 |
| Photo Dokumentasi : Siswa pelaku tawuran, Polisi, orang tua murid, tokoh masyarakat dan pihak SMAN 2 Praya saat didamaikan di Sekolah |
Kasek SMAN 2 Praya : Kita Damaikan Mereka Untuk Mengantisipasi Potensi bentrok Antar Desa
NURANIRAKYAT. LOMBOK TENGAH-NTB. Beberapa pemuda dua Desa yang sekolah di SMA Negeri 2 Praya diduga terlibat tawuran. Informasi yang dihimpun dari masyarakat menyebutkan bahwa ada sekelompok murid SMAN 2 Praya terlibat tawuran. Mereka berasal dari Desa Lajut Kecamata Praya Tengah dan Desa Marong Kecamatan Praya Timur. Menurut salah seorang warga ketika ditanya wartawan mengatakan. Tawuran dipicu karena salah seorang murid dari Lajut menyuruh temannya dari Marong untuk membeli rokok.
Namun murid dari Marong ini protes tidak mau disuruh suruh atau diperintah begitu saja. Siswa dari Lajut tidak terima dengan penolakan tersebut, lalu mereka terlibat adu mulut, tak ayal merekapun mengajak teman2nya berkelahi di sekitar Desa Batunyala, untungnya mereka bisa dileraikan oleh masyarakat yang kebetulan berada di tempat itu. Dikhawatirkan keributan lebih meluas. merekapun lalu didamaikan disekolahnya di SMA Negeri 2 Praya
 |
|
Dari pantauan wartawan pada saat mereka didamaikan diruang tamu SMA 2 Praya, hari Selasa (3/9/2019) kemarin, nampak terlihat anggota Kepolisian, para tokoh masyarakat kedua desa, orang tua/ wali murid juga hadir beserta pihak pihak terkait lainnya. Menurut Mazhab S.Pd Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Praya. Terkait dengan peristiwa tersebut ia membenarkan kalau murid muridnya yang berasal dari Lajut dan Marong terlibat tawuran pada hari Kamis minggu lalu. Itulah sebabnya kita memanggil mereka untuk mengantisipasi potensi keributan yang lebih meluas, orang tua/wali murid mereka kita panggil, pihak Babinkamtibmas kedua desa kita libatkan begitu juga dengan para tokoh tokoh masyarakat kedua desa kita hadirkan untuk ditengahi.
akhirnya mereka mau berdamai, hal ini kita lakukan untuk mencegah potensi konflik yang lebih meluas antar keluarga, antar kedua desa yang kami khawatirkan tersebut, walau kejadiannya diluar jam pelajaran sekolah dan diluar halaman sekolah yang sebenarnya bukan lagi tanggung jawab sekolah, namun karena mereka adalah siswa SMAN 2 Praya, secara otomatis nama lembaga sekolah pasti melekat, tapi alhamdulillah sekarang semuanya sudah selesai dan mereka sudah berdamai, mereka sudah membuat kesepaktan perdamaian secara tertulis"kata Mazhab.
 |
| Mazhab S.Pd Kasek SMAN 2 Praya |
Tidak lama sebelumnya juga pernah terjadi keributan di SMA Negeri 2 Praya antara para SatPol PP Kabupaten Lombok Tengah dengan murid murid yang diduga berasal dari SMA 2 Praya. Adapun kronologis kejadian bermula ketika satu rombongan Mobil Patroli PP melintas masuk kedalam halaman BLK Praya di sebelah barat yang hanya dibatas oleh tembok sekolah untuk merazia siswa yang bolos sekolah, tiba tiba mereka dilempari batu dari balik tembok sekolah oleh orang orang yang dicurigai sebagai murid SMA 2 Praya, tidak terima dilempar, rombongan POL PP ini naik pitam dan emosi kemudian ngeluruk ramai ramai ke SMA 2 Praya untuk meminta pertanggung jawaban pihak sekolah, Ya mereka para rombongan Pol PP benar mendatangi kami untuk menyelesaiakan hal itu,”kata Kasek bagian Humas sekolah.(nr29)
Posting Komentar