Headline
Bayangkari Sahip S.Pd M.Pd / Kabid GTK : Dugaan pungli itu dengan tegas saya bantah,”Itu Fitnah Ayo Pertemukan Saya Dengan GTT Itu
NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Kasus yang mencuat kepermukaan terkait dengan dugaan pungli di Bidang GTK ( Guru dan Tenaga Kependidikan ) Dinas Pendidikan Lombok Tengah yang dilakukan oleh oknum Kabidnya bernama Bayangkari Sahip SPd M.Pd seperti yang dilansir media ini beberapa hari lalu ternyata dibantah keras oleh Bayangkari Sahip. Melalui keterangan yang ia berikan via hp baru baru ini dikatakannya," Semua itu tidak benar dan itu fitnah,”tegasnya. Memang diakui sebelumnya ada GTT yang sudah sertifikasi guru dan itu mau dia pakai untuk PPG nya dan itu memang tidak kita bayar tapi karena saya ditelpon oleh pak Bupati untuk menyikapinya dengan baik, jadi ada 4 SK GTT yang sudah dikeluarkan selombok tengah karena emergency, karena itu perintah langsung (tanpa menyebutkan nama yang memberi perintah-red) salah satunya termasuk yang ada di Kecamatan Pringgarata 1 orang kita keluarkan juga karena saya diperintah langsung, silahkan dicek semua SKnya masih ada dikantor kok belum di stempel,”kata Bayangkari.
Ditanya wartawan mengenai kebenaran pemberian uang yang dimintanya kepada GTT tersebut. Bayangkari mengatakan,” semua itu tidak benar dan perlu saya jelaskan bahwa memang benar ada 1 orang yang datang temui saya mewakili GTT yang lainnya, dia taruh uang sekitar 50 ribu rupiah tapi saya tolak mentah mentah dan suruh dia bawa lagi uangnya, saya katakan kepada GTT itu,” bukan ini maksudnya karena itu ibarat kamu telah mengotorkan saya, karena memang saya diperintah jadi tidak ada kita minta minta begini,” jelas Bayangkari. Silahkan cek sama guru yang sudah sertifikasi di Lekor itu,“ saya juga tidak mau uang sejumlah itu, ya kecuali ada 5 juta atau 10 juta,” selorohnya bergurau. Bayangkari mengatakan,"kalau memang itu terjadi jangan jangan nanti ada orang yang mengatasnamakan saya kemudian mengambil uangnya. Ditanya kebenaran kalau memang ia pernah berbisik kepada GTT tersebut untuk meminta uang,"itu tidak benar, saya berani bersumpah kalau kalimat minta uang itu bukan saya yang ngomong dan tolong catat nama GTT itu, besok anda ( wartawan-red ) pertemukan saya dengan dia,” tegasnya. Bayangkari mengatakan," saya lebih suka bagaimana kita memperjuangkan nasib guru kita, saya sudah jungkir balik memperjuangkannya, dulu tidak ada namanya SK Bupati, dan saya sudah memperjuangkan itu, boleh tanya langsung pak Bupati, itu sekarang kita sudah bisa mengeluarkan 3,5 milyar anggaran untuk sertifikasi yang awalnya tidak ada, Guru sertifikasi yang golongan 2 yang tidak pernah dibayar selama 2,5 tahun itu kita perjuangkan, nah saya heran selalu hal hal itu saja yang diributkan, terus terang aja dinda katanya kepada wartawan,"sekarang selombok tengah akan coba saya usulkan kepala sekolah biar bisa dapatkan NUK nya supaya tidak didanai APBD untuk didanai pusat. Kenapa yang itu itu dia bicarakan,“saya pingin robek mulutnya orang ngomong yang tidak tidak tentang saya,”kalau bisa tolong pertemukan saya dengan mereka,”kesalnya.
