24 C
id

Petani Arjangke Widya Wisata ke Desa Kateng

Photo: Budidaya tanaman melon
NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Sejumlah petani dari desa Arjangke Kecamatan Pringgarata Rabu ( 25/09 ) melakukan Widya Wisata ke Kelompok Tani Beriuk Maju Desa Kateng Kecamatan Praya Barat didampingi penyuluh setempat. Widya wisata ini bertujuan dalam rangka melihat kegiatan budidaya pertanian khususnya hortikultura yang menjadi  komoditas andalan di Kelompok Tani yang di kunjungi ini. Menurut Saparudin, S.ST, selaku penyuluh pertanian Desa Arjangke  mengatakan kepada awak media," minat petani di desa binaannya terhadap komoditas hortikultura semakin meningkat di karenakan prospek komoditas ini semakin menjanjikan di masa yang akan datang," terangnya.
Kadispertanak

Sementara itu dalam penjelasannya L. Junaidi selaku ketua kelompok tani Beriuk Maju desa Kateng menceritakan pengalamannya dalam mengusahakan berbagai jenis komoditas hortikultura ini. Mulai dari menanam cabai dalam tiga tahun terakhir ini. Pada tahun 2017 Junaidi menanam cabe pada luasan 30 Are dengan pendapatan bersih 50 Juta. Sedangkan pada tahun 2018 ia menanam lagi pada luasan 1,25 Ha dengan pendapatan bersih mencapai 150 Juta. Pada tahun 2019 Juned demikian Junaidi sering di sapa tidak seberuntung pada tahun sebelumnya. Bukan karena produksi tidak bagus tetapi karena harga cabai anjok. Konon anjloknya harga komoditas ini karena biaya kargo pesawat yang mahal pada waktu itu.
Selain mengusahakan cabai, Ketua kelompok tani berkumis melintang ini juga mengusahakan melon. Pada tahun 2018 Juned menanam pada luasan hanya 10 Are. Tak di sangka ia memperoleh pendapatan mencapai 18 juta. Melon sendiri memiliki prospek pasar yang cukup menjanjikan misalnya melon jenis golden sudah di beli oleh pengepul untuk di pasarkan di epicentrum. Kedepan setelah KEK beroperasi di harapkan komoditas berasa manis dan legit ini akan semakin maju.
Di saat bersamaan Penyuluh Desa Kateng Baiq Evi Rosita, SP menjelaskan, selain mengusahkan cabai dan melon petani di desa ini juga membudidayakan bawang merah. Bahkan untuk komoditas yang menjadi bahan utama bumbu dapur ini mengangkat nama desa Kateng sebagai sentra pengembangan bawang merah di kabupaten Lombok Tengah. Masalah utama yang di hadapi dalam budidaya hortikultura ini sendiri antara lain biaya produksi yang tinggi, fluktuasi harga dan resiko kegagalan karena serangan hama penyakit, terang perempuan berkulit putih ini.
Pada bagian lainnya L Abdurrazak, S.ST selaku kordinator PPL kecamatan Praya Barat mengapresiasi kunjungan dari petani Desa Arjangke. Kunjungan ini tidak hanya bermanfaat bagi para peserta widya wisata saja tetapi juga bagi para petani di kecamatan Praya Barat. Kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana bertukar informasi tentang teknologi budidaya juga pemasaran, terang pria yang di angkat menjadi PNS di Timor Timur ini. Terkait hal itu menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah Ir. L. Iskandar SP, mengatakan,"Untuk peningkatan kapasitas kelembagaan petani (capacity building) lebih efektif dengan sistem kunjungan lapangan sehingga mereka bisa berinteraksi langsung dengan para pelaku untuk belajar mulai dari on-farm sampai off-farm dan melihat sendiri dilapangan sehingga kedepan methode ini yang harus dilakukan agar bisa berjalan dengan baik dan berkelanjutan," ujarnya. (NRNews04)                                                                 
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Tes Iklan
Tes Iklan

Ads Single Post 4