Pariwisata
Bagaimana strategi dan pola adaptasi masyarakat lokal menghadapi perubahan lingkungan, interaksi sosial terhadap aktivitas pra dan pasca pembangunan KEK, bagaimana pula pemerintah menganalisa sinkronisasi SDM masyarakat dengan beroperasinya dan atau setelah berakhirnya nanti pembangunan mega proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) itu, apakah masyarakat Lombok Tengah hanya bisa menjadi security atau cleaning service nantinya,” tegas Hizzi.
Dia mengatakan,”banyak pegiat dan pelaku wisata lokal yang menjual tanah dan aset-aset mereka di pinggir kawasan KEK dan mulai menyingkir karena mereka merasa tidak mampu dan tidak punya strategi untuk bersaing dikawasan tersebut, mengingat bagaimana dampak atau multi player effect pengembangan kawasan ini terhadap kesejahteraan masyarakat yang menjadi harapan mereka juga semakin tidak jelas
Tabir ini harus diungkap, dimana posisi atau ruang strategis bagi masyarakat untuk berinteraksi sosial dan berimprovisasi bersama pengusaha dan kaum kapitalis agar terjadi simbiosis mutualisme, dengan kata lain saling membutuhkan dan saling menguntungkan agar tujuan pembangunan itu adalah untuk kesejahteraan masyarakat, bukan pejabat,”tandas Hizzi.(NRNews29)
ALARM NTB Pertanyakan Tanggung Jawab Sosial ITDC Terhadap Masyarakat
Bagaimana strategi dan pola adaptasi masyarakat lokal menghadapi perubahan lingkungan, interaksi sosial terhadap aktivitas pra dan pasca pembangunan KEK, bagaimana pula pemerintah menganalisa sinkronisasi SDM masyarakat dengan beroperasinya dan atau setelah berakhirnya nanti pembangunan mega proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) itu, apakah masyarakat Lombok Tengah hanya bisa menjadi security atau cleaning service nantinya,” tegas Hizzi.
Dia mengatakan,”banyak pegiat dan pelaku wisata lokal yang menjual tanah dan aset-aset mereka di pinggir kawasan KEK dan mulai menyingkir karena mereka merasa tidak mampu dan tidak punya strategi untuk bersaing dikawasan tersebut, mengingat bagaimana dampak atau multi player effect pengembangan kawasan ini terhadap kesejahteraan masyarakat yang menjadi harapan mereka juga semakin tidak jelas
Tabir ini harus diungkap, dimana posisi atau ruang strategis bagi masyarakat untuk berinteraksi sosial dan berimprovisasi bersama pengusaha dan kaum kapitalis agar terjadi simbiosis mutualisme, dengan kata lain saling membutuhkan dan saling menguntungkan agar tujuan pembangunan itu adalah untuk kesejahteraan masyarakat, bukan pejabat,”tandas Hizzi.(NRNews29)

Posting Komentar