Bayangkari juga mengatakan coba tolong kroscek Kepala Sekolah sama guru ya, ternyata banyak guru guru yang dinilai fiktif, saya akan tuntut guru guru yang fiktif itu nanti, tidak punya SK tapi mengajar disekolah, hal itu berdasarkan data dari kepala sekolah, begitu juga data dari UPTnya, itu data bisa dicari kebenarannya, sudah saya suruh laporkan, apa benar dia guru kelas. Jadi SK itu biar saheh nanti akan kita berikan kepala sekolahnya supaya bisa bertanggung jawab, dia kan sudah bertanda tangan disertai materai. Terkait dengan dugaan pungutan liar itu, lagi sekali saya tegaskan itu tidak ada sama sekali, SK nya saja belum dibagi kok ngaku ngaku begitu,” kesalnya. (NRNews29)
Polemik Dinas Pendidikan Loteng Terkait SK Bupati untuk GTT
![]() |
| Photo : Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat |
NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Kasus yang mencuat kepermukaan terkait dengan dugaan pungli di Bidang GTK ( Guru dan Tenaga Kependidikan ) Dinas Pendidikan Lombok Tengah yang dilakukan oleh oknum Kabidnya bernama Bayangkari Sahip SPd M.Pd seperti yang dilansir media ini beberapa hari lalu ternyata dibantah keras oleh Bayangkari Sahip. Melalui keterangan yang ia berikan via hp baru baru ini dikatakannya," Semua itu tidak benar dan itu fitnah,”tegasnya. Memang diakui sebelumnya ada GTT yang sudah sertifikasi guru dan itu mau dia pakai untuk PPG nya dan itu memang tidak kita bayar tapi karena saya ditelpon oleh pak Bupati untuk menyikapinya dengan baik, jadi ada 4 SK GTT yang sudah dikeluarkan selombok tengah karena emergency, karena itu perintah langsung (tanpa menyebutkan nama yang memberi perintah-red) salah satunya termasuk yang ada di Kecamatan Pringgarata 1 orang kita keluarkan juga karena saya diperintah langsung, silahkan dicek semua SKnya masih ada dikantor kok belum di stempel,”kata Bayangkari.
Ditanya wartawan mengenai kebenaran pemberian uang yang dimintanya kepada GTT tersebut. Bayangkari mengatakan,” semua itu tidak benar dan perlu saya jelaskan bahwa memang benar ada 1 orang yang datang temui saya mewakili GTT yang lainnya, dia taruh uang sekitar 50 ribu rupiah tapi saya tolak mentah mentah dan suruh dia bawa lagi uangnya, saya katakan kepada GTT itu,” bukan ini maksudnya karena itu ibarat kamu telah mengotorkan saya, karena memang saya diperintah jadi tidak ada kita minta minta begini,” jelas Bayangkari. Silahkan cek sama guru yang sudah sertifikasi di Lekor itu,“ saya juga tidak mau uang sejumlah itu, ya kecuali ada 5 juta atau 10 juta,” selorohnya bergurau. Bayangkari mengatakan,"kalau memang itu terjadi jangan jangan nanti ada orang yang mengatasnamakan saya kemudian mengambil uangnya. Ditanya kebenaran kalau memang ia pernah berbisik kepada GTT tersebut untuk meminta uang,"itu tidak benar, saya berani bersumpah kalau kalimat minta uang itu bukan saya yang ngomong dan tolong catat nama GTT itu, besok anda ( wartawan-red ) pertemukan saya dengan dia,” tegasnya. Bayangkari mengatakan," saya lebih suka bagaimana kita memperjuangkan nasib guru kita, saya sudah jungkir balik memperjuangkannya, dulu tidak ada namanya SK Bupati, dan saya sudah memperjuangkan itu, boleh tanya langsung pak Bupati, itu sekarang kita sudah bisa mengeluarkan 3,5 milyar anggaran untuk sertifikasi yang awalnya tidak ada, Guru sertifikasi yang golongan 2 yang tidak pernah dibayar selama 2,5 tahun itu kita perjuangkan, nah saya heran selalu hal hal itu saja yang diributkan, terus terang aja dinda katanya kepada wartawan,"sekarang selombok tengah akan coba saya usulkan kepala sekolah biar bisa dapatkan NUK nya supaya tidak didanai APBD untuk didanai pusat. Kenapa yang itu itu dia bicarakan,“saya pingin robek mulutnya orang ngomong yang tidak tidak tentang saya,”kalau bisa tolong pertemukan saya dengan mereka,”kesalnya.
Bayangkari juga mengatakan coba tolong kroscek Kepala Sekolah sama guru ya, ternyata banyak guru guru yang dinilai fiktif, saya akan tuntut guru guru yang fiktif itu nanti, tidak punya SK tapi mengajar disekolah, hal itu berdasarkan data dari kepala sekolah, begitu juga data dari UPTnya, itu data bisa dicari kebenarannya, sudah saya suruh laporkan, apa benar dia guru kelas. Jadi SK itu biar saheh nanti akan kita berikan kepala sekolahnya supaya bisa bertanggung jawab, dia kan sudah bertanda tangan disertai materai. Terkait dengan dugaan pungutan liar itu, lagi sekali saya tegaskan itu tidak ada sama sekali, SK nya saja belum dibagi kok ngaku ngaku begitu,” kesalnya. (NRNews29)

Posting Komentar