 |
| Photo : Kantor BAPENDA (Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah ) Lombok Tengah |
NURANIRAKYAT NEWS. LOMBOK TENGAH-NTB. Pelayanan kantor BAPENDA (Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah) Kabupaten Lombok Tengah dikeluhkan masyarakat. Pasalnya menurut Haji Ishak salah seorang masyarakat yang merasa dirugikan dengan pelayanan buruk alias tidak menyenangkan pada saat mau membayar PBB atau pajak tanahnya di BAPENDA baru baru ini. Haji Ishak protes karena obyek tanahnya dinilai tidak strategis kok sama biaya bayar pajaknya dengan tanah disekitarnya yang berlokasi strategis, apalagi tanah miliknya itu adalah jenis tanah pasir bebatuan, saya mohon agar pembayaran pajaknya jangan terlalu mahal atau disamakan dengan tanah yang strategis tersebut,"keluhnya. Setelah itu lalu saya konsultasikan dengan Bapenda hingga sampai saya disarankan membuat laporan pengaduan tertulis yang saya alamatkan ke Bapenda Loteng sembari dijelaskan, kalau mengenai hal itu nanti ada tim yang akan turun kelokasi.
 |
| Photo : Haji Ishak |
Seminggu setelah saya layangkan surat pengaduan tersebut, saya datangi lagi Bapenda untuk mempertanyakan tindaklanjut surat pengaduan saya. Setibanya saya di BAPENDA bukannya pelayanan terbaik dengan senyum ramah atau suasana familiar yang saya dapatkan, seperti dipimpong kesana kemari dengan alasan macam macam. Mereka mengatakan surat pengaduan saya tidak bisa ditindaklanjuti karena sebelumnya sudah dipersoalkan di desa setempat, dan memang tidak bisa kata,”Haji Ishak. Saya sempat diberitahu mereka kalau surat pengaduan saya hilang, saya jadi sedikit kesal dan emosi juga sembari menanyakan kenapa surat pengaduan saya dihilangkan, apa karena surat pengaduan itu pakai tulisan tangan,”katanya. Saya keberatan kenapa surat pengaduan saya dihilangkan hanya karena memakai tulisan tangan dan apa saya harus ketik rapi saja supaya diterima, kalaupun surat pengaduan saya tidak diterima lalu kenapa dalam surat pengaduan tersebut diberi nomor Register : 361 dengan tanggal masuk pengaduan 27 september atas nama Amak Marwan,”tegasnya.
 |
| Photo: L. Jayaprana |
Selain itu yang saya sesalkan sebenarnya mereka memberikan pelayanan tidak simpatik kepada masyarakat, karena kalau bukan ke BAPENDA lalu kemana saya harus mengadu,”kata Haji Ishak. Jadi kepala BAPENDA harus tahu kinerja anak buahnya dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat jangan sampai tahunya terima laporan baik baik saja namun anak buahnya tidak becus melayani masyarakat,”cetus Haji Ishak. Sebenarnya surat pengaduan itu tidak terlalu penting karena mau tidak mau saya pasti bayar PBB, tapi saya sebagai masyarakat harus dihargai dong untuk men dapatkan informasi dan pelayanan terbaik pemerintah kepada masyarakat oleh Staf atau karyawan yang memiliki integritas dan profesionalisme berdasarkan asas pemerataan dengan Prinsip keadilan dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Adapun tuntutan saya sekarang mereka harus menemukan surat pengaduan itu dan BAPENDA harus minta maaf atas kelalaian dan kurang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kalaupun surat pengaduan saya tidak ditemukan saya akan laporkan mereka ke polisi,”kata Haji Ishak yang didampingi H.Kadir salah satu pimpinan Pam Swakarsa AMFHIBI tersebut.
Sementara itu menurut Lalu Jayaprana Kabid PBB BAPENDA Loteng mewakili Lalu Karyawan selaku Kepala BAPENDA,” ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan. Terkait hal itu dirinya mewakili BAPENDA mengaku keliru dan minta maaf jika dalam memberikan pelayanan ada hal hal yang kurang simpati diberikan Staf dan jajarannya kepada pemohon. Alhamdulillah surat pengaduannya sudah ditemukan dan tetap akan ditindaklanjuti. Jadi mengenai ditulis tangan atau diketik tidak ada masalah yang penting ada surat pengaduan yang kita terima. Perihal permintaannya itu kita tidak bisa memutuskan bisa bersifat langsung ke Bupati,”kata Jayaprana.(NRNews29)
Posting Komentar