruk yamg sudah dikukuhkan sebagai Desa Wisata Sejarah tidak terkesan di sembunyikan ataupun ditutup tutupi oleh oknum atau pihak pihak kelompok tertentu yang tidak ingin melihat desa Wisata Sejarah Bonjeruk Maju selaras dan dinamis dengan desa wisata lainnya. juga
Sekali lagi kami mengucapkan selamat
datang kepada Ibu Wagub, kami dari Pokdarwis WPJ menyambut bahagia kunjungan Ibu Wagub dengan harapan Ibu dapat melihat Bonjeruk dari sudut pandang yang lain," kata Lalu. Adi Permadi. (*)
datang kepada Ibu Wagub, kami dari Pokdarwis WPJ menyambut bahagia kunjungan Ibu Wagub dengan harapan Ibu dapat melihat Bonjeruk dari sudut pandang yang lain," kata Lalu. Adi Permadi. (*)
SALAM : Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat
Desa Wisata Sejarah Bonjeruk



Posting Komentar