24 C
id

Inisiasi Ranperdes Desa Wisata Sejarah Bonjeruk, Unram Bekerjasama Dengan Pokdarwis WPJ

Photo/Dokumentasi : Serah terima Ranperdes Desa Wisata Sejarah Bonjeruk Mahasiswa KKN Tematik Unram, Ketua Pokdarwis WPJ (WIRAJAYA PUTRA JONGGAT ) L. Adi Permadi SE MM Bersama Ketua BPD H..Mahruf S.Pd M.Pd dan Kepala Desa Bonjeruk L Audia Rahman
NURANIRAKYAT LOMBOK TENGAH-NTB. Kerjasama yang dibangun mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram periode II 2019 bersama Pokdarwis WPJ ( Wirajaya Putra Jonggat ) untuk memperkuat eksistensi Desa Wisata Sejarah Bonjeruk sebagai Desa Wisata yang layak diperhitungkan patut diapresiasi, mereka berinisiasi dan memberikan sumbangsihnya dalam pembuatan peraturan Desa Bonjeruk yang mencakup tentang Desa Wisata dan pengelolaan sampah. Menurut L. Adi Permadi SE. MM. Dosen pembimbing mereka dalam Press relleasenya mengatakan,"Melihat kondisi daerah Bonjeruk saat ini, sampah telah menjadi masalah yang patut untuk diperhatikan. Peraturan Desa perihal pengelolaan sampah bisa menjadi solusi agar dapat mengurangi volume sampah yang kian hari terus menumpuk. Peraturan Desa ini terkait tentang Unit Pengelolaan Sampah yang akan mengatur tentang pengelolaan sampah dalam sebuah desa," kata L
Adi Permadi yang juga sebagai ketua Pokdarwis WPJ.
Dikatakannya,"Lombok menyimpan banyak sejarah yang masih belum diketahui oleh masyarakat, terutama Desa Bonjeruk masuk menjadi salah satu desa dari 99 Desa Wisata yang akan terus disoroti perkembangannya berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat. Salah satu situs sejarah lokal diantara situs situs lainnya yakni Gedeng Beleq menjadi destinasi wisata sejarah yang dapat di temukan di daerah Bonjeruk yang dikelola oleh PokDarWis (Kelompok Sadar Wisata) Wirajaya Putra Jonggat yang biasanya menjadi tempat atraksi budaya seperti Memaos Tekapan yaitu pembacaan lontar, kisah kisah jaman dulu masyarakat Lombok.
Bonjeruk merupakan salah satu desa yang mempertahankan kearifan lokalnya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang akan berkunjung ke daerah Lombok Tengah. Desa ini kaya akan peninggalan sejarah yang akan banyak ditemui bangunan tua berusia ratusan tahun. Berbagai macam bangunan tua bersejarah dimana beberapa bangunan tersebut masih berdiri kokoh hingga kini.  Terdapat masjid peninggalan Belanda yang juga memiliki gaya art deco, nama masjid itu adalah Masjid Raden Nunu Unas. Tak jauh dari masjid ini, terdapat Gedeng Belek yang menjadi destinasi peninggalan sejarah
Desa ini memiliki berbagai pesona bangunan tua yang masih kokoh berdiri seperti Masjid Raden Nune Mas, Gedeng Beleq, Pasar Bonjeruk, Kantor Desa Bonjeruk. Serta agrowisata seperti shelter tour sepeda, wisata agro buah naga, pengelohan kopi, pemandangan sawah  yang menjadi incaran wisatawan untuk berkunjung ke desa ini Akan tetapi, belum adanya peraturan desa yang terkait tentang wisata sehingga sering terjadinya simpang siur tentang pengelolaan destinasi wisata tersebut. Oleh karena itu, KKN Tematik Universitas Mataram periode II membuat usulan rancangan Peraturan Desa terkait desa wisata dan pengelolaan sampah dalam sebuah desa Wisata di Desa Bonjeruk. KKN Tematik UNRAM pun berkoordinasi dengan pihak BPD dan desa. Kemudian usulan tersebut dipaparkan dalam sosialisasi sapta pesona di Aula Kantor desa Bonjeruk. (*)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4